Cara Tepat Fermentasi Pupuk Kandang Berkualitas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Petani kini memberi perhatian lebih pada fermentasi pupuk kandang dalam praktik pertanian modern. Selain itu, banyak petani mulai memahami peran penting proses ini. Fermentasi bukan sekadar tahap tambahan. Proses ini menentukan kualitas pupuk sebelum petani gunakan di lahan.

Tanaman sering mengalami layu, akar terbakar, dan pertumbuhan terhambat. Namun, kondisi itu bukan karena pupuk kandang berkualitas buruk. Sebaliknya, petani menggunakan pupuk yang belum melalui fermentasi sempurna. Oleh karena itu, petani harus memahami teknik fermentasi yang tepat agar hasil tanam optimal.

Fermentasi Menentukan Keamanan Pupuk Sejak Awal

Fermentasi menurunkan panas alami pada pupuk kandang segar melalui proses biologis. Pada dasarnya, kotoran ternak baru masih memiliki suhu tinggi karena aktivitas mikroorganisme dan pembusukan awal.

Jika petani langsung menggunakan pupuk segar, panas akan merusak akar tanaman. Bahkan, panas bisa mematikan tanaman. Melalui fermentasi, petani menstabilkan suhu pupuk. Proses ini membuat pupuk lebih aman bagi tanaman.

Fermentasi Membentuk Humus dan Memperbaiki Struktur Tanah

Fermentasi menguraikan bahan kasar seperti serat pakan, jerami, dan kotoran padat. Proses ini menghasilkan humus halus. Dengan demikian, tanah memperoleh bahan organik berkualitas.

Humus memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan daya simpan air.

Akibatnya, tanah menjadi lebih gembur dan subur. Tanah juga menjadi lebih mudah petani olah.

Fermentasi Menekan Risiko Penyakit dan Gulma

Fermentasi optimal menekan bibit penyakit dan biji gulma. Selanjutnya, patogen tidak mampu bertahan hidup. Risiko penyakit tanaman pun menurun.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Jambi Perkuat Sistem Arsip ke ANRI

Selain itu, tanaman lebih mudah menyerap pupuk fermentasi. Proses fermentasi mengurai unsur hara menjadi bentuk siap serap. Kondisi ini membuat pupuk bekerja lebih efektif.

Bahan Utama Fermentasi Pupuk Kandang

Kotoran Hewan Menjadi Sumber Unsur Hara

Petani menggunakan kotoran sapi, kambing, ayam, atau kerbau sebagai sumber hara utama. Namun, kotoran segar masih mengandung panas tinggi. Karena itu, petani harus melakukan fermentasi terlebih dahulu.

Bahan Kaya Karbon Menyeimbangkan Fermentasi

Sekam padi, jerami, dan serbuk gergaji menyeimbangkan karbon dan nitrogen. Tanpa bahan karbon, pupuk menjadi terlalu basah. Bau juga menjadi lebih menyengat.

Dekomposer Mempercepat Penguraian

Petani menambahkan dekomposer yang mengandung mikroorganisme pengurai. Dekomposer mempercepat fermentasi dan meratakan proses penguraian bahan organik.

Molase dan Air Mendukung Aktivitas Mikroba

Petani menambahkan molase atau gula merah sebagai sumber energi mikroorganisme. Sementara itu, petani menggunakan air untuk menjaga kelembapan bahan fermentasi.

Terpal Menjaga Stabilitas Fermentasi

Petani menutup tumpukan pupuk menggunakan terpal. Terpal menjaga suhu dan kelembapan. Terpal juga melindungi bahan dari hujan dan sinar matahari.

Tahapan Proses Fermentasi Pupuk Kandang Pencampuran Bahan Utama

Petani mencampur kotoran hewan dengan bahan karbon. Setelah itu, petani mengaduk bahan hingga merata. Petani memastikan tidak ada bagian terlalu basah atau terlalu kering.

Pembuatan Larutan Aktivator

Petani mencampur air bersih, dekomposer, dan molase. Petani menggunakan dosis sekitar 5 ml per liter air. Kemudian, petani mengaduk larutan hingga tercampur sempurna.

Baca Juga :  AHY Lepas 118 Peserta Mudik Kemenko Infrastruktur

Penyiraman Larutan Aktivator

Petani menyiram larutan sedikit demi sedikit. Petani mengaduk bahan saat penyiraman berlangsung. Cara ini menjaga kelembapan pupuk tetap ideal.

Pengadukan Menyeluruh

Petani mengaduk bahan dari bawah ke atas. Cara ini membantu mikroorganisme bekerja merata. Semua bagian pupuk menerima aktivator.

Proses Penutupan dan Fermentasi

Petani menutup tumpukan pupuk menggunakan terpal. Selanjutnya, petani membiarkan fermentasi berlangsung minimal 14 hari. Petani biasanya mendapatkan hasil terbaik dalam 21–30 hari.

Ciri Pupuk Kandang Matang Suhu Menjadi Stabil

Pupuk matang memiliki suhu dingin atau sama dengan suhu lingkungan. Kondisi ini menandakan fermentasi telah selesai.

Aroma Berubah Menjadi Bau Tanah

Bau menyengat hilang dan berubah menjadi aroma tanah atau humus. Kondisi ini menandakan pupuk aman untuk tanaman.

Tekstur Menjadi Halus dan Gembur

Pupuk matang memiliki tekstur remah. Bahan kasar sudah terurai. Kondisi ini memudahkan petani saat aplikasi pupuk.

Warna Menjadi Lebih Gelap

Pupuk matang memiliki warna cokelat tua hingga hitam. Warna ini menandakan bahan organik sudah terurai sempurna.

Fermentasi Mendukung Pertanian Berkelanjutan

Pupuk fermentasi tidak membuat tanaman stres. Sebaliknya, pupuk membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan stabil. Pada akhirnya, fermentasi membantu petani menghasilkan pupuk organik berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

 

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

DPR Siapkan Revisi UU Pemilu, Komisi II Buka Ruang Publik
Babak Baru Skandal MBG, Kejagung Tahan Tiga Eks Bos BGN
Belum Ada Jadwal Resmi, Calon ASN Kini Bisa Latihan CAT Gratis
Kejagung Geledah Kantor BGN, Aktivitas Lumpuh
PT DSI Ambil Peran Ekspor SDA, DPR Ingatkan Birokrasi Berpotensi Hambat Arus Dagang
Pancasila di Era Digital: Generasi Muda Soroti Jarak antara Nilai dan Praktik Sosial
Era Baru Pengawasan Ekspor Dimulai, PT DSI Mulai Kumpulkan Laporan Sawit dan Batu Bara
Cukup Senyum, Nomor HP Baru Langsung Aktif: Registrasi SIM Card Pakai Wajah Mulai Berlaku 1 Juli 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

DPR Siapkan Revisi UU Pemilu, Komisi II Buka Ruang Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:27 WIB

Babak Baru Skandal MBG, Kejagung Tahan Tiga Eks Bos BGN

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Belum Ada Jadwal Resmi, Calon ASN Kini Bisa Latihan CAT Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN, Aktivitas Lumpuh

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

PT DSI Ambil Peran Ekspor SDA, DPR Ingatkan Birokrasi Berpotensi Hambat Arus Dagang

Berita Terbaru