Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Norwegia mengambil langkah baru untuk mengatur penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sekolah. Mulai tahun ajaran baru 2026, siswa sekolah dasar tidak boleh memakai layanan AI generatif saat mengikuti kegiatan belajar.

Keputusan ini muncul setelah pemerintah melihat perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. Norwegia menilai anak-anak tetap membutuhkan proses belajar secara bertahap agar mampu membaca, menulis, dan berhitung dengan baik.

Sementara banyak negara mulai mendorong penggunaan AI dalam pendidikan, Norwegia memilih pendekatan berbeda. Pemerintah ingin memastikan teknologi hadir sebagai pendukung, bukan menggantikan kemampuan dasar siswa.

Norwegia Utamakan Kemampuan Membaca dan Menulis

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere mengatakan AI memang memiliki banyak manfaat. Namun, penggunaan teknologi tersebut perlu aturan agar anak tidak melewati tahap penting dalam pembelajaran.

Menurut Stoere, sekolah harus tetap menjadi tempat bagi siswa untuk membangun kemampuan dasar melalui latihan dan pemahaman langsung.

“Hal terpenting di sekolah adalah anak-anak kita belajar membaca, menulis, dan berhitung,” kata Stoere.

Aturan baru ini mulai berlaku pada akhir Agustus 2026. Kebijakan tersebut mencakup siswa kelas satu hingga kelas tujuh dengan usia sekitar 6 sampai 13 tahun.

Dengan aturan ini, sekolah akan mengarahkan siswa agar lebih banyak melatih kemampuan berpikir sendiri sebelum memakai bantuan teknologi.

Baca Juga :  HP Realme 3 Jutaan 2026 Bikin Geger: Baterai 7000mAh Tahan Lama + AI Cerdas Ubah Cara Pakai Smartphone

Siswa Remaja Tetap Bisa Pakai AI dengan Pengawasan

Meski membatasi AI untuk siswa sekolah dasar, Norwegia tidak menutup akses teknologi bagi semua pelajar.

Siswa berusia 14 hingga 16 tahun masih dapat menggunakan AI generatif. Namun, guru perlu mengawasi pemakaiannya agar teknologi tersebut membantu proses belajar.

Selain itu, siswa berusia 17 tahun ke atas mendapat arahan untuk memakai AI secara tepat. Pemerintah ingin pelajar memahami cara menggunakan teknologi tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Karena itu, Norwegia mencoba menjaga keseimbangan antara inovasi digital dan kualitas pendidikan.

Norwegia Sudah Lebih Dulu Mengatur Teknologi di Sekolah

Sebelum membuat aturan tentang AI, Norwegia juga pernah membatasi penggunaan smartphone di lingkungan sekolah.

Pada 2024, pemerintah mengambil langkah tersebut karena melihat kekhawatiran terhadap dampak perangkat digital pada aktivitas belajar siswa.

Hasil evaluasi menunjukkan perubahan positif. Sekolah mencatat penurunan kasus perundungan, peningkatan nilai, serta berkurangnya jumlah siswa yang mencari bantuan psikolog akibat masalah tertentu.

Dampak tersebut terlihat cukup jelas, terutama pada siswa perempuan.

Pemerintah Juga Soroti Pengaruh Media Sosial

Selain AI dan smartphone, Norwegia kini membahas aturan terkait penggunaan media sosial bagi anak-anak.

Pemerintah mengusulkan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Rencana tersebut akan masuk pembahasan parlemen pada akhir 2026.

Baca Juga :  Katamso Dorong Program FOLU 2030

Melalui berbagai kebijakan itu, Norwegia ingin menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat bagi generasi muda.

Teknologi tetap berkembang, tetapi pemerintah ingin anak-anak memiliki kemampuan dasar sebelum menggunakan berbagai layanan digital.

FAQ

Mengapa Norwegia membatasi AI untuk siswa SD?

Norwegia ingin mencegah anak terlalu bergantung pada AI dan tetap membangun kemampuan membaca, menulis, serta berhitung melalui proses belajar langsung.

Kapan aturan AI untuk siswa SD mulai berlaku?

Aturan tersebut mulai berjalan pada tahun ajaran baru yang dimulai akhir Agustus 2026.

Siapa yang terkena larangan penggunaan AI?

Kebijakan ini berlaku bagi siswa kelas satu hingga kelas tujuh dengan usia sekitar 6 sampai 13 tahun.

Apakah siswa SMP dan SMA tidak boleh memakai AI?

Tidak semua siswa mendapat larangan. Pelajar usia 14 sampai 16 tahun masih dapat memakai AI dengan pengawasan guru.

Apa alasan Norwegia mengatur teknologi di sekolah?

Pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara perkembangan teknologi dan kemampuan dasar siswa agar mereka tetap mampu berpikir mandiri.

Apakah Norwegia pernah membatasi teknologi lain?

Ya. Sebelumnya Norwegia juga membatasi penggunaan smartphone di sekolah untuk mendukung proses belajar.(Tim)

Berita Terkait

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos
Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
Seleksi PPPK Sekolah Rakyat Masuk Babak Penentu, Tes CAT Mulai 13 Juli
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:00 WIB

SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru