Gubernur Mahyeldi Lepas 390 Siswa Sekolah Rakyat, Targetkan Lahir Generasi Emas 2045

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Sebanyak 390 anak dari keluarga kurang mampu memulai perjalanan baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Program pendidikan berasrama tanpa biaya itu membuka peluang yang lebih besar bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai Sekolah Rakyat bukan hanya menyediakan ruang belajar. Program tersebut juga menghadirkan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan berkualitas, membangun karakter, serta mengubah masa depan keluarga mereka.

Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SRT 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (31/7/2026).

Pendidikan Jadi Kunci Memutus Kemiskinan

Mahyeldi menegaskan pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi bangsa. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem memperoleh kesempatan belajar.

Menurutnya, pendidikan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus menghentikan rantai kemiskinan yang selama ini berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Pendidikan adalah pilar utama pembentukan karakter, kecerdasan, dan masa depan bangsa. Tidak ada strategi pembangunan sosial yang lebih berkelanjutan daripada mencerdaskan masyarakatnya. Pendidikan juga merupakan alat paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Ketika anak memperoleh pendidikan yang baik, masa depannya berubah dan dampaknya akan dirasakan hingga generasi berikutnya,” tegas Mahyeldi.

Selain meningkatkan kualitas akademik, sekolah juga harus membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan pendidikan.

Mahyeldi Minta MPLS Berjalan Ramah Anak

Selanjutnya, Mahyeldi mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar menyelenggarakan MPLS secara edukatif, kreatif, menyenangkan, dan ramah anak. Ia juga meminta sekolah menghapus seluruh bentuk perpeloncoan maupun kekerasan.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Anjlok di Dharmasraya, Bupati Turun Tangan dan Tegur Keras PKS

Menurutnya, sekolah wajib menciptakan lingkungan belajar yang aman sehingga setiap siswa merasa nyaman sejak hari pertama.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan ramah anak. Tidak boleh ada perpeloncoan, intimidasi, kekerasan fisik maupun verbal, ataupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik,” katanya.

Kemudian, Mahyeldi mengajak seluruh siswa baru agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh serta berani memiliki cita-cita tinggi.

“Jangan takut bermimpi besar. Di sekolah ini kalian akan dibimbing oleh guru-guru terbaik yang siap mendampingi meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Siswa Mendapat Asrama, Makanan Bergizi, dan Laptop

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaidi, menjelaskan pemerintah melengkapi kebutuhan belajar seluruh siswa selama tinggal di Sekolah Rakyat.

Selain menggratiskan biaya pendidikan, pemerintah menyediakan asrama, makanan bergizi setiap hari, laptop, serta sistem pembelajaran digital melalui Learning Management System (LMS).

“Anak-anak akan memperoleh makanan bergizi, laptop sebagai media pembelajaran, dan sistem belajar sudah berbasis teknologi. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang melek digital dan siap bersaing,” kata Wildan.

Lebih lanjut, Wildan menjelaskan SRT 3 Dharmasraya menjadi Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumatera Barat. Pemerintah pusat juga menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah pada 2029.

Annisa: Sekolah Rakyat Menghidupkan Harapan Anak Kurang Mampu

Pada kesempatan yang sama, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyebut Sekolah Rakyat menunjukkan komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia.

Baca Juga :  SMK Cetak Lulusan Siap Kerja, Tapi Pengangguran Masih Tinggi: Di Mana Letak Masalahnya?

Tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima 390 siswa. Rinciannya, sebanyak 268 siswa berasal dari Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.

Selain itu, Annisa menceritakan kisah Rehan yang baru mulai bersekolah pada usia 10 tahun setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat. Menurutnya, pengalaman itu membuktikan program tersebut mampu mengembalikan harapan anak-anak yang selama ini kehilangan kesempatan belajar.

“Inilah fungsi Sekolah Rakyat. Negara hadir memberi kesempatan yang sama kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka bisa bermimpi menjadi orang sukses, memutus rantai kemiskinan, bahkan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Annisa.

Target Cetak Generasi Emas 2045

Setelah membuka MPLS, Mahyeldi meninjau ruang kelas, asrama, serta sejumlah fasilitas pendidikan di lingkungan sekolah.

Ia berharap SRT 3 Dharmasraya mampu melahirkan generasi Sumatera Barat yang cerdas, berkarakter, mandiri, berdaya saing, serta siap memimpin Indonesia pada masa depan.

FAQ

Apa tujuan Program Sekolah Rakyat?

Program Sekolah Rakyat bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Berapa jumlah siswa SRT 3 Dharmasraya?

SRT 3 Dharmasraya menerima 390 siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027 yang berasal dari beberapa daerah di Sumatera Barat.

Fasilitas apa yang diterima siswa Sekolah Rakyat?

Siswa memperoleh pendidikan gratis, tempat tinggal di asrama, makanan bergizi, laptop, serta pembelajaran berbasis digital melalui LMS.

Mengapa Mahyeldi menilai Sekolah Rakyat penting?

Mahyeldi menilai pendidikan menjadi investasi paling strategis untuk membentuk karakter, meningkatkan kualitas hidup, memutus rantai kemiskinan, dan menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.(Tim)

Berita Terkait

390 Anak Resmi Tempati Sekolah Rakyat Dharmasraya, Annisa Tak Kuasa Menahan Haru
Berawal dari Seleksi Sekolah, Khania Apricia Hastari Kini Siap Kibarkan Nama Sumatera Barat di FLS3N Nasional 2026
Mahyeldi Gaspol Hilirisasi Riset Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Bersiap Ubah Wajah Sumbar
Dharmasraya Selangkah Lagi Punya Sekolah Bertaraf Internasional, Rp250 Miliar dari Pusat Siap Bangun SNT
Mahyeldi Dorong Dai Kuasai Fikih Wasathiyah, Perkuat Persatuan Umat di Tengah Isu Kontemporer
Arab Saudi Turun Tangan, Sumbar Kini Punya Harapan Baru untuk Selamatkan Ribuan Anak dengan Kelainan Jantung
PKBM Jadi Senjata Sungai Penuh Tekan Anak Putus Sekolah, Dinas Pendidikan Genjot Mutu dan Tata Kelola
Bupati Annisa Gaet ITB, Putra-Putri Dharmasraya Berpeluang Kuliah Lewat Program Afirmasi dan Proyek Strategis Daerah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Lepas 390 Siswa Sekolah Rakyat, Targetkan Lahir Generasi Emas 2045

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:30 WIB

390 Anak Resmi Tempati Sekolah Rakyat Dharmasraya, Annisa Tak Kuasa Menahan Haru

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Berawal dari Seleksi Sekolah, Khania Apricia Hastari Kini Siap Kibarkan Nama Sumatera Barat di FLS3N Nasional 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:00 WIB

Mahyeldi Gaspol Hilirisasi Riset Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Bersiap Ubah Wajah Sumbar

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:00 WIB

Dharmasraya Selangkah Lagi Punya Sekolah Bertaraf Internasional, Rp250 Miliar dari Pusat Siap Bangun SNT

Berita Terbaru