12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat sedikitnya 12 negara telah mengajukan atau bersiap meminta pinjaman baru untuk menghadapi tekanan ekonomi global. Lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah menjadi pemicu utama kondisi tersebut.

Capai Rp 859 triliun

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyampaikan bahwa perang di kawasan tersebut mendorong kebutuhan pembiayaan tambahan dalam jumlah besar. IMF memperkirakan permintaan pinjaman baru bisa mencapai US$ 20–50 miliar atau sekitar Rp 343 triliun hingga Rp 859 triliun dengan kurs Rp 17.181 per dolar AS.

“Konflik ini dapat memicu permintaan dukungan keuangan baru antara US$ 20 miliar hingga US$ 50 miliar, termasuk pinjaman baru maupun tambahan dari program yang sudah berjalan,” kata Georgieva, dikutip dari Reuters, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga :  Inflasi April 2026 Terkendali, Purbaya Sebut Subsidi BBM Jadi Penahan Lonjakan Harga

Sejumlah negara di Afrika sub-Sahara sudah lebih dulu mengajukan bantuan ke IMF. Namun, lembaga tersebut belum mengungkap nama negara yang terlibat dalam permintaan tersebut.

IMF juga menyebut Mesir belum membahas tambahan pinjaman senilai US$ 8 miliar, meski konflik di Timur Tengah telah memberi tekanan pada ekonominya.

Kepala Strategi IMF Christian Mummsen menegaskan bahwa angka kebutuhan dana tersebut masih bersifat sementara. IMF masih melakukan evaluasi bersama negara-negara anggota untuk menghitung dampak sebenarnya.

“Angka ini masih sementara karena kami terus melakukan evaluasi,” ujar Mummsen.

IMF memperingatkan dampak perang tidak akan langsung mereda meskipun konflik berhenti dalam waktu dekat. Gangguan jalur distribusi energi, terutama di Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi pasar global.

Baca Juga :  Malaysia Terapkan WFH Mulai 15 April, Anwar Perkuat Subsidi untuk Redam Dampak Krisis Energi

“Gangguan pasokan dalam beberapa minggu ke depan bisa semakin dalam,” kata Georgieva.

IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026, turun 0,2 poin persentase dari perkiraan sebelumnya. Lembaga itu juga memperkirakan inflasi global naik menjadi 4,4% tahun ini.

Dalam skenario terburuk jika konflik antara Amerika Serikat dan Iran berlanjut, harga minyak dan gas bisa menembus US$ 100 per barel. Kondisi itu berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global hanya ke level 2,5%.

IMF bahkan memperingatkan skenario ekstrem yang dapat mendorong ekonomi dunia tumbuh hanya sekitar 2% dan mendekati resesi global jika konflik berkepanjangan terjadi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam
Update Harga Pangan Hari Ini 18 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau Melonjak, Ayam dan Telur Ikut Naik
Promo Shopee 17 Juli 2026: Mie Gacoan dan Kopi Dari Pada Cuma Rp1, Voucher Resto Terus Diisi Ulang
Rp3 Miliar Mengalir ke Setiap Kopdes Merah Putih, Ini Rincian Fasilitas yang Disiapkan Pemerintah
Wagub Sumbar Bongkar Kunci Kebangkitan Koperasi, Minta Tinggalkan Cara Lama dan Masuk Era Digital
Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
Kemensos Siapkan Peran Baru Penerima Bansos, Kini Bisa Jadi Anggota dan Mitra Usaha Koperasi Merah Putih
Promo Shopee 16 Juli 2026: Voucher Diskon, ShopeeFood Rp1 dan Hadiah Galaxy A17 Menanti
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:00 WIB

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:27 WIB

Update Harga Pangan Hari Ini 18 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau Melonjak, Ayam dan Telur Ikut Naik

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 17 Juli 2026: Mie Gacoan dan Kopi Dari Pada Cuma Rp1, Voucher Resto Terus Diisi Ulang

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:00 WIB

Rp3 Miliar Mengalir ke Setiap Kopdes Merah Putih, Ini Rincian Fasilitas yang Disiapkan Pemerintah

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:00 WIB

Wagub Sumbar Bongkar Kunci Kebangkitan Koperasi, Minta Tinggalkan Cara Lama dan Masuk Era Digital

Berita Terbaru