JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memulai masa kepemimpinannya dengan memperketat disiplin aparatur. Ia langsung memecat ratusan pegawai non-ASN dan tenaga ahli yang melanggar aturan sebagai langkah awal memperkuat tata kelola lembaga.
Kebijakan itu sekaligus menunjukkan komitmen BGN dalam membangun organisasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja. Selain itu, BGN juga terus memproses dugaan pelanggaran yang melibatkan ASN dan PPPK.
Melalui penegakan disiplin tersebut, Sudaryono ingin memastikan setiap pegawai menjalankan tugas sesuai aturan. Dengan demikian, seluruh program strategis BGN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat berjalan lebih efektif.
Sudaryono Mulai Penataan Internal BGN
Sudaryono mengumumkan keputusan itu saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
“Kami mencoba untuk bersih-bersih. Hari ini kami beri pengumuman bahwa per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN, yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli,” ujar Sudaryono.
Ia menjelaskan, mayoritas pegawai tersebut melanggar aturan disiplin selama menjalankan tugas. Karena itu, BGN mengambil tindakan tegas agar seluruh pegawai mematuhi standar kerja yang berlaku.
“Pegawai non-ASN ini diberhentikan satu, salah satu dan paling besar adalah karena adanya diduga adanya pelanggaran, tidak disiplin, dan lain-lain,” ucapnya.
Mayoritas Pegawai Melanggar Aturan Disiplin
Sudaryono menegaskan bahwa kedisiplinan menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang sehat. Oleh sebab itu, setiap pelanggaran akan mendapat penanganan sesuai ketentuan.
Ia juga menilai budaya kerja yang disiplin akan memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BGN.
BGN Proses ASN dan PPPK yang Langgar Disiplin Berat
Selain memecat pegawai non-ASN, Sudaryono juga memerintahkan jajarannya untuk memproses ASN dan PPPK yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berat.
Menurutnya, proses pemeriksaan terus berjalan. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran berat, BGN akan menjatuhkan sanksi hingga pemecatan.
“Kami telah memproses temuan pelanggaran berat atau disiplin berat, ini adalah ASN dan PPPK, dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan,” katanya.
Sudaryono mengungkapkan, pemeriksaan menemukan sembilan aparatur negara yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berat.
Puluhan Pegawai Terima Sanksi Administratif
Di sisi lain, BGN juga menemukan pelanggaran disiplin ringan. Karena itu, lembaga tersebut menyiapkan sejumlah sanksi sesuai tingkat pelanggaran masing-masing pegawai.
Sudaryono mengatakan, sebanyak 39 pegawai akan menjalani mutasi, demosi, maupun sanksi administratif.
“Dan ditemukan 39 disiplin ringan yang kemudian akan kami mutasi, kami demosi, dan kami akan berikan sanksi administrasi maupun sanksi ringan,” kata dia.
Menurutnya, penerapan sanksi secara konsisten akan mendorong budaya kerja yang lebih tertib, profesional, dan bertanggung jawab.
Penegakan Disiplin Jadi Prioritas Awal
Sudaryono menempatkan penegakan disiplin sebagai prioritas pada awal masa jabatannya. Ia berharap setiap pegawai mampu menunjukkan integritas, etos kerja, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Selain memperbaiki tata kelola internal, BGN juga ingin menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah di bidang gizi.
FAQ
Mengapa Sudaryono memecat 261 pegawai non-ASN?
Karena mayoritas pegawai tersebut melanggar aturan disiplin dan tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan BGN.
Berapa jumlah pegawai yang terkena pemecatan?
Sebanyak 261 orang, terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.
Apakah ASN dan PPPK juga menjalani pemeriksaan?
Ya. BGN memproses sembilan ASN dan PPPK yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berat dan berpotensi menghadapi pemecatan.
Apa sanksi untuk pelanggaran disiplin ringan?
BGN akan menjatuhkan mutasi, demosi, atau sanksi administratif kepada 39 pegawai sesuai tingkat pelanggaran.
Apa tujuan penataan internal BGN?
BGN ingin membangun organisasi yang disiplin, profesional, berintegritas, dan mampu menjalankan Program Makan Bergizi Gratis secara optimal.(Tim)









