Bukan Sekadar Zakat, UPZ Sekolah Solok Selatan Jadi Jalan Bentuk Karakter Siswa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mendorong sekolah menjadikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa. Melalui kegiatan tersebut, sekolah dapat mengenalkan zakat, infak, dan sedekah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial sejak usia dini.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas menilai sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga perlu menguatkan keimanan, akhlak, kepedulian, dan rasa tanggung jawab.

Karena itu, Khairunas mengajak sekolah mengembangkan UPZ sebagai ruang pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Ia berharap siswa tidak hanya memahami konsep berbagi, tetapi juga membangun kebiasaan membantu sesama melalui kegiatan nyata.

Khairunas Dorong UPZ Masuk ke Pendidikan Karakter

Khairunas menyampaikan hal tersebut saat membuka Sosialisasi Peran Sekolah dalam Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah pada UPZ Sekolah di Hotel Pesona Alam Sangir, Selasa (15/9/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan posisi strategis UPZ sekolah. Menurut Khairunas, sekolah dapat menggabungkan kegiatan pendidikan dengan pembinaan nilai sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

“UPZ Sekolah memiliki posisi strategis. Sekolah bukan hanya teppat mencerdaskan anak secara akademik, tqpi tempat menanamkan nilai keimanan, akhlak, kepedulian, dan tanggungjawab sosial,” kata Khairunas dalam kesempatan tersebut.

Selain mengajarkan materi di ruang kelas, sekolah dapat mengajak siswa memahami makna berbagi melalui kegiatan UPZ. Dengan cara itu, siswa memperoleh pengalaman langsung mengenai kepedulian terhadap orang lain.

Guru Jadi Contoh bagi Siswa

Selanjutnya, Khairunas menyoroti peran guru dalam membangun karakter peserta didik. Ia menilai guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga dapat menunjukkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Khairunas Gaspol Bereskan Administrasi dan Siagakan Layanan

Guru dapat mengajak siswa mengenal pentingnya zakat, infak, dan sedekah melalui pendekatan yang sederhana. Kemudian, guru juga dapat menghubungkan nilai tersebut dengan kondisi sosial yang siswa temui di lingkungan sekitar.

Menurut Khairunas, keteladanan guru memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak. Ketika guru menunjukkan kepedulian, siswa memiliki contoh nyata yang dapat mereka ikuti.

Oleh sebab itu, sekolah perlu menjaga konsistensi pendidikan karakter. Tidak cukup hanya memberikan penjelasan tentang kepedulian sosial. Sekolah juga perlu memberi ruang kepada siswa untuk mempraktikkannya.

“Dengan begitu kita akan bisa melahirkan generasi intelektual, tapi juga generasi yang spiritual dan memiliki kepedulian sosial dan tanggungjawab kepada sesama,” imbuhnya.

UPZ Tak Sekadar Menghimpun Zakat

Lebih lanjut, Pemkab Solok Selatan ingin melihat UPZ sekolah menjalankan fungsi yang lebih luas. UPZ dapat membantu sekolah mengenalkan nilai berbagi sekaligus membangun kesadaran siswa terhadap kondisi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat memahami bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki manfaat sosial. Mereka juga dapat belajar bahwa kepedulian tidak berhenti pada pemahaman, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan.

Dengan demikian, keberadaan UPZ dapat memperkuat hubungan antara pendidikan agama dan pendidikan karakter. Sekolah pun memiliki ruang tambahan untuk menanamkan nilai sosial kepada peserta didik.

Pemkab Solok Selatan Perkuat Sinergi

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mendorong penguatan tata kelola zakat di daerah. Pemkab ingin membangun kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama hingga tingkat nagari.

Baca Juga :  Bendera Merah Putih Mulai Bertebaran di Solok Selatan Jelang HUT RI ke-81

Kolaborasi tersebut dapat memperluas edukasi zakat sekaligus memperkuat pengelolaan dana umat. Selain itu, keterlibatan sekolah dapat membantu pemerintah mengenalkan budaya berbagi kepada generasi muda.

Pemkab Solok Selatan berharap sinergi tersebut mampu mendorong masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera. Pada saat yang sama, sekolah dapat mengambil peran dalam menyiapkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual dan kepedulian sosial.

Karena itu, penguatan UPZ sekolah memiliki makna yang lebih luas. Pemerintah tidak hanya melihatnya sebagai kegiatan penghimpunan zakat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda Solok Selatan.

FAQ

Apa fungsi UPZ sekolah?

UPZ sekolah membantu pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah. Selain itu, UPZ dapat menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kepedulian sosial siswa.

Mengapa UPZ penting bagi pendidikan karakter?

UPZ memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami sekaligus mempraktikkan nilai berbagi. Dengan pengalaman tersebut, siswa dapat membangun kepedulian dan tanggung jawab sosial.

Apa peran guru dalam penguatan UPZ sekolah?

Guru dapat memberikan pemahaman kepada siswa sekaligus menjadi teladan dalam menerapkan nilai keimanan dan kepedulian sosial.

Siapa yang diajak Pemkab Solok Selatan berkolaborasi?

Pemkab Solok Selatan mendorong kerja sama dengan Baznas dan Kementerian Agama hingga tingkat nagari untuk memperkuat edukasi serta pengelolaan zakat.

Apa tujuan utama penguatan UPZ sekolah?

Pemkab Solok Selatan ingin mendorong lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, peduli terhadap sesama, dan memiliki tanggung jawab sosial.(Tim)

Berita Terkait

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi
Dari Sungai Liuk ke Kursi Profesor, Toni Indrayadi Raih Guru Besar Bahasa Inggris IAIN Kerinci
Khairunas Gerak Cepat Siapkan APBD 2027, OPD Solok Selatan Diminta Jangan Lengah Awasi Program
Jelang Pilwana Solok Selatan, Satlinmas Diingatkan Tetap Netral
Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya
Bukan Sekadar Seremoni, Haornas 2026 Ajak Warga Solok Selatan Lebih Aktif Bergerak
Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, Warga Pudak Bersama Mahasiswa Unja Sulap Limbah Jadi Biochar
THP P3K Solsel Berpeluang Naik 2027, Pemkab Masih Hitung Kekuatan APBD
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:19 WIB

Bukan Sekadar Zakat, UPZ Sekolah Solok Selatan Jadi Jalan Bentuk Karakter Siswa

Selasa, 15 September 2026 - 09:54 WIB

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Senin, 14 September 2026 - 14:19 WIB

Khairunas Gerak Cepat Siapkan APBD 2027, OPD Solok Selatan Diminta Jangan Lengah Awasi Program

Kamis, 10 September 2026 - 08:00 WIB

Jelang Pilwana Solok Selatan, Satlinmas Diingatkan Tetap Netral

Rabu, 9 September 2026 - 20:30 WIB

Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya

Berita Terbaru

Pendidikan

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:54 WIB