JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus mempercepat ekspansi sektor hulu migas dengan menambah kerja sama Joint Study (JS) menjadi 12 blok. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga memperluas wilayah kerja eksplorasi di Indonesia dan Malaysia untuk meningkatkan peluang menemukan cadangan migas baru.
Langkah tersebut mempertegas komitmen PHE dalam menjaga pasokan energi nasional. Selain itu, perusahaan juga memperkuat portofolio eksplorasi agar mampu menopang kebutuhan energi yang terus meningkat.
Di sisi lain, PHE terus mengantisipasi penurunan produksi alamiah dari lapangan migas yang sudah beroperasi. Karena itu, perusahaan memperluas eksplorasi dan mempercepat berbagai program pencarian sumber daya baru agar produksi migas nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.
PHE Perkuat Portofolio Eksplorasi
Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, menegaskan bahwa perusahaan menjadikan ekspansi wilayah kerja sebagai strategi utama untuk menjaga keberlanjutan industri hulu migas.
Menurutnya, eksplorasi membutuhkan investasi jangka panjang sehingga perusahaan harus terus membuka peluang penemuan cadangan baru.
“Pihaknya terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Asep dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (26/7/2026).
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa kebutuhan energi nasional terus meningkat setiap tahun. Sementara itu, banyak lapangan migas mengalami penurunan produksi secara alami. Oleh sebab itu, PHE terus membuka wilayah eksplorasi baru agar mampu menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
Jumlah Joint Study Naik Menjadi 12 Blok
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM hingga April 2026, PHE mencatat jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia dengan 10 studi.
Selanjutnya, hingga Juli 2026, PHE meningkatkan jumlah tersebut menjadi 12 Joint Study. Rinciannya meliputi 10 studi yang masih berjalan, satu studi yang telah selesai, serta satu studi yang menunggu persetujuan pemerintah.
Melalui program tersebut, PHE menggandeng sejumlah perusahaan energi internasional, seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, dan beberapa mitra strategis lainnya.
Selain memperkuat kolaborasi global, perusahaan juga menjalankan studi di berbagai wilayah prospektif mulai dari Indonesia bagian barat hingga kawasan timur.
Perluas Kolaborasi Regional ke Malaysia
Tidak hanya berfokus di dalam negeri, PHE juga memperluas kerja sama regional bersama Management Petroleum Malaysia (MPM).
Kedua pihak menjalankan skema Technical Evaluation Agreement (TEA) pada beberapa blok migas di Malaysia.
Menurut Asep, kolaborasi tersebut membuka peluang pertukaran teknologi, pengetahuan, dan kemampuan teknis untuk mengidentifikasi potensi cadangan migas baru.
Ia juga menilai kepercayaan dari berbagai perusahaan energi internasional menunjukkan kemampuan PHE sebagai National Oil Company (NOC) yang mampu bersaing di tingkat global.
Akuisisi Delapan Wilayah Kerja Baru
Selain meningkatkan jumlah Joint Study, PHE juga menambah portofolio eksplorasi melalui akuisisi wilayah kerja baru.
Sepanjang 2023 hingga 2026, perusahaan memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi di Indonesia, yaitu:
Bunga
Peri Mahakam
East Natuna
Melati
Binaiya
Lavender
Bobara
North Ketapang
Sementara itu, di Malaysia, PHE memperoleh wilayah kerja eksplorasi Blok SK-510.
Selanjutnya, perusahaan menjalankan berbagai program eksplorasi sesuai komitmen kerja pasti. Program tersebut meliputi studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi.
Asep optimistis seluruh program tersebut mampu mengoptimalkan potensi hidrokarbon sekaligus mempercepat penemuan cadangan migas baru yang akan menopang produksi nasional pada masa depan.
PHE Raih Pengakuan Dunia
Di samping memperluas wilayah eksplorasi, PHE juga mencatat prestasi di tingkat internasional.
Berdasarkan data S&P Global 2026 untuk periode 2021–2025, PHE menjadi National Oil Company (NOC) dengan penambahan area eksplorasi baru terbesar di dunia.
Perusahaan berhasil menambah area eksplorasi lebih dari 90.000 kilometer persegi. Capaian tersebut melampaui sejumlah perusahaan migas nasional dunia, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, dan Sinopec.
Karena itu, PHE berkomitmen melanjutkan ekspansi wilayah kerja eksplorasi maupun produksi di Indonesia dan luar negeri. Selain itu, perusahaan juga akan mempercepat komersialisasi potensi migas dari aset yang sudah beroperasi maupun blok hasil ekspansi.
Strategi PHE Dukung Ketahanan Energi
Melalui ekspansi wilayah kerja, peningkatan Joint Study, dan kolaborasi internasional, PHE ingin memperkuat cadangan migas nasional.
Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap mampu menjaga kesinambungan produksi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.
FAQ
Mengapa PHE menambah Joint Study menjadi 12 blok?
PHE ingin meningkatkan peluang menemukan cadangan migas baru sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Berapa wilayah kerja baru yang dimiliki PHE?
PHE memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia serta satu wilayah kerja di Malaysia selama periode 2023–2026.
Siapa mitra internasional PHE dalam Joint Study?
PHE bekerja sama dengan Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta mitra strategis lainnya.
Apa pengakuan internasional yang diterima PHE?
S&P Global menempatkan PHE sebagai National Oil Company dengan penambahan area eksplorasi baru terbesar di dunia untuk periode 2021–2025.
Apa target PHE setelah memperluas wilayah kerja?
PHE menargetkan penemuan cadangan migas baru, menjaga produksi nasional, serta mempercepat komersialisasi potensi migas di dalam maupun luar negeri.(Tim)









