Bupati Annisa Bawa Agenda Dharmasraya ke Meja Menteri AHY, Ini yang Dibahas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 19:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus mencari ruang untuk memperkuat penanganan kawasan permukiman sekaligus menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani membawa agenda tersebut saat mengikuti Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Forum nasional itu mempertemukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencari pola kerja yang lebih terpadu dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman. Bagi Dharmasraya, pertemuan tersebut membuka peluang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin forum yang mempertemukan sejumlah menteri, wakil menteri, serta kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Bupati Annisa mengikuti agenda tersebut bersama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Dharmasraya, Silaturahim.

Annisa Ikuti Arah Kebijakan Pemerintah Pusat

Forum tersebut menyoroti kebutuhan pemerintah untuk menangani kawasan permukiman kumuh melalui kerja lintas sektor. Sebab, persoalan permukiman tidak hanya menyangkut kondisi bangunan rumah.

Masyarakat juga membutuhkan akses air minum yang memadai, sanitasi yang sehat, drainase yang berfungsi, serta sistem pengelolaan sampah yang baik. Selain itu, pemerintah perlu menjaga kualitas lingkungan agar kawasan permukiman mampu mendukung kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, pemerintah pusat mendorong setiap sektor untuk membangun koordinasi yang lebih kuat. Pemerintah daerah kemudian dapat menyesuaikan kebijakan dan programnya dengan arah tersebut.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut mengikuti forum tersebut. Kehadiran sejumlah pejabat pemerintah pusat dan kepala daerah memperkuat ruang koordinasi untuk membangun pola penanganan permukiman yang lebih menyeluruh.

Baca Juga :  Bupati Annisa Evaluasi Program Dharmasraya Juara, Ruangguru Hadirkan Monitoring Belajar Real Time

Regulasi Dorong Koordinasi Antar sektor

Selain forum koordinasi, agenda tersebut juga mencakup penandatanganan secara seremonial Rancangan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tentang Sinkronisasi dan Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu.

Rancangan regulasi itu mendorong pemerintah untuk mengintegrasikan berbagai program dalam menangani kawasan permukiman kumuh. Dengan demikian, pemerintah tidak lagi melihat persoalan tersebut dari satu sektor saja.

Pendekatan lintas sektor juga memungkinkan pemerintah menghubungkan pembangunan rumah dengan penyediaan infrastruktur dasar. Misalnya, program perumahan dapat berjalan bersama peningkatan sanitasi, air minum, drainase, persampahan, dan kualitas lingkungan.

Selanjutnya, koordinasi yang kuat dapat membantu pemerintah menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pola tersebut juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga.

Dharmasraya Perkuat Hubungan dengan Pemerintah Pusat

Bupati Annisa memanfaatkan forum tersebut untuk mengikuti perkembangan kebijakan nasional terkait perumahan dan kawasan permukiman. Pemkab Dharmasraya juga dapat menggunakan hasil koordinasi tersebut sebagai bahan untuk memperkuat program daerah.

Langkah itu menjadi penting karena pembangunan kawasan permukiman membutuhkan keterlibatan banyak sektor. Pemerintah daerah tidak cukup hanya memperbaiki hunian, tetapi juga perlu memastikan lingkungan sekitar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah pusat dapat membuka ruang bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara lebih terarah. Dharmasraya pun memiliki kesempatan memperkuat sinergi dalam menjalankan program yang berkaitan dengan perumahan, infrastruktur dasar, dan lingkungan.

Penanganan Kumuh Butuh Program Terpadu

Penanganan kawasan permukiman kumuh membutuhkan perencanaan yang saling terhubung. Pemerintah perlu melihat kondisi rumah, lingkungan, akses pelayanan dasar, serta kebutuhan masyarakat secara bersamaan.

Baca Juga :  QR Code Jadi Mata Baru Peternakan Dharmasraya, SIDIK TERNAK Bikin Data Ternak Makin Cepat dan Akurat

Karena itu, kolaborasi antar sektor menjadi kunci. Ketika setiap instansi menjalankan program dengan arah yang sama, pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

Bagi Pemkab Dharmasraya, forum nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi pembangunan. Pemerintah daerah dapat terus mengembangkan komunikasi dengan pemerintah pusat agar program peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman berjalan sesuai kebutuhan daerah.

FAQ

Apa yang dilakukan Bupati Annisa Suci Ramadhani di Jakarta?

Bupati Annisa mengikuti Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang membahas strategi penanganan kawasan permukiman secara lintas sektor.

Siapa yang memimpin forum tersebut?

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin forum tersebut.

Siapa yang mendampingi Bupati Annisa?

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Dharmasraya, Silaturahim, mendampingi Bupati Annisa dalam forum tersebut.

Apa saja persoalan yang berkaitan dengan permukiman kumuh?

Persoalan tersebut mencakup kualitas hunian, akses air minum, sanitasi, drainase, persampahan, kualitas lingkungan, serta kondisi kehidupan masyarakat.

Mengapa pemerintah membutuhkan kolaborasi lintas sektor?

Pemerintah membutuhkan kolaborasi karena penanganan permukiman kumuh mencakup banyak bidang. Setiap sektor perlu menyatukan program agar pembangunan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Apa manfaat forum tersebut bagi Dharmasraya?

Forum tersebut memberi ruang bagi Pemkab Dharmasraya untuk mengikuti arah kebijakan pemerintah pusat, memperkuat komunikasi dengan kementerian, dan menyelaraskan program daerah terkait perumahan serta kawasan permukiman.(Tim)

Berita Terkait

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya
Bupati Annisa Perluas Bantuan Gizi Ibu, 1.469 Warga Dharmasraya Masuk Program
Hadapi Kabut Asap dan Kekeringan, Bupati Annisa Ajak Warga Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa
Empat Dekade Menanti, Jalan Tarantang Dharmasraya Akhirnya Beraspal di Era Bupati Annisa
Bupati Annisa Temukan Sawit di Lahan Bekas Karhutla Bukit Lantak Dharmasraya, Polisi Selidiki
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Kabut Asap Ancam Kesehatan Siswa, 15 Puskesmas Dharmasraya Turun Tangan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Bupati Annisa Perluas Bantuan Gizi Ibu, 1.469 Warga Dharmasraya Masuk Program

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Hadapi Kabut Asap dan Kekeringan, Bupati Annisa Ajak Warga Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Empat Dekade Menanti, Jalan Tarantang Dharmasraya Akhirnya Beraspal di Era Bupati Annisa

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB