JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat menindaklanjuti operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim, H Edison. Setelah mengumpulkan bukti dan memeriksa pihak terkait, penyidik KPK langsung menggelar perkara pada Senin malam (8/6/2026).
Kemudian, hasil ekspose membawa kasus ini naik ke tahap lebih serius. KPK menemukan bukti permulaan yang cukup kuat sehingga penyidik memutuskan meningkatkan status penanganan perkara sekaligus menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.
Selanjutnya, langkah ini menandai babak baru dalam pengungkapan dugaan korupsi yang diduga berkaitan dengan proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Sementara itu, publik masih menunggu pengumuman resmi mengenai identitas para tersangka yang KPK sampaikan dalam konferensi pers.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim penyidik menyelesaikan gelar perkara setelah rangkaian OTT di wilayah Sumatera Selatan.
“Terkait rangkaian peristiwa tertangkap tangan dalam penyelidikan tertutup di wilayah Sumatera Selatan, malam tadi, telah dilakukan ekspose,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).
Bukti Awal Menguat, KPK Naikkan Status Perkara
Budi kemudian menegaskan bahwa hasil gelar perkara menunjukkan kecukupan bukti permulaan untuk melanjutkan proses hukum ke tahap penyidikan.
Oleh karena itu, penyidik KPK langsung melanjutkan langkah hukum terhadap para pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.
“Untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangkanya,” kata Budi.
Namun demikian, KPK belum mengumumkan identitas maupun jumlah pasti tersangka. Selanjutnya, lembaga antirasuah itu memilih menyampaikan seluruh detail perkara dalam konferensi pers resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore.
Di sisi lain, KPK tetap mengacu pada prosedur penanganan perkara agar setiap informasi yang sampai ke publik bersifat lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dugaan Korupsi Mengarah ke Proyek Dinas Pendidikan
Lebih lanjut, Budi mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang sedang penyidik dalami.
“Dalam perkara ini, dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim,” tutur Budi.
Dengan demikian, penyidik kini fokus menelusuri proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Selain itu, tim juga menelusuri aliran dana, pola transaksi, serta keterlibatan pihak-pihak terkait dalam proses pengadaan tersebut.
Kemudian, penyidik turut menghubungkan dugaan transaksi antara pejabat daerah dan pihak swasta yang ikut terjaring dalam operasi senyap.
Edison Dibawa ke Jakarta untuk Pemeriksaan
Sementara itu, KPK membawa Bupati Muara Enim Edison dari Sumatera Selatan ke Jakarta pada Selasa pagi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Petugas KPK memberangkatkan Edison sekitar pukul 06.15 WIB, lalu menjadwalkan kedatangannya di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 07.25 WIB.
Sebelumnya, tim penindakan KPK menggelar operasi senyap pada 7 hingga 8 Juni 2026 di sejumlah lokasi di Sumatera Selatan dan Jakarta. Dalam operasi itu, tim menangkap 10 orang.
Dari jumlah tersebut, lima orang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Bupati Edison. Sementara itu, lima orang lainnya berasal dari kalangan swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara.
Uang Ratusan Juta Jadi Barang Bukti
Selain mengamankan para pihak, tim KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah.
Saat ini, penyidik terus menghitung jumlah uang tersebut sekaligus menelusuri kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang mereka tangani.
Selanjutnya, barang bukti ini berpotensi memperkuat konstruksi perkara serta membantu penyidik mengurai pola aliran dana dalam proyek pengadaan yang sedang diperiksa.
KPK menegaskan bahwa penyidikan akan terus berkembang seiring pemeriksaan saksi, analisis dokumen, dan pendalaman barang bukti yang sudah mereka amankan.
FAQ
Siapa saja yang terjaring dalam OTT KPK di Muara Enim?
KPK mengamankan 10 orang yang terdiri dari lima pejabat Pemkab Muara Enim dan lima pihak swasta.
Apakah KPK sudah menetapkan tersangka?
Ya. Setelah gelar perkara, KPK menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup.
Kasus ini terkait apa?
Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Apakah ada barang bukti yang diamankan?
Ya. KPK mengamankan uang tunai senilai ratusan juta rupiah dalam operasi tersebut.
Kapan KPK mengumumkan identitas tersangka?
KPK menjadwalkan pengumuman resmi dalam konferensi pers pada Selasa sore.(Tim)









