Saat Dunia Menutup Keran Ekspor, Zulhas Pastikan Stok Pangan RI Surplus dan Siap Hadapi Krisis Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan sebagai langkah menghadapi ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya proteksionisme di berbagai negara. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil setelah Indonesia mencatat kondisi stok pangan nasional yang aman dan surplus.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan pemerintah kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjaga pasokan pangan nasional. Menurutnya, peningkatan produksi dalam negeri membuat Indonesia lebih siap menghadapi perubahan situasi global.

Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan. Zulhas menegaskan Indonesia harus mengandalkan kemampuan sendiri agar tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri ketika kondisi dunia berubah.

Banyak Negara Batasi Ekspor Pangan

Zulhas menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan banyak negara kini memilih membatasi ekspor pangan demi memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi sinyal kuat bagi Indonesia untuk terus meningkatkan produksi pangan nasional.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak lagi menjadikan impor sebagai solusi utama dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Tidak ada negara lain yang mau menolong Indonesia. Dalam situasi dunia seperti ini, yang bisa membantu kita, yang bisa menolong kita, ya diri kita sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Zulhas menilai bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan memiliki daya tahan lebih kuat saat menghadapi tekanan ekonomi maupun gejolak geopolitik.

Produksi Nasional Tunjukkan Hasil Nyata

Di sisi lain, Zulhas mengungkapkan peningkatan produksi nasional telah mengubah kondisi pangan Indonesia dalam waktu singkat.

Menurutnya, Indonesia berhasil menghentikan ketergantungan impor beras sepanjang 2025. Bahkan, pemerintah mencatat surplus sekitar 4,2 juta ton beras. Sebagai perbandingan, Indonesia masih mengimpor sekitar 4,5 juta ton beras pada 2024.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 19 Mei 2026 Bergerak di Berbagai Daerah, Ini Dampaknya ke Konsumen

Tidak hanya beras, pemerintah juga berhasil memenuhi kebutuhan berbagai komoditas strategis melalui produksi dalam negeri. Komoditas tersebut meliputi jagung, gula konsumsi, telur, daging ayam, serta hasil perikanan.

Pemerintah Tingkatkan Dukungan untuk Petani

Selanjutnya, Zulhas menjelaskan pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai kebijakan.

Pemerintah menaikkan harga pembelian gabah sekaligus mempermudah petani memperoleh pupuk. Dengan langkah tersebut, pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong produktivitas pertanian.

“Oleh karena itu, kita harus swasembada. Swasembada itu kehormatan petani, kehormatan keluarga dan saudara kita. Kedaulatan pangan bukan semata persoalan ekonomi, melainkan menyangkut kehormatan bangsa,” ujarnya.

Selain memperbaiki kesejahteraan petani, pemerintah juga ingin memperkuat posisi sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional.

Zulhas Soroti Dampak Kebijakan Impor

Namun demikian, Zulhas mengingatkan bahwa kebijakan impor pada masa lalu sempat melemahkan daya saing petani.

Menurutnya, kebijakan tersebut menekan nilai jual hasil panen sehingga banyak petani kehilangan pendapatan. Akibatnya, sebagian petani memilih menjual lahannya dan beralih profesi menjadi buruh tani.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta Kongres Umat Islam Indonesia VIII dan masyarakat luas untuk ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi petani dan nelayan.

Ia menegaskan kedaulatan pangan hanya akan terwujud apabila seluruh pihak memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pelaku sektor pertanian dan perikanan.

Pemerintah Percepat Pengembangan Biofuel

Selain memperkuat sektor pangan, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi berbasis hasil pertanian.

Zulhas menjelaskan pemerintah telah menjalankan program biodiesel. Selanjutnya, pemerintah akan menerapkan bensin campuran etanol atau E10 secara bertahap.

Pemerintah akan memanfaatkan singkong, jagung, dan tebu sebagai bahan baku etanol sehingga sektor pertanian dapat berkontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional.

Baca Juga :  Lahan Rawa Debai Mulai “Berubah”: Irigasi Baru Buka Harapan Petani Sungai Penuh

“Sekarang kita bergerak ke energi. Solar sudah, habis ini bensin kita akan buat E10 dulu secara bertahap. Etanol itu bisa dari singkong, jagung, atau tebu. Ketahanan pangan dan energi harus betul-betul kita pastikan agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri,” ucap Zulkifli Hasan.

Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Agenda Strategis

Pada akhirnya, Zulhas menegaskan pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas pemanfaatan energi berbasis hasil pertanian.

Melalui strategi tersebut, pemerintah ingin membangun kemandirian nasional agar Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi global tanpa bergantung pada negara lain.

FAQ

Bagaimana kondisi stok pangan nasional saat ini?

Zulkifli Hasan memastikan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan surplus berkat peningkatan produksi dalam negeri.

Mengapa pemerintah memprioritaskan swasembada pangan?

Pemerintah ingin memperkuat ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga kedaulatan pangan Indonesia.

Komoditas apa saja yang sudah memenuhi kebutuhan nasional?

Pemerintah menyebut beras, jagung, gula konsumsi, telur, daging ayam, dan hasil perikanan telah memiliki pasokan yang mencukupi kebutuhan nasional.

Apa langkah pemerintah di sektor energi?

Pemerintah akan menerapkan bensin E10 secara bertahap dengan memanfaatkan etanol yang berasal dari singkong, jagung, dan tebu.

Mengapa ketahanan pangan dan energi saling berkaitan?

Pemerintah ingin membangun kemandirian nasional melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri sehingga Indonesia lebih siap menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global.

Apa pesan utama Zulhas kepada masyarakat?

Zulhas mengajak seluruh masyarakat mendukung swasembada pangan karena Indonesia harus mengandalkan kekuatan sendiri untuk menjaga ketahanan pangan dan energi.(Tim)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Berita Terbaru

Oplus_0

Pesisir Selatan

Kominfo Merangin Intip Rahasia Digital Pessel, Indeks SPBE Tembus 4,63

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:44 WIB

Oplus_0

Dharmasraya

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Kamis, 29 Okt 2026 - 06:56 WIB

Sungai Penuh

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Sistem Buka Tutup

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:57 WIB