Mahyeldi Gandeng IKA Lemhannas, Sejarah PDRI Jadi Senjata Tanamkan Nasionalisme Generasi Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Mahyeldi gandeng IKA Lemhannas

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKA Lemhannas) Republik Indonesia untuk memperkuat pendidikan kebangsaan bagi generasi muda.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melihat pengalaman dan jaringan alumni Lemhannas dapat memperkaya program pembinaan kepemimpinan, nasionalisme, serta karakter generasi muda di Sumbar. Ia menyampaikan hal itu saat menerima Ketua Umum IKA Lemhannas RI Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., PhD., IPU., bersama jajaran di Istana Gubernur, Jumat (21/8/2026).

Selain membahas kerja sama organisasi, pertemuan tersebut turut mengangkat sejarah perjuangan Sumbar dalam mempertahankan eksistensi Indonesia. Karena itu, Mahyeldi ingin kolaborasi tersebut menghasilkan program yang menyentuh langsung generasi muda dan membuat sejarah perjuangan bangsa semakin dekat dengan kehidupan mereka.

Mahyeldi Ingin Sejarah Perjuangan Jadi Pelajaran Generasi Muda

Mahyeldi menilai Sumbar memiliki kekayaan sejarah yang kuat untuk menjadi sumber pembelajaran kebangsaan. Menurutnya, generasi muda perlu mengenal perjuangan para pendahulu agar mereka memahami arti mempertahankan bangsa dan negara.

Ia juga menyoroti hubungan Purnomo Yusgiantoro dengan Sumbar. Salah satunya berkaitan dengan Monumen Bela Negara di Kabupaten Lima Puluh Kota yang peletakan batu pertamanya dilakukan Purnomo.

“Memang beliau ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Sumatera Barat. Termasuk juga Hari Bela Negara, yang jatuh pada tanggal 19 Desember,” ujar Gubernur.

Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, tengah menyiapkan rangkaian kegiatan Hari Bela Negara. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 19 Desember hingga 15 Januari.

Namun, Mahyeldi ingin rangkaian kegiatan itu tidak berhenti pada seremoni. Ia mendorong kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami sejarah perjuangan bangsa.

“Dengan tahu dan paham tentang sejarah, mudah-mudahan generasi muda bisa lebih menghargai, apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dan para pejuang kita,” katanya.

PDRI Jadi Bagian Penting Sejarah Sumbar

Mahyeldi kemudian mengingatkan kembali peran Sumbar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Ia menyebut keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sebagai salah satu bukti kuat kontribusi daerah tersebut dalam mempertahankan NKRI.

Saat Agresi Militer Belanda II berlangsung, Belanda menangkap sejumlah pemimpin Republik Indonesia dan menguasai Jakarta. Kondisi itu mendorong para tokoh di Sumbar mengambil langkah penting untuk memastikan pemerintahan Indonesia tetap berjalan.

Baca Juga :  Dharmasraya Bidik Rp28 Miliar dari Pajak Air Permukaan, Ini Strateginya

“Ketika Bung Karno dan Bung Hatta ditawan, Jakarta dikuasai, masyarakat Sumatera Barat menjawab bahwa Indonesia masih ada. Yaitu dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia,” jelasnya.

Menurut Mahyeldi, PDRI menjalankan pemerintahan selama 207 hari melalui perjuangan bergerilya di sejumlah wilayah Sumbar hingga Riau. Karena itu, ia menilai sejarah tersebut perlu terus hadir dalam pembelajaran generasi muda.

Pemprov Sumbar pun mendorong sekolah memperkuat pembelajaran sejarah. Selain itu, pemerintah daerah ingin memanfaatkan situs bersejarah sebagai ruang belajar agar siswa dapat mengenal perjuangan bangsa secara lebih nyata.

IKA Lemhannas Dinilai Punya Peran Strategis

Dalam konteks tersebut, Mahyeldi melihat IKA Lemhannas sebagai mitra strategis untuk memperkuat pendidikan kebangsaan dan kepemimpinan.

Mahyeldi juga menceritakan pengalamannya mengikuti pendidikan Lemhannas pada 2012 ketika masih menjabat Wakil Wali Kota Padang. Menurutnya, pendidikan tersebut memberikan pembekalan penting bagi pemimpin daerah.

Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui teori. Peserta juga mengikuti diskusi, penulisan, presentasi, serta bertukar gagasan dengan para narasumber.

“Memang sangat perlu hal seperti itu, karena kepala daerah berasal dari profesi dan latar belakang yang sangat berbeda. Mereka perlu pembekalan sebelum bertugas,” ujarnya.

