Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Tertekan dan Pasar Bersiap Hadapi Perubahan Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga minyak dunia kembali melemah setelah pasar melihat tanda-tanda pemulihan jalur perdagangan energi di Timur Tengah. Pergerakan kapal tanker yang mulai melintasi Selat Hormuz membuat investor memperkirakan distribusi minyak global akan kembali lancar.

Pada perdagangan Jumat (19/6), minyak mentah Brent turun 54 sen atau 0,68 persen ke level US$78,31 per barel. Penurunan itu melanjutkan tren pelemahan harga setelah Brent menyentuh titik terendah sejak awal Maret.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat ikut terkoreksi. Harga WTI turun 46 sen atau 0,6 persen menjadi US$76,14 per barel.

Pasar Minyak Mulai Merespons Perubahan Situasi Timur Tengah

Pergerakan harga minyak kali ini tidak lepas dari perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah. Setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan pemulihan.

Sejumlah kapal tanker kembali melintasi jalur tersebut hanya beberapa jam setelah kesepakatan tercapai. Kondisi ini membuat pasar menilai pasokan minyak dunia berpeluang kembali bertambah.

Selain itu, beberapa kapal berbendera Arab Saudi membawa sekitar 6 juta barel minyak mentah melewati jalur perdagangan penting tersebut.

Namun, investor tetap berhati-hati. Mereka masih menunggu kepastian bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz dapat berjalan normal dalam jangka panjang.

Pasokan Minyak Global Berpeluang Kembali Bertambah

Pemulihan jalur pengiriman energi membawa harapan bagi pasar global. Sebelumnya, gangguan di kawasan Teluk membuat sejumlah pasokan minyak tertahan.

Baca Juga :  Pemerintah Awasi Impor Baju Bekas AS

Kini, analis memperkirakan lebih dari 85 juta barel minyak yang sempat tertunda dapat kembali masuk ke pasar internasional.

Selain itu, kemungkinan pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran juga menarik perhatian pelaku pasar. Tambahan produksi dari Iran dapat meningkatkan jumlah pasokan dalam beberapa waktu mendatang.

Karena itu, harga minyak menghadapi tekanan dari sisi pasokan. Jika distribusi berjalan lancar, pasar berpotensi melihat pelemahan harga lebih lanjut.

Investor Masih Menunggu Kepastian Selat Hormuz

Meski harga minyak turun, sebagian investor belum mengambil kesimpulan besar. Mereka masih mengamati kondisi lapangan sebelum memperkirakan arah harga berikutnya.

Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan pasar membutuhkan bukti kuat mengenai pemulihan jalur pelayaran.

“Kami masih menunggu bukti kuat bahwa lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz benar-benar kembali normal sebelum pasar melanjutkan penurunan harga lebih lanjut,” ujar Tim Waterer.

Menurutnya, aktivitas kapal yang belum stabil masih menjaga kekhawatiran pasar. Oleh karena itu, harga minyak belum langsung bergerak turun secara tajam.

Selat Hormuz Tetap Jadi Faktor Utama Harga Energi

Selat Hormuz memiliki posisi penting dalam perdagangan energi dunia. Sebelum konflik muncul, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global melewati kawasan tersebut.

Karena perannya sangat besar, gangguan kecil di jalur ini dapat memengaruhi harga energi internasional.

Di sisi lain, sejumlah negara produsen minyak mulai mengakhiri kebijakan darurat selama masa konflik. Kuwait Petroleum Corp juga mencabut status force majeure setelah situasi membaik.

Baca Juga :  Filipina Darurat Energi, Marcos Siapkan Tambahan Pasokan Minyak

Dengan perkembangan terbaru itu, pasar berharap perdagangan energi kembali berjalan stabil. Namun, investor tetap memperhatikan hubungan Amerika Serikat dan Iran karena faktor geopolitik masih dapat memengaruhi harga minyak.

Dampak Harga Minyak bagi Ekonomi Dunia

Penurunan harga minyak dapat memberi dampak bagi berbagai sektor. Industri yang bergantung pada energi berpotensi mendapatkan tekanan biaya yang lebih rendah.

Selain itu, perubahan harga minyak juga dapat memengaruhi inflasi global. Negara pengguna energi besar biasanya memperhatikan pergerakan harga minyak karena berhubungan dengan biaya transportasi dan produksi.

Meski begitu, pasar masih menunggu perkembangan selanjutnya sebelum menentukan arah harga energi dalam beberapa pekan ke depan.

FAQ

Apa penyebab harga minyak dunia turun?

Harga minyak turun karena aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz mulai pulih sehingga pasar melihat peluang pasokan energi kembali meningkat.

Berapa harga minyak Brent saat ini?

Harga minyak Brent berada di kisaran US$78,31 per barel pada perdagangan Jumat (19/6).

Mengapa Selat Hormuz penting bagi minyak dunia?

Selat Hormuz menjadi jalur penting karena banyak pengiriman minyak dan LNG dunia melewati kawasan tersebut.

Apakah harga BBM akan langsung turun?

Tidak selalu. Harga BBM juga mengikuti kebijakan pemerintah, nilai tukar, biaya distribusi, dan faktor lain di setiap negara.

Apa pengaruh tambahan pasokan minyak terhadap harga?

Pasokan yang meningkat dapat menekan harga minyak karena pasar memiliki lebih banyak stok untuk memenuhi kebutuhan.(Tim)

Berita Terkait

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Retribusi Bengkulu Baru Menyentuh 41 Persen, Sekda Desak OPD Tancap Gas Kejar Rp248 Miliar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB