Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Vietnam mengubah strategi pengendalian polusi udara di Hanoi dengan memilih transisi bertahap daripada menerapkan larangan langsung terhadap sepeda motor berbahan bakar bensin. Melalui langkah baru ini, pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara target lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Semula, Hanoi berencana menutup akses seluruh motor bensin ke kawasan Jalan Lingkar 1 mulai Juli 2026. Namun, pemerintah kemudian memilih pendekatan yang lebih bertahap melalui pembentukan zona emisi rendah. Dengan skema tersebut, warga, pelaku usaha, dan penyedia jasa transportasi memperoleh waktu lebih panjang untuk menyesuaikan diri.

Selain itu, pemerintah berharap proses transisi berlangsung lebih tertib. Langkah ini juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang memenuhi standar emisi tanpa menimbulkan gangguan besar terhadap mobilitas harian.

Pemerintah Awali Program dengan Zona Emisi Rendah

Sebagai tahap pertama, Pemerintah Hanoi memulai program zona emisi rendah di kawasan Jalan Lingkar 1. Kawasan tersebut menjadi titik awal pengendalian kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel.

Mulai 1 Juli hingga 31 Desember 2026, pemerintah memberlakukan pembatasan di wilayah 1 dan 2 Kelurahan Hoan Kiem. Selanjutnya, pemerintah juga membatasi operasional sepeda motor berbahan bakar bensin di kawasan pejalan kaki sekitar Danau Hoan Kiem dan area pasar malam setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 19.00 hingga tengah malam waktu setempat.

Baca Juga :  Tol Trans Sumatera Diprediksi Ramai

Meski begitu, pemerintah masih memberi ruang bagi kendaraan yang melayani transportasi umum dan pengiriman barang. Namun, pemerintah tetap mendorong para operator untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil selama masa transisi.

Aturan Berlanjut dengan Pembatasan yang Lebih Ketat

Kemudian, pemerintah memperluas zona emisi rendah mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2027. Cakupan kebijakan meliputi wilayah Hoan Kiem dan Cua Nam.

Pada tahap ini, pemerintah menghentikan operasional motor berbahan bakar bensin yang melayani transportasi daring maupun jasa pengiriman di kawasan tersebut. Pemerintah memilih kendaraan komersial sebagai prioritas karena kendaraan jenis ini menempuh perjalanan lebih sering dan menghasilkan emisi lebih tinggi dibanding kendaraan pribadi.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin mempercepat penggunaan kendaraan rendah emisi di kawasan pusat kota.

Tahun 2028 Jadi Awal Aturan yang Lebih Luas

Selanjutnya, pemerintah memasuki fase ketiga mulai 2028 hingga akhir 2029. Pada periode ini, seluruh kawasan Jalan Lingkar 1 berubah menjadi zona emisi rendah.

Pemerintah melarang seluruh sepeda motor bensin yang menjalankan kegiatan komersial memasuki kawasan tersebut. Selain itu, pemerintah juga menolak akses bagi motor pribadi yang tidak memenuhi standar emisi Level 3 atau lebih tinggi sesuai ketentuan QCVN 99:2025/BNNMT.

Baca Juga :  Ketika Kota Jadi Tempat Mencari Harapan dan Tantangan

Melalui tahapan tersebut, pemerintah memberi waktu kepada masyarakat untuk mengganti kendaraan atau meningkatkan kepatuhan terhadap standar emisi nasional.

Pemerintah Perkuat Sosialisasi kepada Warga

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat program sosialisasi agar masyarakat memahami tujuan kebijakan baru ini. Kampanye tersebut mengajak warga mengurangi penggunaan kendaraan yang menghasilkan emisi tinggi sekaligus mengenalkan manfaat kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah juga mendorong pemilik sepeda motor impor yang diproduksi sebelum 2008 serta pemilik moped keluaran sebelum 2016 untuk mengurangi penggunaan kendaraan mereka. Langkah ini diharapkan mampu menekan polusi udara sekaligus mempercepat peremajaan kendaraan di jalan raya.

Vietnam Pilih Transisi Bertahap

Secara keseluruhan, Vietnam memilih proses transisi yang lebih terukur daripada menerapkan larangan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan, kebutuhan mobilitas masyarakat, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi.

Ke depan, pemerintah menargetkan kualitas udara Hanoi terus membaik melalui perluasan zona emisi rendah, peningkatan kepatuhan terhadap standar emisi kendaraan, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.(Tim)

Berita Terkait

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Ribuan Pelamar Rela Antre 2 Kilometer Sejak Subuh, Gaji Awal Pekerjaan Ini Tembus Rp15 Juta
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Tertekan dan Pasar Bersiap Hadapi Perubahan Besar
Iran Bersiap Masuk Era Baru, Investasi Rp5.310 Triliun Mengalir Usai Kesepakatan Damai dengan AS
IDEA Bidik 10.000 Lowongan Kerja Internasional, Siapkan Talenta Indonesia untuk Pasar Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:00 WIB

Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia

Berita Terbaru