PADANG – Warga Kelurahan Kuranji, Kota Padang, mulai bernapas lega setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat penanganan dampak banjir di kawasan Sungai Batang Guo. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah langsung mengerahkan tiga unit alat berat untuk menormalisasi sungai sekaligus memperbaiki tanggul yang jebol.
Langkah cepat itu segera membawa perubahan di lapangan. Petugas mengarahkan aliran Sungai Batang Guo kembali ke jalurnya, membersihkan tumpukan material, dan menutup bagian tanggul yang jebol. Selain itu, masyarakat kini kembali melintasi jalan yang sebelumnya lumpuh akibat luapan air.
Karena itu, warga menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah. Mereka menilai Mahyeldi bersama jajaran pemerintah tidak menunda penanganan sehingga proses pemulihan berjalan lebih cepat dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih khawatir menghadapi banjir susulan.
Tiga Alat Berat Percepat Normalisasi Sungai
Petugas mengoperasikan tiga unit alat berat untuk mengangkat material yang menumpuk di aliran Sungai Batang Guo. Selanjutnya, petugas menimbun dan memperkuat bagian tanggul yang jebol agar air tidak lagi meluap ke jalan maupun permukiman.
Di sisi lain, proses normalisasi sungai terus menunjukkan perkembangan positif. Kendaraan sudah kembali melintas di ruas jalan yang sebelumnya tertutup genangan, sedangkan aktivitas masyarakat mulai berjalan seperti biasa.
Ketua RT: Pemerintah Bergerak Tanpa Menunggu Lama
Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji, Ardi Nansyah Putra Antoni, mengatakan masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah sejak hari pertama banjir melanda kawasan tersebut. Menurutnya, pemerintah langsung mengirim alat berat sebagai bentuk kesigapan menghadapi kondisi darurat.
“Kami memuji langkah cepat Gubernur dan jajaran yang telah menerjunkan alat berat ke lokasi kami. Musibah ini sangat besar, bahkan sudah yang ketiga kalinya terjadi di wilayah kami. Tanggul yang jebol kali ini benar-benar luar biasa,” ujar Ardi di Padang, Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut, Ardi menjelaskan banjir yang melanda kawasan itu pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB sempat mengepung sedikitnya 17 warga akibat derasnya arus Sungai Batang Guo.
Namun, Tim SAR segera datang ke lokasi dan mengevakuasi seluruh warga dengan selamat.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Penanganan Tim SAR sangat cepat sehingga seluruh warga yang terjebak bisa diselamatkan,” katanya.
Sinergi Pemprov dan Pemko Padang Tuai Apresiasi
Selain memuji langkah Gubernur Mahyeldi, Ardi juga mengapresiasi kerja sama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang yang langsung turun menangani dampak banjir.
Menurutnya, kolaborasi kedua pemerintah mempercepat proses pemulihan di lapangan sehingga masyarakat kembali memperoleh akses yang sempat terputus.
“Baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota bergerak cepat. Hari ini tanggul sudah mulai diperbaiki oleh pihak terkait. Kami sebagai masyarakat sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Mahyeldi Ansharullah serta Bapak Wali Kota Padang Fadly Amran atas perhatian dan respons cepatnya,” tutur Ardi.
Kawasan Kuranji Masih Rawan Luapan Sungai
Sementara itu, Ardi mengingatkan bahwa RT 02 RW 06 termasuk kawasan yang paling rentan menghadapi luapan Sungai Batang Guo. Menurutnya, hujan deras di kawasan hulu selama sekitar 30 menit saja sudah mampu menaikkan debit air secara drastis.
Karena kondisi tersebut, perangkat RT selalu mengimbau warga agar segera mengungsi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu.
“Kalau hujan sekitar 30 menit saja di hulu, air langsung meluap ke permukiman kami. Daerah ini sudah masuk zona merah. Karena itu setiap hujan deras kami selalu meminta warga segera mengungsi demi keselamatan. Mudah-mudahan setelah perbaikan ini wilayah ini menjadi lebih aman,” ungkapnya.
Warga Merasa Lebih Tenang
Neli (48), salah seorang warga terdampak banjir, mengaku lebih tenang setelah melihat alat berat mulai memperbaiki tanggul yang jebol. Menurutnya, proses tersebut membuka kembali akses jalan yang sebelumnya tidak dapat dilalui.
“Kami sangat terbantu. Kemarin banjirnya sangat besar, kami benar-benar takut, apalagi memikirkan keselamatan anak-anak dan keluarga. Sekarang alat berat sudah menutup kembali bibir sungai dan jalan mulai bisa dilalui. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Padang,” katanya.
Mahyeldi Instruksikan Penanganan Secepatnya
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendatangi lokasi banjir di Kelurahan Kuranji untuk memastikan penanganan berjalan cepat.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menginstruksikan seluruh instansi terkait agar segera mengerahkan alat berat, mempercepat normalisasi Sungai Batang Guo, dan memperkuat tanggul yang jebol.
Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang serta instansi terkait. Melalui langkah tersebut, pemerintah menargetkan proses normalisasi sungai segera selesai, aktivitas masyarakat kembali normal, dan potensi banjir susulan dapat ditekan.
FAQ
Mengapa warga Kuranji mengapresiasi Gubernur Mahyeldi?
Karena Gubernur Mahyeldi segera mengerahkan tiga unit alat berat untuk mempercepat normalisasi Sungai Batang Guo dan memperbaiki tanggul yang jebol setelah banjir.
Apa pekerjaan utama alat berat di lokasi?
Petugas menggunakan alat berat untuk mengangkat material yang menyumbat aliran sungai, memperkuat tanggul, serta memulihkan akses jalan masyarakat.
Berapa jumlah warga yang sempat terjebak banjir?
Sebanyak 17 warga sempat terjebak saat banjir melanda pada Senin (3/8/2026). Tim SAR kemudian mengevakuasi seluruh warga dalam keadaan selamat.
Mengapa kawasan Kuranji sering mengalami banjir?
Kawasan tersebut berada di dekat Sungai Batang Guo. Curah hujan tinggi di wilayah hulu mampu meningkatkan debit air dengan cepat sehingga sungai meluap ke permukiman.
Apa langkah lanjutan yang dilakukan pemerintah?
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang dan instansi terkait untuk mempercepat normalisasi sungai, memperkuat tanggul, memulihkan akses masyarakat, serta mengurangi risiko banjir berikutnya.(Tim)









