RI Kantongi 150 Juta Barel Minyak Rusia, Harga Khusus

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengamankan pasokan besar minyak mentah dari Rusia sebanyak 150 juta barel. Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyebut kesepakatan ini memberi keuntungan karena Indonesia memperoleh harga khusus di tengah ketidakpastian global.

Hasil Pertemuan Prabowo dan Putin

Hashim menjelaskan, kesepakatan ini lahir dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, pada 13 April 2026. Dalam pertemuan selama tiga jam itu, kedua pemimpin membahas kerja sama energi strategis.

“Presiden Prabowo bertemu Presiden Putin dan langsung mendapat komitmen pengiriman 100 juta barel minyak dengan harga khusus,” kata Hashim dalam acara Economic Briefing 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Rusia kemudian menambah komitmen sebesar 50 juta barel sebagai opsi tambahan jika Indonesia membutuhkan pasokan lebih besar.

Cadangan Energi untuk Hadapi Gejolak

Hashim menegaskan, pemerintah akan menyimpan minyak tersebut di dalam negeri sebagai cadangan strategis. Langkah ini bertujuan menjaga ketahanan energi nasional dari dampak gejolak global, terutama konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Danantara Pecah Pakem, Aturan Baru Beri Jalan Bentuk Banyak Holding BUMN Sekaligus

“Kita siapkan cadangan ini untuk menghadapi risiko ekonomi dunia dan gangguan pasokan energi,” ujarnya.

Menurutnya, kepastian pasokan dalam jumlah besar akan memberi ruang bagi Indonesia untuk lebih stabil dalam mengelola kebutuhan energi, terutama saat harga minyak dunia berfluktuasi tajam.

Harga Khusus Jadi Keuntungan

Meski tidak merinci angka pasti, Hashim memastikan Indonesia mendapat harga di bawah pasar internasional. Ia menyebut skema harga khusus ini menjadi salah satu hasil penting dari diplomasi energi pemerintah.

Harga minyak global yang cenderung naik akibat ketegangan geopolitik membuat kesepakatan ini dinilai strategis. Dengan harga lebih murah, pemerintah dapat menekan beban subsidi energi dan menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri.

Peran Kementerian ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, ikut mendampingi kunjungan ke Rusia. Ia melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, untuk membahas detail teknis kerja sama.

Baca Juga :  China Naikkan Harga BBM di Tengah Gejolak Minyak Global

Bahlil memastikan Indonesia tidak hanya memperoleh minyak mentah, tetapi juga potensi pasokan LPG dari Rusia. Ia menilai kerja sama ini membuka peluang jangka panjang dalam sektor energi.

“Kita pastikan pasokan energi aman, baik minyak mentah maupun LPG,” kata Bahlil.

Strategi Jangka Panjang Energi RI

Pemerintah melihat kerja sama ini sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Indonesia tidak hanya bergantung pada satu sumber, tetapi mulai memperluas jaringan pasokan global.

Langkah ini juga menunjukkan pendekatan aktif pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik dunia. Dengan mengamankan pasokan sejak dini, Indonesia berupaya menghindari dampak krisis energi yang pernah terjadi di berbagai negara.

Kesepakatan dengan Rusia menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan kebutuhan energi domestik tetap terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu
Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Berita Terbaru