SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAI PENUH – Polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 2 Sungai Penuh, Provinsi Jambi terus menjadi perhatian masyarakat. Tidak lolosnya 14 calon siswa asal Kecamatan Pondok Tinggi memicu beragam reaksi dari tokoh masyarakat, pemangku adat, hingga kalangan legislatif.

Di tengah polemik tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, mendesak Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, evaluasi menyeluruh penting dilakukan agar pelaksanaan SPMB tetap mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan kepastian bagi seluruh calon peserta didik.

Penolakan 14 Calon Siswa Jadi Sorotan

Polemik bermula setelah hasil SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh menetapkan 14 calon siswa asal Kecamatan Pondok Tinggi tidak lolos seleksi.

Keputusan itu langsung memunculkan pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya, Kecamatan Pondok Tinggi berbatasan langsung dengan wilayah SMA Negeri 2 Sungai Penuh sehingga banyak warga berharap jalur domisili memberikan peluang lebih besar bagi calon siswa di kawasan tersebut.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, pemerintah resmi mengganti sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sistem baru itu menyediakan empat jalur penerimaan, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua.

Namun, pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 2 Sungai Penuh justru memunculkan polemik karena sebagian masyarakat mempertanyakan penerapan jalur domisili dalam proses seleksi.

Tokoh Masyarakat Datangi SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, Camat Pondok Tinggi bersama Ketua Lembaga Adat Depati Payung Pondok Tinggi, para ninik mamak, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Sungai Jernih mendatangi SMA Negeri 2 Sungai Penuh.

Mereka meminta penjelasan langsung mengenai mekanisme seleksi serta dasar penilaian yang menyebabkan belasan calon siswa asal Pondok Tinggi tidak lolos.

Baca Juga :  Kabar Gembira! 999 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Terima Gaji

Melalui pertemuan itu, masyarakat berharap pihak sekolah menyampaikan seluruh proses seleksi secara terbuka sehingga tidak memunculkan kesalahpahaman maupun dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Hardizal Tekankan Transparansi dan Integritas

Hardizal menegaskan seluruh proses penerimaan siswa baru harus mengedepankan objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui mekanisme seleksi secara jelas agar kepercayaan terhadap dunia pendidikan tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga integritas selama pelaksanaan SPMB.

“Saya berharap pihak SMA Negeri 2 Sungai Penuh dapat memberikan perhatian terhadap calon siswa yang berasal dari Pondok Tinggi dan Kota Sungai Penuh sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa ada praktik jual beli kursi dalam penerimaan siswa baru. Semua proses harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hardizal.

DPRD Siapkan Langkah Lanjutan

Selain menyampaikan perhatian terhadap polemik tersebut, Hardizal memastikan DPRD akan mengambil langkah lanjutan. Dalam waktu dekat, ia akan memanggil Kepala SMA Negeri 2 Sungai Penuh untuk meminta penjelasan mengenai mekanisme seleksi, penetapan hasil, serta dasar pengambilan keputusan selama pelaksanaan SPMB.

Tidak hanya itu, Hardizal juga berencana menyurati DPRD Provinsi Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi agar persoalan tersebut mendapat perhatian di tingkat provinsi.

Desak Gubernur Jambi Lakukan Evaluasi

Hardizal secara khusus meminta Gubernur Jambi, Al Haris, segera mengevaluasi pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 2 Sungai Penuh. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jambi memiliki kewenangan untuk memastikan seluruh SMA negeri menjalankan proses penerimaan sesuai aturan.

“Saya meminta kepada Bapak Gubernur Jambi, Al Haris, agar menindaklanjuti polemik penerimaan siswa baru di SMA Negeri 2 Sungai Penuh. Lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses SPMB ini sehingga masyarakat mendapatkan kepastian, rasa keadilan, dan kepercayaan terhadap sistem penerimaan siswa baru,” ujarnya

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Pimpin Gotong Royong

“Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut dan menimbulkan dugaan-dugaan yang dapat mencederai dunia pendidikan,” tegas Hardizal.

Menurut Hardizal, evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jambi tidak hanya memberikan kepastian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun berikutnya.

Karena itu, ia berharap seluruh penyelenggara pendidikan terus menjaga profesionalisme sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan tetap terpelihara,”

Harapkan Solusi yang Berkeadilan

Hardizal menilai penyelesaian polemik harus tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku sekaligus mengutamakan kepentingan peserta didik. Ia juga mendorong semua pihak membangun komunikasi yang terbuka agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Melalui evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jambi, ia berharap masyarakat memperoleh kepastian mengenai pelaksanaan SPMB. Selain itu, proses penerimaan siswa baru di masa mendatang diharapkan berlangsung lebih transparan, objektif, dan berkeadilan sehingga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan semakin kuat.

FAQ

Apa yang memicu polemik SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh?

Sebanyak 14 calon siswa asal Kecamatan Pondok Tinggi tidak lolos seleksi sehingga masyarakat mempertanyakan penerapan jalur domisili.

Apa langkah yang akan dilakukan Hardizal?

Hardizal akan memanggil Kepala SMA Negeri 2 Sungai Penuh serta menyurati DPRD Provinsi Jambi dan Gubernur Jambi untuk meminta evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB.

Apa yang diminta Hardizal kepada Gubernur Jambi?

Hardizal meminta Gubernur Al Haris melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB agar proses penerimaan berlangsung objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Apa tujuan evaluasi tersebut?

Evaluasi bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat, meningkatkan kepercayaan terhadap sistem penerimaan siswa baru, sekaligus mencegah polemik serupa terulang pada pelaksanaan SPMB di masa mendatang.(Tim)

Berita Terkait

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah
CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya
Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah
Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:00 WIB

SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah

Berita Terbaru