Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro setelah tim penyidik menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Langkah tersebut membawa kasus dugaan korupsi di Kabupaten Pemalang ke tahap penyidikan yang lebih serius.

Selain menahan Anom, penyidik juga memasukkan tiga orang lainnya ke rumah tahanan KPK. Kini, penyidik terus mengembangkan perkara untuk mengungkap aliran uang, peran setiap pihak, serta dugaan tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Sementara itu, KPK mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai lebih dari Rp2 miliar. Penyidik juga menelusuri dugaan penerimaan uang dari proyek pemerintah daerah dan indikasi praktik jual beli jabatan.

Anom Keluar dari Ruang Pemeriksaan

Anom meninggalkan ruang pemeriksaan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 08.34 WIB, Kamis (30/7/2026). Ia mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, sementara petugas memasang borgol di kedua tangannya sebelum mengawalnya menuju mobil tahanan.

Selanjutnya, petugas membawa Anom bersama tiga tersangka lainnya ke rumah tahanan untuk menjalani proses hukum.

KPK Menahan Empat Orang

KPK tidak hanya menahan Anom Widiyantoro. Penyidik juga menahan tiga orang lain yang ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan awal, penyidik langsung membawa keempat tersangka menggunakan mobil tahanan KPK. Dengan demikian, proses penyidikan kini memasuki tahapan lanjutan.

Baca Juga :  OTT KPK Guncang Sukoharjo, Dugaan Pemerasan Perangkat Daerah Seret Bupati Etik Suryani

Penyidik Menyita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

Di sisi lain, penyidik menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar sebagai barang bukti awal. Tim KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti lain untuk memperkuat proses penyidikan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan temuan tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan.

“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai sejumlah lebih dari Rp 2 miliar. Dan tentunya barang bukti-barang bukti lainnya juga diamankan dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan ini,” kata Budi Prasetyo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

KPK Fokus Menelusuri Dugaan Korupsi Proyek

Selanjutnya, penyidik memusatkan perhatian pada dugaan penerimaan uang yang berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Namun, KPK belum mengungkap nama proyek maupun nilai dugaan kerugian yang muncul dalam perkara tersebut. Penyidik memilih melengkapi alat bukti sebelum memaparkan konstruksi perkara secara utuh.

“Adapun kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan oleh tim KPK ini diduga berkaitan dengan penerimaan-penerimaan yang dilakukan oleh Bupati berkaitan dengan proyek,” ujar Budi.

Penyidik Juga Menelusuri Dugaan Jual Beli Jabatan

Selain mengusut dugaan korupsi proyek, penyidik juga menelusuri indikasi praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Baca Juga :  Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar

Saat ini, penyidik masih menyusun konstruksi hukum sekaligus mencocokkan seluruh alat bukti. Setelah seluruh proses tersebut selesai, KPK akan memaparkan pasal yang dikenakan kepada para tersangka.

“Apakah itu nanti konstruksi pasalnya adalah penyuapan ataupun pemerasan terkait dengan proyek-proyek di Kabupaten Pemalang, tentu nanti akan dipaparkan dan dibahas dalam ekspose,” ucapnya.

Hingga kini, penyidik terus memeriksa para pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. KPK juga membuka peluang untuk memanggil saksi tambahan apabila penyidikan memerlukan keterangan baru.

FAQ

Mengapa KPK menahan Bupati Pemalang?

KPK menahan Anom Widiyantoro karena penyidik menduga ia menerima uang yang berkaitan dengan proyek pemerintah daerah.

Berapa uang yang disita KPK?

Penyidik menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar sebagai barang bukti awal.

Apakah KPK hanya mengusut dugaan korupsi proyek?

Tidak. Penyidik juga menelusuri dugaan praktik jual beli jabatan yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Berapa orang yang kini menjalani penahanan?

KPK menahan empat orang, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Apa langkah berikutnya dalam perkara ini?

Penyidik akan melanjutkan pemeriksaan saksi, menelusuri aliran uang, melengkapi alat bukti, lalu memaparkan konstruksi perkara secara resmi.(Tim)

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
9 Bulan Jadi Tersangka, Berkas Amrizal Kini P21 dan Masuk Babak Baru
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh, Eks Kadis dan Bendahara Jadi Tersangka, Langsung Ditahan
Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Selasa, 22 September 2026 - 14:00 WIB

9 Bulan Jadi Tersangka, Berkas Amrizal Kini P21 dan Masuk Babak Baru

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Sistem Buka Tutup

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:57 WIB

Oplus_0

Sungai Penuh

Longsor Sako, Jalur Sungai Penuh–Tapan Lumpuh Total

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:27 WIB