23 Juta Peserta BPJS Berpeluang Bebas Tunggakan, Tinggal Tunggu Restu Presiden

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Rencana pemerintah menghapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi jutaan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memasuki tahap akhir. Saat ini, pemerintah hanya menunggu persetujuan Presiden RI Prabowo Subianto sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara resmi.

Kebijakan pemutihan ini berpotensi memberi manfaat kepada sekitar 23 juta peserta yang selama bertahun-tahun belum melunasi kewajiban iuran. Melalui langkah ini, pemerintah ingin membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi sekaligus mendorong peserta kembali aktif dalam program jaminan kesehatan nasional.

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan anggaran dalam jumlah besar untuk menjalankan program tersebut. Dengan dukungan dana dan regulasi yang hampir rampung, pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan kini memasuki fase penentuan.

BPJS Kesehatan Tunggu Keputusan Presiden

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan proses pemutihan tunggakan masih menunggu penandatanganan aturan oleh Presiden.

Menurut Prihati, sekitar 23 juta peserta memiliki tunggakan iuran dengan nilai akumulasi mencapai Rp14 triliun.

“Sekarang belum ditandatangani, kita tunggu ya sama-sama ya. Moga-moga segera ditandatangani,” ujarnya saat ditemui di kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Lebih lanjut, Prihati menjelaskan bahwa program pemutihan akan menyasar peserta yang telah lama menunggak iuran. Setelah pemerintah menghapus tunggakan tersebut, BPJS Kesehatan berharap peserta kembali aktif dan membayar iuran secara rutin.

“Tetapi mereka yang mampu bayar iuran lanjut menjadi peserta aktif dan itu jangan diulangi lagi nunggaknya,” kata Prihati.

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp20 Triliun

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana Rp20 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk mendukung program penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.

Baca Juga :  Perhapi Soroti Ketimpangan Hilirisasi Minerba, Dorong Fokus ke Nikel HPAL dan Bauksit

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyediakan anggaran tersebut sehingga program bisa berjalan setelah seluruh aturan pendukung selesai.

“Untuk tahun 2026 sudah siap. Rp20 triliun itu ada, Rp20 triliun sudah kita anggarkan,” kata Purbaya saat berada di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Oktober 2025.

Karena itu, ketersediaan anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran iuran.

Pemerintah Salurkan Dana ke BPJS

Dalam kesempatan lain, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan dana insentif pemutihan kepada BPJS Kesehatan. Kini, pemerintah hanya perlu menyelesaikan rincian regulasi melalui Peraturan Presiden (Perpres).

“Itu sudah setujui, tinggal mungkin detail peraturan Presiden kalau nggak salah,” ujarnya pada Februari 2026.

Menurut Purbaya, dana yang tersedia memungkinkan BPJS Kesehatan menjalankan program begitu regulasi resmi berlaku.

“Tapi uangnya sudah saya kirim ke BPJS. Jadi mereka bisa eksekusi kapan saja. Saya sudah keluarin kalau nggak salah Rp20 triliun,” kata Purbaya.

Dorong Kepatuhan Peserta JKN

Di samping membantu peserta yang memiliki tunggakan lama, pemerintah juga menargetkan peningkatan kepatuhan pembayaran iuran setelah program pemutihan berjalan.

BPJS Kesehatan menilai kebijakan ini dapat menjadi kesempatan bagi peserta untuk kembali aktif dalam program JKN tanpa terbebani tunggakan masa lalu. Namun, peserta yang memiliki kemampuan finansial tetap harus membayar iuran secara teratur agar status kepesertaan tetap aktif dan tidak kembali menunggak.

Jika Presiden memberikan persetujuan dalam waktu dekat, sekitar 23 juta peserta BPJS Kesehatan yang memiliki tunggakan berpeluang memperoleh keringanan. Dengan demikian, mereka dapat kembali menikmati layanan kesehatan dengan status kepesertaan yang lebih tertata.

Baca Juga :  Purbaya Kritik Biaya Mahal Perbankan Syariah di Indonesia

FAQ

1. Apa itu pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan?

Pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan merupakan kebijakan pemerintah untuk menghapus tunggakan iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memenuhi kriteria tertentu.

2. Kapan pemerintah mulai menerapkan pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan?

Hingga Juni 2026, pemerintah masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebelum menjalankan program tersebut.

3. Berapa jumlah peserta yang berpotensi menerima pemutihan?

BPJS Kesehatan mencatat sekitar 23 juta peserta memiliki tunggakan iuran dan berpotensi masuk dalam program pemutihan.

4. Berapa nilai total tunggakan peserta BPJS Kesehatan?

Nilai akumulasi tunggakan peserta yang tercatat mencapai sekitar Rp14 triliun.

5. Apakah semua peserta yang menunggak akan menerima pemutihan?

Belum tentu. Pemerintah masih menyusun aturan teknis dan kriteria peserta yang berhak menerima manfaat program ini.

6. Berapa anggaran yang pemerintah siapkan untuk program pemutihan?

Pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp20 triliun dalam APBN 2026 untuk mendukung program tersebut.

7. Apakah peserta perlu mendaftar untuk mendapatkan pemutihan?

Sampai saat ini, pemerintah belum mengumumkan mekanisme pendaftaran maupun tata cara pelaksanaannya.

8. Apakah peserta tetap wajib membayar iuran setelah mendapat pemutihan?

Ya. Peserta yang mampu membayar tetap wajib melunasi iuran bulanan agar status kepesertaan tetap aktif.

9. Mengapa pemerintah menghapus tunggakan BPJS Kesehatan?

Pemerintah ingin membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi sekaligus mendorong peserta kembali aktif dalam program JKN.

10. Bagaimana cara mengetahui status pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan?

Peserta dapat memantau informasi resmi melalui aplikasi Mobile JKN, kantor BPJS Kesehatan, kanal resmi BPJS Kesehatan, atau pengumuman pemerintah setelah program berjalan.(Tim)

Berita Terkait

Tekanan APBD Berat, 39 Pemda Gagal Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Siapkan Skema TKD
Bantuan Beras 10 Kg Disalurkan Lagi, Pemerintah Genjot Stabilitas Harga Jelang Musim Kemarau
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, Harga BBM 10 Juni 2026 Naik dan Ubah Pola Konsumsi Warga
Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juni 2026, Kadar 24 Karat Cetak Rekor Rp2,45 Juta
Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI
Harga Sawit Tak Wajar, 300 Perusahaan Masuk Radar Hukum: Pemerintah Turun Tangan Lindungi Petani
Bengkulu Catat Tren Positif Pengangguran, BPS Apresiasi dan Siapkan Sensus Ekonomi Baru
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:00 WIB

23 Juta Peserta BPJS Berpeluang Bebas Tunggakan, Tinggal Tunggu Restu Presiden

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:57 WIB

Tekanan APBD Berat, 39 Pemda Gagal Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Siapkan Skema TKD

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Bantuan Beras 10 Kg Disalurkan Lagi, Pemerintah Genjot Stabilitas Harga Jelang Musim Kemarau

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:00 WIB

Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, Harga BBM 10 Juni 2026 Naik dan Ubah Pola Konsumsi Warga

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:04 WIB

Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?

Berita Terbaru