PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus mempercepat ekspansi sektor hulu migas dengan menambah kerja sama Joint Study (JS) menjadi 12 blok. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga memperluas wilayah kerja eksplorasi di Indonesia dan Malaysia untuk meningkatkan peluang menemukan cadangan migas baru.

Langkah tersebut mempertegas komitmen PHE dalam menjaga pasokan energi nasional. Selain itu, perusahaan juga memperkuat portofolio eksplorasi agar mampu menopang kebutuhan energi yang terus meningkat.

Di sisi lain, PHE terus mengantisipasi penurunan produksi alamiah dari lapangan migas yang sudah beroperasi. Karena itu, perusahaan memperluas eksplorasi dan mempercepat berbagai program pencarian sumber daya baru agar produksi migas nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.

PHE Perkuat Portofolio Eksplorasi

Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, menegaskan bahwa perusahaan menjadikan ekspansi wilayah kerja sebagai strategi utama untuk menjaga keberlanjutan industri hulu migas.

Menurutnya, eksplorasi membutuhkan investasi jangka panjang sehingga perusahaan harus terus membuka peluang penemuan cadangan baru.

“Pihaknya terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Asep dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (26/7/2026).

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa kebutuhan energi nasional terus meningkat setiap tahun. Sementara itu, banyak lapangan migas mengalami penurunan produksi secara alami. Oleh sebab itu, PHE terus membuka wilayah eksplorasi baru agar mampu menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Jumlah Joint Study Naik Menjadi 12 Blok

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM hingga April 2026, PHE mencatat jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia dengan 10 studi.

Selanjutnya, hingga Juli 2026, PHE meningkatkan jumlah tersebut menjadi 12 Joint Study. Rinciannya meliputi 10 studi yang masih berjalan, satu studi yang telah selesai, serta satu studi yang menunggu persetujuan pemerintah.

Baca Juga :  GoTo Cetak Sejarah! Laba Rp 171 Miliar di Awal 2026, Kinerja Melejit

Melalui program tersebut, PHE menggandeng sejumlah perusahaan energi internasional, seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, dan beberapa mitra strategis lainnya.

Selain memperkuat kolaborasi global, perusahaan juga menjalankan studi di berbagai wilayah prospektif mulai dari Indonesia bagian barat hingga kawasan timur.

Perluas Kolaborasi Regional ke Malaysia

Tidak hanya berfokus di dalam negeri, PHE juga memperluas kerja sama regional bersama Management Petroleum Malaysia (MPM).

Kedua pihak menjalankan skema Technical Evaluation Agreement (TEA) pada beberapa blok migas di Malaysia.

Menurut Asep, kolaborasi tersebut membuka peluang pertukaran teknologi, pengetahuan, dan kemampuan teknis untuk mengidentifikasi potensi cadangan migas baru.

Ia juga menilai kepercayaan dari berbagai perusahaan energi internasional menunjukkan kemampuan PHE sebagai National Oil Company (NOC) yang mampu bersaing di tingkat global.

Akuisisi Delapan Wilayah Kerja Baru

Selain meningkatkan jumlah Joint Study, PHE juga menambah portofolio eksplorasi melalui akuisisi wilayah kerja baru.

Sepanjang 2023 hingga 2026, perusahaan memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi di Indonesia, yaitu:

Bunga

Peri Mahakam

East Natuna

Melati

Binaiya

Lavender

Bobara

North Ketapang

Sementara itu, di Malaysia, PHE memperoleh wilayah kerja eksplorasi Blok SK-510.

Selanjutnya, perusahaan menjalankan berbagai program eksplorasi sesuai komitmen kerja pasti. Program tersebut meliputi studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi.

Asep optimistis seluruh program tersebut mampu mengoptimalkan potensi hidrokarbon sekaligus mempercepat penemuan cadangan migas baru yang akan menopang produksi nasional pada masa depan.

PHE Raih Pengakuan Dunia

Di samping memperluas wilayah eksplorasi, PHE juga mencatat prestasi di tingkat internasional.

Baca Juga :  Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global

Berdasarkan data S&P Global 2026 untuk periode 2021–2025, PHE menjadi National Oil Company (NOC) dengan penambahan area eksplorasi baru terbesar di dunia.

Perusahaan berhasil menambah area eksplorasi lebih dari 90.000 kilometer persegi. Capaian tersebut melampaui sejumlah perusahaan migas nasional dunia, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, dan Sinopec.

Karena itu, PHE berkomitmen melanjutkan ekspansi wilayah kerja eksplorasi maupun produksi di Indonesia dan luar negeri. Selain itu, perusahaan juga akan mempercepat komersialisasi potensi migas dari aset yang sudah beroperasi maupun blok hasil ekspansi.

Strategi PHE Dukung Ketahanan Energi

Melalui ekspansi wilayah kerja, peningkatan Joint Study, dan kolaborasi internasional, PHE ingin memperkuat cadangan migas nasional.

Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap mampu menjaga kesinambungan produksi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

FAQ

Mengapa PHE menambah Joint Study menjadi 12 blok?

PHE ingin meningkatkan peluang menemukan cadangan migas baru sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Berapa wilayah kerja baru yang dimiliki PHE?

PHE memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia serta satu wilayah kerja di Malaysia selama periode 2023–2026.

Siapa mitra internasional PHE dalam Joint Study?

PHE bekerja sama dengan Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta mitra strategis lainnya.

Apa pengakuan internasional yang diterima PHE?

S&P Global menempatkan PHE sebagai National Oil Company dengan penambahan area eksplorasi baru terbesar di dunia untuk periode 2021–2025.

Apa target PHE setelah memperluas wilayah kerja?

PHE menargetkan penemuan cadangan migas baru, menjaga produksi nasional, serta mempercepat komersialisasi potensi migas di dalam maupun luar negeri.(Tim)

Berita Terkait

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
Saat Dunia Menutup Keran Ekspor, Zulhas Pastikan Stok Pangan RI Surplus dan Siap Hadapi Krisis Global
Smelter Baru AMMAN Siap Olah 900 Ribu Ton Konsentrat Jadi Produk Bernilai Tinggi
PGEO Masih Kantongi Dana IPO Rp2,84 Triliun, Pertamina Geothermal Siapkan Amunisi Besar untuk Ekspansi hingga 2030
Bank Nagari dan Padang Eye Center Perkuat Kolaborasi Rp140 Miliar, Mahyeldi Dorong Sinergi Bangun Sumbar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Berita Terbaru