Dari 3S Jadi 3M, Wali Kota Alfin Terima Penghargaan dan Bonus Insentif Fiskal

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kerja konsisten Pemerintah Kota Sungai Penuh akhirnya membuahkan hasil. Wali Kota Alfin sukses membawa daerahnya meraih penghargaan tingkat Sumatera atas kinerja penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang berlangsung di Palembang, Sabtu (25/4). Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyerahkan langsung penghargaan tersebut di hadapan para kepala daerah se-Sumatera.

Tak hanya membawa pulang trofi, Alfin juga mengamankan insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar dari pemerintah pusat. Dana ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar program-program yang sudah berjalan bisa diperluas.

Konsistensi Tekan Kemiskinan dan Stunting

Pemerintah pusat menilai Kota Sungai Penuh berhasil menunjukkan tren positif dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting. Data menunjukkan perbaikan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Alfin bersama jajarannya menjalankan berbagai program strategis untuk memastikan hasil tersebut. Pemerintah kota memperkuat jaring pengaman sosial, meningkatkan intervensi gizi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

Baca Juga :  Bos PT MMS Ditahan Bareskrim Polri, Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor Sawit Terungkap

Langkah-langkah tersebut tidak hanya fokus pada bantuan, tetapi juga menyasar perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Program 3S Jadi Andalan

Salah satu program unggulan yang mendorong capaian tersebut adalah Program 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah). Pemerintah Kota Sungai Penuh menggagas program ini bersama TP PKK untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Program ini mengajak masyarakat berpartisipasi langsung dalam membantu kelompok rentan, terutama anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Pendekatan sederhana namun tepat sasaran ini dinilai efektif dalam meningkatkan asupan gizi.

Alfin: Ini Hasil Kerja Bersama

Alfin menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Capaian ini lahir dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Kami akan terus meningkatkan kualitas program agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi program agar tren positif ini tidak berhenti di tengah jalan.

Baca Juga :  Awal Ramadan Berbeda, Ini Penjelasan Muhammadiyah dan NU

Insentif untuk Perluasan Program

Insentif fiskal Rp 3 miliar yang diterima akan digunakan untuk memperluas cakupan program penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berencana mengalokasikan dana tersebut untuk memperkuat intervensi di lapangan, termasuk peningkatan layanan kesehatan, gizi, dan perlindungan sosial.

Dengan tambahan anggaran ini, pemerintah berharap target pembangunan dapat tercapai lebih cepat.

Dorong Kesejahteraan Berkelanjutan

Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi Kota Sungai Penuh untuk terus melaju. Pemerintah kota menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.

Alfin memastikan pihaknya akan menjaga fokus pada program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tetap terlibat aktif dalam pembangunan daerah.

Dengan strategi yang terarah dan dukungan masyarakat, Sungai Penuh kini berada di jalur yang tepat menuju kota yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang
Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek
Prabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Penantian Sejak 2018 Akhirnya Berakhir
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar
Kewarganegaraan Ganda Belum Dibahas, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Masih Fokus Susun Kajian Hukum
Plt Gubernur Riau Diperiksa KPK, Temuan Uang saat Penggeledahan Kembali Jadi Sorotan
Tim 9 Kejagung Periksa Tiga Saksi, Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah Terus Bergerak
Berita ini 393 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:30 WIB

Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kewarganegaraan Ganda Belum Dibahas, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Masih Fokus Susun Kajian Hukum

Berita Terbaru