Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Dedikasi panjang dalam dunia intelijen kejaksaan mengantarkan salah satu putra terbaik Kota Sungai Penuh, Dr. Efendri Eka Saputra, S.H., M.H. menapaki jenjang karier yang lebih tinggi di tingkat nasional. Putra kelahiran Tanah Kampung itu kini mendapat amanah baru di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia setelah mencatat berbagai capaian penting selama bertugas di Sumatera Barat (Sumbar).

Kepercayaan tersebut menjadi penanda perjalanan karier yang terus menanjak. Selama memimpin bidang intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Efendri tidak hanya memperkuat fungsi intelijen penegakan hukum, tetapi juga mendorong lahirnya sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Rekam jejak itu akhirnya membawa mantan Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung dan Kajari Wonosobo tersebut ke panggung yang lebih luas. Melalui promosi jabatan terbaru, ia akan melanjutkan pengabdiannya pada level nasional dengan tanggung jawab yang lebih strategis.

Dipercaya Mengemban Jabatan Baru di Kejaksaan Agung

Efendri yang menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sumbar sejak 2024 kini mengemban tugas sebagai Kasubdit Direktorat III.B pada Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Penugasan itu mengacu pada Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-518/C/05/2026 yang terbit pada 20 Mei 2026.

Promosi tersebut mencerminkan apresiasi institusi terhadap kinerja, dedikasi, dan kontribusi yang ia tunjukkan selama menjalankan tugas di Sumatera Barat.

Membangun Intelijen Humanis dan Dekat dengan Masyarakat

Di lingkungan Kejati Sumbar, banyak pihak mengenal Efendri sebagai sosok yang tegas dalam menjalankan tugas sekaligus terbuka dalam membangun komunikasi.

Ia aktif menjalin hubungan dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, insan pers, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen lainnya. Pendekatan tersebut memudahkan pelaksanaan berbagai program intelijen yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Kemampuan membangun komunikasi itu turut mendukung keberhasilan sejumlah inovasi yang berkembang selama masa kepemimpinannya.

KAWADAUN, Upaya Mencegah Korupsi dari Tingkat Nagari

Salah satu program yang mendapat perhatian luas ialah Kawal Dana Untuk Nagari (KAWADAUN).

Melalui program tersebut, Kejati Sumbar menghadirkan edukasi hukum, pendampingan, serta asistensi kepada aparatur nagari agar mampu mengelola dana desa secara transparan dan akuntabel.

Program ini memperkuat peran kejaksaan sebagai mitra pemerintah nagari dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan bertanggung jawab.

Dengan pendekatan pencegahan, KAWADAUN membantu menekan potensi penyimpangan sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

Baca Juga :  Kemensos Gandeng PT Pos, Perluas Kolaborasi untuk Percepat Bansos dan Pemberdayaan

Menanamkan Kesadaran Hukum Lewat Jaksa Mengajar

Selain fokus pada pencegahan korupsi, Efendri juga mengembangkan program Jaksa Mengajar.

Program tersebut menyasar kalangan pelajar dengan tujuan membangun kesadaran hukum sejak dini. Melalui kegiatan itu, para siswa memperoleh pemahaman mengenai hukum, integritas, disiplin, serta pentingnya tanggung jawab sebagai warga negara.

Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang lebih sadar hukum.

Perkuat Penegakan Hukum Melalui Program Tabur

Di bidang penegakan hukum, Efendri turut memperkuat pelaksanaan program Tangkap Buronan (Tabur).

Melalui program ini, bidang intelijen berhasil membantu proses pencarian dan penangkapan sejumlah buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Menjelang berakhirnya masa tugas sebagai Asintel Kejati Sumbar, ia bersama jajaran berhasil mengamankan dua buronan sekaligus. Mereka yakni Alber Dianto yang berstatus DPO dalam perkara pemalsuan surat di Kota Padang serta seorang mantan wali nagari yang terlibat kasus penyimpangan pengelolaan keuangan nagari di Kabupaten Tanah Datar.

Keberhasilan tersebut menunjukkan konsistensi bidang intelijen dalam mendukung penegakan hukum yang efektif.

Mengawal Proyek Strategis Pemerintah

Perhatian Efendri tidak hanya tertuju pada penindakan dan pencegahan tindak pidana.

Ia juga aktif mengawal berbagai proyek strategis pemerintah di Sumatera Barat melalui pengamanan pembangunan strategis. Langkah itu bertujuan memastikan proyek berjalan sesuai rencana, meminimalkan risiko hukum, serta mengantisipasi hambatan yang berpotensi mengganggu proses pembangunan.

Dengan pengawalan tersebut, pemerintah daerah dapat menjalankan program pembangunan secara lebih optimal dan terukur.

Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Berbagai capaian yang berhasil diraih selama bertugas mengantarkan Efendri memperoleh sejumlah penghargaan nasional.

Ia pernah meraih peringkat III nasional dalam penilaian kinerja bidang intelijen kejaksaan se-Indonesia. Selain itu, ia juga memperoleh penghargaan peringkat III dalam penyusunan risalah kebijakan intelijen Kejaksaan RI pada kegiatan konsolidasi Forum Group Discussion (FGD) bidang intelijen.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., menyerahkan langsung penghargaan tersebut.

Rendah Hati di Tengah Prestasi

Meski mengoleksi berbagai prestasi, Efendri tetap memandang keberhasilan sebagai hasil kerja kolektif seluruh jajaran.

“Prestasi yang dicapai merupakan hasil kerja kita semua dan yang terpenting adalah usaha yang diiringi doa,” ujarnya.

Pandangan tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan dan kolaborasi.

Latar Belakang Akademik dan Nilai Religius

Di luar aktivitas kedinasan, Efendri memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral pada Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Baca Juga :  Siswa SD Bandung Raih Peringkat Dunia

Dalam kehidupan sehari-hari, ia juga dikenal sebagai pribadi religius yang menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi dalam bekerja dan mengabdi.

“Dalam keadaan apa pun, jangan pernah tinggalkan salat,” pesannya.

Mutasi Sebagai Bagian dari Pengembangan Institusi

Bagi Efendri, jabatan bukan tujuan akhir dalam karier.

Ia memandang promosi dan mutasi sebagai bagian dari kebutuhan organisasi sekaligus proses pengembangan institusi.

“Mutasi jabatan dilakukan untuk kebutuhan organisasi dan pengembangan institusi,” katanya.

Karena itu, penugasan baru di Kejaksaan Agung ia maknai sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi institusi dan masyarakat.

Tinggalkan Warisan Program dan Inovasi

Seiring perpindahannya ke tingkat nasional, estafet kepemimpinan bidang intelijen Kejati Sumbar akan berlanjut di tangan pejabat yang baru.

Namun demikian, sejumlah program, inovasi, dan capaian yang ia bangun selama bertugas tetap menjadi bagian penting dari perjalanan bidang intelijen Kejati Sumbar.

“Semoga karya yang saya persembahkan untuk kejaksaan dan bangsa ini menjadi amal ibadah bagi saya,” pungkasnya.

Perjalanan karier Efendri Eka Saputra menunjukkan bahwa ketegasan dalam penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan pendekatan humanis, integritas, dan semangat pengabdian. Dari Sungai Penuh hingga Kejaksaan Agung Republik Indonesia, langkahnya menjadi bagian dari upaya memperkuat institusi kejaksaan sekaligus menghadirkan pelayanan hukum yang semakin dekat dengan masyarakat.

FAQ

Siapa Efendri Eka Saputra?

Efendri Eka Saputra merupakan jaksa yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan kini dipercaya menjadi Kasubdit Direktorat III.B pada JAM Intel Kejaksaan Agung RI.

Dari mana asal Efendri Eka Saputra?

Ia berasal dari Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Program apa yang menjadi perhatian selama kepemimpinannya di Kejati Sumbar?

Beberapa program yang menonjol antara lain KAWADAUN (Kawal Dana Untuk Nagari), Jaksa Mengajar, program Tangkap Buronan (Tabur), serta pengamanan pembangunan strategis.

Penghargaan apa yang pernah diraih Efendri?

Ia meraih peringkat III nasional bidang intelijen kejaksaan se-Indonesia dan penghargaan peringkat III penyusunan risalah kebijakan intelijen Kejaksaan RI.

Apa pesan yang sering disampaikan Efendri?

Salah satu pesan yang sering ia sampaikan ialah, “Dalam keadaan apa pun, jangan pernah tinggalkan salat.”(Tim)

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni
Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI
Dewan Soroti Pelayanan BPN Sungai Penuh, Fajran: Masih Buruk
Azhar Hamzah Kawal Kepentingan Sungai Penuh di RUPS-LB Bank Jambi, Soroti Arah Ekonomi Daerah
KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan
UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot
Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global
Bupati di Sumsel Terjaring OTT KPK, Kantor Disegel dan Aktivitas Lumpuh
Berita ini 1,436 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WIB

Dewan Soroti Pelayanan BPN Sungai Penuh, Fajran: Masih Buruk

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:07 WIB

Azhar Hamzah Kawal Kepentingan Sungai Penuh di RUPS-LB Bank Jambi, Soroti Arah Ekonomi Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:36 WIB

KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan

Berita Terbaru