Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Iran mencatat sejarah baru setelah untuk pertama kalinya menerima pendapatan dari penerapan tarif tol kapal yang melintas di Selat Hormuz. Wakil Juru Bicara Parlemen Iran, Hamidreza Haji-Babaei, mengonfirmasi dana tersebut langsung masuk ke rekening Bank Sentral Iran.

Ia menyebutkan pemerintah mulai memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati jalur strategis tersebut dan langsung menyalurkan hasilnya ke sistem keuangan negara.

Langkah ini menandai kebijakan baru Iran dalam mengelola salah satu jalur pelayaran minyak paling sibuk di dunia.

Iran Tegaskan Sikap atas Selat Hormuz

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Teheran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih melakukan blokade melalui kehadiran angkatan lautnya di kawasan tersebut.

Ghalibaf menilai tindakan militer Amerika telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya kedua negara sepakati. Ia juga menekankan bahwa pembukaan kembali jalur strategis itu hanya mungkin terjadi jika situasi keamanan kembali normal.

Baca Juga :  Prancis Krisis BBM, 18% SPBU Lumpuh Akibat Pembatasan Harga

“Gencatan senjata tidak memiliki arti jika pihak lain tetap melanggar melalui blokade laut,” kata Ghalibaf melalui akun media sosialnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, meskipun kedua pihak masih membuka ruang dialog diplomatik.

Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu yang jelas. Keputusan itu muncul hanya beberapa jam sebelum kesepakatan sebelumnya berakhir.

Langkah tersebut menunjukkan upaya kedua negara untuk menahan eskalasi konflik, meskipun ketegangan di lapangan masih berlangsung, terutama di kawasan Teluk.

Pemerintah Amerika sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah manuver militer di sekitar perairan strategis Timur Tengah, yang terus memicu reaksi keras dari Iran.

Negosiasi Lanjutan Berpotensi Digelar di Pakistan

Di tengah situasi yang masih tegang, laporan media internasional menyebutkan bahwa putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Rusia Kirim Bantuan ke Iran, Perintah Presiden Vladimir Putin

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif disebut berperan sebagai mediator dalam proses perundingan tersebut. Ia sebelumnya ikut membantu tercapainya kesepakatan gencatan senjata pada 7 April 2026.

Presiden Trump juga mengisyaratkan kemungkinan tersebut ketika menanggapi pertanyaan media, meskipun Gedung Putih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai lokasi pertemuan.

Selat Hormuz Jadi Titik Strategis Dunia

Selat Hormuz kembali menjadi sorotan global karena posisinya yang sangat strategis sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Setiap ketegangan di kawasan ini langsung berdampak pada pasar energi global dan stabilitas geopolitik.

Dengan kebijakan tarif tol baru, Iran mempertegas kontrolnya atas jalur tersebut sekaligus meningkatkan tekanan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

Situasi ini membuat dunia internasional terus memantau perkembangan di kawasan Teluk, terutama terkait kemungkinan dampak terhadap pasokan energi global dan stabilitas harga minyak.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Ribuan Pelamar Rela Antre 2 Kilometer Sejak Subuh, Gaji Awal Pekerjaan Ini Tembus Rp15 Juta
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Tertekan dan Pasar Bersiap Hadapi Perubahan Besar
Iran Bersiap Masuk Era Baru, Investasi Rp5.310 Triliun Mengalir Usai Kesepakatan Damai dengan AS
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:00 WIB

Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia

Berita Terbaru