Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mempercepat transformasi koperasi dengan membuka akses ke industri kelapa sawit. Kini, koperasi tidak lagi hanya mengelola kebun, tetapi juga mulai memasuki sektor pengolahan dan hilirisasi.

Melalui strategi tersebut, pemerintah ingin menghadirkan koperasi sebagai pelaku utama dalam rantai bisnis sawit. Karena itu, koperasi akan mengelola proses mulai dari panen, pengolahan crude palm oil (CPO), hingga produksi minyak goreng.

Selain memperkuat ekonomi kerakyatan, langkah ini juga membuka peluang bagi petani untuk memperoleh nilai tambah yang lebih besar. Dengan demikian, petani tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga menikmati keuntungan dari proses pengolahan.

Pabrik CPO Menjadi Langkah Awal

Sebagai tahap awal, Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO milik koperasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan pabrik tersebut berdiri di kawasan perkebunan sawit seluas sekitar 3.100 hektare. Selain itu, fasilitas tersebut mampu mengolah CPO hingga 60 ton setiap jam.

Selanjutnya, pemerintah akan menjadikan proyek itu sebagai model pengembangan koperasi sawit di berbagai daerah. Untuk mempercepat program tersebut, Kementerian Koperasi menggandeng PT Agrinas Palma Nusantara.

Koperasi Perluas Bisnis hingga Hilir

Pemerintah tidak berhenti pada pembangunan pabrik CPO. Sebaliknya, pemerintah juga mendorong koperasi mengembangkan industri hilir agar mampu menghasilkan berbagai produk bernilai tambah.

Baca Juga :  Panduan Perpanjangan SIM: Syarat, Biaya, dan Cara

Menurut Ferry, koperasi memiliki peluang besar untuk membangun pabrik pengolahan sawit sekaligus memproduksi minyak makan merah, minyak goreng, dan produk turunan lainnya.

Selanjutnya, jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memasarkan berbagai produk tersebut kepada masyarakat. Karena itu, koperasi dapat memperoleh sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat usahanya.

Pemerintah Ingin Kurangi Dominasi Swasta

Selama ini, perusahaan swasta menguasai sebagian besar rantai industri sawit, mulai dari perkebunan, pabrik CPO, hingga produk turunannya.

Kini, pemerintah ingin memperluas peran koperasi agar mampu bersaing dalam industri tersebut. Oleh sebab itu, koperasi akan mengelola pabrik sendiri dan mengolah hasil panen tanpa bergantung pada perusahaan lain.

Langkah tersebut juga meningkatkan posisi tawar petani. Selain itu, koperasi dapat menikmati keuntungan yang sebelumnya hanya mengalir ke sektor swasta.

Arahan Presiden Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Ferry menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar koperasi mengambil peran lebih besar dalam sektor-sektor strategis nasional.

Karena itu, pemerintah tidak lagi menempatkan koperasi sebagai pelengkap. Sebaliknya, pemerintah menyiapkan koperasi sebagai pelaku usaha yang menguasai seluruh rantai bisnis sawit, mulai dari kebun, pabrik, hingga pemasaran produk akhir.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap koperasi tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Petani Berpeluang Menikmati Nilai Tambah

Ferry mengaku masih menerima banyak keluhan dari petani sawit. Meskipun menghasilkan bahan baku minyak goreng, banyak petani justru kesulitan memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  Usulan Gaji PPPK Paruh Waktu Capai Rp 2 Juta Lebih

Karena itu, pemerintah membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi. Koperasi akan mengolah tandan buah segar menjadi CPO, kemudian memproduksi minyak makan merah dan minyak goreng sebelum memasarkannya melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pada akhirnya, model tersebut akan memperpendek rantai distribusi, meningkatkan efisiensi usaha, memperbesar keuntungan koperasi, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi petani sawit.

FAQ

Mengapa pemerintah mendorong koperasi masuk industri sawit?

Pemerintah ingin memperkuat koperasi, meningkatkan nilai tambah hasil sawit, serta memperbesar pendapatan petani melalui penguasaan rantai bisnis dari hulu hingga hilir.

Di mana lokasi pabrik CPO koperasi pertama?

Pabrik tersebut berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kapan pemerintah meresmikan pabrik tersebut?

Pemerintah menargetkan peresmian pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

Berapa kapasitas produksi pabrik CPO koperasi?

Pabrik tersebut mampu mengolah CPO hingga 60 ton per jam.

Produk apa yang akan dihasilkan koperasi?

Koperasi akan menghasilkan CPO, minyak makan merah, minyak goreng, dan berbagai produk turunan kelapa sawit lainnya.

Apa manfaat program ini bagi petani?

Program ini memperkuat posisi tawar petani, mengurangi ketergantungan pada perusahaan swasta, meningkatkan nilai tambah hasil panen, dan membuka peluang pendapatan yang lebih besar melalui koperasi.(Tim)

Berita Terkait

Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Berita Terbaru

Oplus_0

Pesisir Selatan

Dua ASN Kominfo Pessel Promosi, Ini Jabatan Baru Yendi dan Silfia

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:17 WIB