BBM Tak Jadi Naik, Tarif Travel Malah Naik, Dewan Desak Evaluasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Kenaikan tarif travel di Kota Sungai Penuh memicu sorotan publik setelah kabar batalnya kenaikan harga BBM. Masyarakat kini menghadapi lonjakan tarif transportasi yang dinilai memberatkan.

Sejumlah warga mengeluhkan kenaikan tarif travel yang mulai berlaku pada 1 April 2026. Mereka menilai tarif baru menaikkan biaya perjalanan dan mengganggu pengeluaran harian, terutama bagi pekerja dan mahasiswa.

Warga juga menilai kenaikan tarif tidak diiringi peningkatan layanan yang berarti. Kondisi ini memicu kekecewaan karena masyarakat harus membayar lebih mahal tanpa mendapatkan manfaat tambahan yang jelas.

Baca Juga :  Hutri Randa Ikuti Rakor dan Sidak Pangan

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, meminta pemerintah dan pelaku usaha segera mengevaluasi kebijakan tarif tersebut. Ia menegaskan penyesuaian tarif harus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat agar tidak membebani warga secara berlebihan.

“Kami minta evaluasi tarif ini agar tidak membebani warga,” kata Hutri Randa.

DPRD juga mendorong pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap penetapan tarif travel. Selain itu, pelaku usaha harus menjelaskan alasan kenaikan harga secara terbuka kepada publik.

Baca Juga :  Kurve Akbar Bersihkan Lingkungan Kota Sungai Penuh

Masyarakat berharap pemerintah segera hadir untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kebutuhan warga. Mereka menilai kebijakan tarif transportasi harus berpihak kepada masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Berikut rincian tarif untuk semua jurusan dari Kerinci dan Sungai Penuh:

1. Kerinci/Sungai Penuh–Jambi: Rp280.000

2. Kerinci/Sungai Penuh–Padang: Rp180.000

3. Kerinci/Sungai Penuh–Pekanbaru: Rp300.000

4. Kerinci/Sungai Penuh–Bukittinggi: Rp230.000

5. Kerinci/Sungai Penuh–Dumai: Rp400.000

6. Kerinci/Sungai Penuh–Palembang: Rp430.000

7. Kerinci/Sungai Penuh–Bengkulu: Rp180.000

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah
Kabar Gembira, Pemdes Srimenanti Sungai Penuh Gulirkan Beasiswa Siswa SD, Orang Tua Segera Siapkan Berkas Sebelum 3 Juli
Gaji ke-13, TPP hingga Dana Desa Masih Dinanti, Apa yang Terjadi di Sungai Penuh?
Wako Alfin Kaget Lihat Kondisi Puskesmas Tanah Kampung, Debu hingga Sandal Pegawai Jadi Sorotan
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:34 WIB

Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah

Berita Terbaru