Jakarta –
Aktivitas ekonomi Indonesia masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi besar, terutama di Pulau Jawa. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) tahun 2025, DKI Jakarta memimpin kontribusi ekonomi nasional. Sementara itu, Jawa Timur dan Jawa Barat mengikuti di posisi berikutnya.
DKI Jakarta Jadi Kontributor Terbesar
DKI Jakarta mencatat nilai PDRB tertinggi, yaitu Rp3.926 triliun. Dalam hal ini, sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa keuangan mendominasi aktivitas ekonomi ibu kota. Dengan capaian tersebut, Jakarta menyumbang 16,5% dari total PDB nasional. Hal ini menegaskan peran Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia.
Jawa Barat dan Jawa Tengah Mempertahankan Dominasi
Di sisi lain, Jawa Barat mencatat PDRB Rp3.038 triliun. Sementara itu, Jawa Tengah menempati peringkat keempat dengan nilai Rp1.943 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa provinsi-provinsi di Pulau Jawa tetap menggerakkan aktivitas ekonomi nasional. Selain itu, sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan ini.
Peran Provinsi Luar Jawa Semakin Signifikan
Meski Pulau Jawa masih mendominasi, beberapa provinsi di luar Jawa ternyata memberikan kontribusi besar. Sumatera Utara dan Riau menempati peringkat lima besar nasional dengan PDRB masing-masing Rp1.236 triliun dan Rp1.201 triliun.
Lebih rinci, Sumatera Utara menggerakkan ekonominya melalui industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Sementara itu, Riau mengandalkan pertambangan, pengolahan, dan pertanian untuk menopang ekonominya. Dengan kata lain, kedua provinsi ini menjadi kekuatan ekonomi penting di luar Pulau Jawa.
Kalimantan Timur Siap Tingkatkan Peran Ekonomi
Kalimantan Timur menempati posisi delapan nasional dengan PDRB Rp889 triliun. Meskipun demikian, provinsi ini memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang besar. Dengan adanya pengembangan kawasan industri dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur diprediksi meningkatkan kontribusi ekonominya di masa depan.
Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan Masuk Sepuluh Besar
Sulawesi Selatan mencatat PDRB Rp753 triliun. Sektor perdagangan, pertanian, dan konstruksi mendorong pertumbuhan ekonominya. Sumatera Selatan berada di posisi sepuluh besar dengan PDRB Rp720 triliun. Sementara itu, industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan mendorong ekonomi provinsi ini. Dengan demikian, kedua provinsi memperkuat peta ekonomi nasional di luar Pulau Jawa.
Kesimpulan: Jawa Masih Jadi Pusat, Luar Jawa Mulai Tumbuh
Secara keseluruhan, data PDRB ADHB 2025 menunjukkan aktivitas ekonomi Indonesia masih terkonsentrasi di beberapa provinsi strategis. Pulau Jawa tetap menjadi pusat utama. Namun, beberapa provinsi di luar Jawa mulai tumbuh signifikan dan memiliki potensi untuk lebih berperan dalam ekonomi nasional. Dengan kata lain, peta ekonomi Indonesia perlahan menyebar, meski Jawa tetap menjadi jantungnya.