Karena itu, Mahyeldi membuka ruang bagi IKA Lemhannas untuk ikut memperkuat program kepemimpinan dan wawasan kebangsaan di Sumbar.

Alumni Paskibraka Juga Didorong Turun ke Sekolah

Selain menggandeng IKA Lemhannas, Mahyeldi mendorong alumni Paskibraka ikut mengambil peran dalam pembinaan generasi muda.

Ia berharap para alumni Paskibraka dapat turun ke sekolah dan berbagi pengalaman kepada siswa. Mereka juga dapat membantu menumbuhkan semangat nasionalisme serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap NKRI.

Langkah tersebut, menurut Mahyeldi, dapat memperluas ruang pembelajaran kebangsaan. Dengan begitu, pendidikan nasionalisme tidak hanya berlangsung melalui mata pelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung dari para pemuda yang pernah menjalani pembinaan Paskibraka.

Rakerda IKA Lemhannas Sumbar Siapkan Program Kolaborasi

Sementara itu, IKA Lemhannas Provinsi Sumbar akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dalam waktu dekat. Mahyeldi berharap forum tersebut melahirkan program konkret yang dapat memperkuat kerja sama dengan Pemprov Sumbar.

Baca Juga :  Siapa Pengganti Dahkir Yahya di DPRD Sungai Penuh? PAW NasDem Bergulir di DPW

Ia menempatkan pendidikan kebangsaan, kepemimpinan, dan penguatan karakter generasi muda sebagai sejumlah bidang yang dapat menjadi fokus kolaborasi.

Ketua Umum IKA Lemhannas RI Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemprov Sumbar. Ia menjelaskan bahwa kunjungannya bersama jajaran DPP IKA Lemhannas RI berkaitan dengan agenda Rakerda IKA Lemhannas Provinsi Sumbar.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih atas sambutan yang begitu sungguh-sungguh. Kami merasa terhormat dapat hadir di tempat ini,” ungkapnya.

Purnomo juga berharap hubungan IKA Lemhannas dengan Pemprov Sumbar terus berkembang. Ia meminta dukungan Mahyeldi agar IKA Lemhannas Sumbar semakin kuat dan mampu menjadi penghubung antara organisasi alumni di daerah dengan IKA Lemhannas di tingkat pusat.

Sejumlah Tokoh Hadir

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bunda PAUD Provinsi Sumbar Hj. Harneli Mahyeldi, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar, Ketua IKA Lemhannas Provinsi Sumbar Prof. Dr. Ir. Nasfrizal Carlo, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, sejumlah kepala OPD Provinsi Sumbar, serta jajaran DPP IKA Lemhannas RI.

FAQ

Apa yang dibahas Gubernur Mahyeldi bersama IKA Lemhannas?

Pertemuan membahas peluang penguatan sinergi antara Pemprov Sumbar dan IKA Lemhannas, terutama dalam pendidikan kebangsaan, kepemimpinan, nasionalisme, dan pembentukan karakter generasi muda.

Mengapa sejarah perjuangan Sumbar menjadi perhatian?

Sumbar memiliki sejumlah catatan penting dalam sejarah Indonesia, termasuk peran PDRI saat Agresi Militer Belanda II. Mahyeldi ingin generasi muda memahami sejarah tersebut dan mengambil nilai perjuangannya.

Apa peran IKA Lemhannas bagi generasi muda?

IKA Lemhannas dapat mendukung pendidikan kebangsaan dan kepemimpinan melalui pengalaman serta jaringan para alumninya.

Apa rencana Pemprov Sumbar terkait Hari Bela Negara?

Pemprov Sumbar menyiapkan rangkaian kegiatan mulai 19 Desember hingga 15 Januari. Mahyeldi ingin kegiatan tersebut menghadirkan pembelajaran sejarah dan nilai perjuangan, bukan sekadar seremoni.

Siapa saja yang ikut mendorong pendidikan nasionalisme?

Selain IKA Lemhannas, Mahyeldi juga mendorong alumni Paskibraka berkontribusi langsung di sekolah untuk membina siswa dan memperkuat semangat kebangsaan.(Tim)

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh
Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa
Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi
Asesmen JPT Sungai Penuh Berlanjut November, BKAD hingga Sekwan
8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara
Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola
Alfin Hadiri HUT ke-27 Tanjab Timur, Ini Harapan Besarnya untuk Kemajuan Daerah
Gelombang Kedua Rotasi Kepala Sekolah di Sungai Penuh, Kadisdik Ungkap Perkembangan Terbaru
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:01 WIB

8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola

Berita Terbaru