Bukan Sekadar Berebut Piala, Lomba Khutbah dan Azan di Padang Siapkan Khatib-Muazin Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Lomba khutbah dan azan di Padang

 

Masjid Istighfar bersama Musala Baitul Huda membuka ruang bagi pelajar SMA dan SMK se-Kota Padang untuk mengasah kemampuan berdakwah. Melalui Lomba Khutbah Jumat dan Azan, mereka ingin menyiapkan generasi muda yang berani tampil dan mampu mengisi kebutuhan khatib serta muazin di tengah masyarakat.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai kegiatan tersebut memiliki tujuan yang jauh lebih penting daripada sekadar menentukan pemenang. Menurutnya, perlombaan dapat menjadi sarana pembinaan sekaligus tempat bagi pelajar untuk membangun kepercayaan diri dan memperkuat kecintaan terhadap syiar Islam.

Karena itu, Mahyeldi mendorong pengurus masjid dan musala untuk terus menghadirkan program pembinaan bagi generasi muda. Ia menyampaikan hal tersebut ketika membuka Lomba Khutbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang di Masjid Istighfar, Parak Gadang, Ganting, Padang, Sabtu (22/8/2026).

55 Tim Pelajar Ramaikan Lomba Khutbah dan Azan

Sebanyak 55 tim pelajar SMA/SMK se-Kota Padang ikut meramaikan perlombaan tersebut. Mereka tidak hanya mengejar hasil terbaik, tetapi juga mendapat kesempatan untuk melatih kemampuan berbicara di depan orang banyak.

Selain itu, peserta dapat memperdalam kemampuan menyampaikan pesan keagamaan melalui khutbah dan azan. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting ketika mereka kelak mengambil peran di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Mahyeldi pun mengapresiasi inisiatif Pengurus Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda. Ia menilai pengurus masjid dan musala memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.

“Kegiatan ini bisa menjawab kekurangan penceramah, kekurangan khatib. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dukung,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi Soroti Kebutuhan Khatib Muda

Menurut Mahyeldi, khutbah Jumat memiliki fungsi penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, Sumatera Barat membutuhkan lebih banyak khatib muda yang menguasai wawasan keagamaan sekaligus memahami persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Seorang khatib, lanjutnya, juga perlu menyampaikan dakwah dengan bahasa yang sejuk. Dengan pendekatan tersebut, pesan agama dapat masyarakat terima tanpa menimbulkan perpecahan.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Percepat Rehabilitasi ABH Kasus MAN 3 Padang

“Kita membutuhkan sosok-sosok khatib muda yang berwawasan luas, menyampaikan dakwah secara sejuk, serta mampu membawa pesan kedamaian dan kemajuan bagi Ranah Minang,” katanya.

Untuk mencapai tujuan itu, pembinaan perlu berjalan secara konsisten. Pemerintah tentu memiliki peran, tetapi Mahyeldi menilai masyarakat juga harus mengambil bagian.

Masjid, Sekolah dan Orang Tua Perlu Bersinergi

Mahyeldi mengajak pengurus masjid dan musala, Kementerian Agama, tokoh agama, sekolah, orang tua, serta pemerintah daerah membangun kerja sama. Sinergi tersebut penting agar generasi muda memperoleh bekal agama sekaligus kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Di sisi lain, pelajar juga perlu mendapat ruang untuk mengembangkan potensinya. Lomba seperti ini dapat menjadi salah satu sarana untuk membentuk keberanian dan kemampuan komunikasi mereka.

Karena itu, Mahyeldi meminta para peserta tidak hanya mengejar piala. Ia justru mendorong mereka menjadikan perlombaan sebagai pengalaman untuk belajar dan berkembang.

“Bulatkan niat karena Allah SWT. Tampilkan kemampuan terbaik, bukan semata-mata demi mengejar juara, melainkan sebagai wujud bakti dan syiar agama,” pesannya.

Bukan Sekadar Mencari Juara

Mahyeldi berharap peserta membawa pengalaman dari lomba tersebut ke lingkungan masing-masing. Ia ingin pelajar berani tampil di tengah masyarakat dan mampu menyampaikan pesan kebaikan dengan santun.

Lebih jauh, ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berdakwah sekaligus menjaga persatuan. Dengan demikian, lomba tidak berhenti ketika panitia mengumumkan pemenang.

Pembinaan juga perlu berlanjut setelah kegiatan selesai. Pengurus masjid dan musala dapat memberikan ruang kepada peserta untuk tampil dalam berbagai kegiatan keagamaan sehingga kemampuan mereka terus berkembang.

Lomba Azan Dorong Lahirnya Muazin Muda

Selain khutbah Jumat, Mahyeldi memberikan perhatian khusus pada lomba azan. Menurutnya, masyarakat juga membutuhkan muazin muda yang memiliki kemampuan dan keikhlasan.

Ia berharap peserta tidak hanya mengandalkan kualitas suara. Lebih dari itu, mereka perlu memahami nilai ibadah dan tanggung jawab ketika mengumandangkan panggilan salat.

Baca Juga :  Mahyeldi Gaspol Hilirisasi Riset Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Bersiap Ubah Wajah Sumbar

“Melalui lomba ini, kita berharap lahir muazin-muazin berjiwa ikhlas dengan lantunan suara yang menggetarkan hati masyarakat untuk meramaikan rumah Allah,” ujarnya.

Dengan begitu, lomba azan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan. Peserta pun dapat memahami bahwa menjadi muazin bukan sekadar soal kemampuan vokal, tetapi juga menyangkut ketulusan dalam menjalankan ibadah.

Mahyeldi Buka Lomba dengan Pesan Pembinaan

Mahyeldi kemudian membuka perlombaan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda, panitia, peserta, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Selanjutnya, ia berharap kegiatan serupa terus berjalan dan berkembang. Menurutnya, kesinambungan program akan membantu Sumatera Barat menyiapkan lebih banyak khatib, penceramah, dan muazin muda.

FAQ

Apa tujuan Lomba Khutbah Jumat dan Azan?

Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan pelajar dalam menyampaikan khutbah dan azan sekaligus mendorong lahirnya calon khatib serta muazin muda.

Berapa peserta yang mengikuti lomba?

Sebanyak 55 tim pelajar SMA/SMK se-Kota Padang mengikuti Lomba Khutbah Jumat dan Azan.

Apa pesan Mahyeldi kepada peserta?

Mahyeldi meminta peserta mengikuti lomba dengan niat karena Allah SWT. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan piala dan gelar juara sebagai tujuan utama.

Mengapa Sumatera Barat membutuhkan khatib muda?

Mahyeldi menilai masyarakat membutuhkan khatib muda yang memiliki wawasan luas dan mampu menyampaikan dakwah secara sejuk, santun, serta membawa pesan kedamaian.

Apa harapan Mahyeldi terhadap lomba azan?

Mahyeldi berharap kegiatan tersebut melahirkan muazin muda yang memiliki kemampuan lantunan suara sekaligus keikhlasan dalam mengumandangkan panggilan salat.

Apakah pembinaan berhenti setelah lomba selesai?

Mahyeldi berharap pengurus masjid dan musala terus memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan. Dengan demikian, lomba dapat menjadi awal pembinaan yang berkelanjutan.(Tim)

Berita Terkait

Dari 367 Jadi 38, Kafilah Sumbar Berangkat ke Makassar Bawa Misi Pertahankan Juara Umum
Silokek Menuju UNESCO Global Geopark, Mahyeldi Ungkap 5 Fokus Utama
920 Sekolah Sumbar Kebagian Revitalisasi 2026, Vasko: Fondasi Pendidikan Harus Dikuatkan
Kuranji Mulai Bangkit dari Banjir, Mahyeldi Kerahkan 3 Alat Berat Percepat Perbaikan Tanggul Batang Guo
Mahyeldi Tantang Praja IPDN Asal Sumbar Kuasai AI, Ingatkan Jabatan Bukan Tujuan Pengabdian
Jelang Wajib Halal, Mahyeldi Gerakkan Kepala Daerah, Sumbar Incar Jadi Pusat Ekosistem Halal Nasional
Banjir Setinggi Dada Lumpuhkan Padang, Vasko Pimpin Evakuasi Warga hingga Tengah Malam
Hujan Lebat Ancam Sumbar, Mahyeldi Keluarkan Imbauan Mendesak: Warga Diminta Segera Tinggalkan Zona Rawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Bukan Sekadar Berebut Piala, Lomba Khutbah dan Azan di Padang Siapkan Khatib-Muazin Muda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Dari 367 Jadi 38, Kafilah Sumbar Berangkat ke Makassar Bawa Misi Pertahankan Juara Umum

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Silokek Menuju UNESCO Global Geopark, Mahyeldi Ungkap 5 Fokus Utama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:37 WIB

920 Sekolah Sumbar Kebagian Revitalisasi 2026, Vasko: Fondasi Pendidikan Harus Dikuatkan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kuranji Mulai Bangkit dari Banjir, Mahyeldi Kerahkan 3 Alat Berat Percepat Perbaikan Tanggul Batang Guo

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB