Rp5 Triliun Disetujui! Bulog Bangun 100 Gudang Canggih Penyimpan Beras 2 Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mengucurkan anggaran jumbo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyetujui alokasi dana sebesar Rp5 triliun guna membangun 100 gudang baru milik Perum Bulog.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan keputusan itu usai mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta, Rabu (22/4).

“Anggaran sudah didukung oleh Kementerian Keuangan. Kami siap menjalankan pembangunan,” ujar Rizal.

Fokus Tingkatkan Penyimpanan Beras

Bulog menargetkan pembangunan gudang baru untuk mendukung lonjakan produksi beras nasional. Rizal menegaskan, tambahan fasilitas penyimpanan akan membantu Bulog menjaga kualitas dan ketersediaan stok dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan, total kapasitas dari 100 gudang tersebut mencapai sekitar 900 ribu ton. Bulog akan menyesuaikan ukuran gudang dengan kebutuhan di tiap wilayah.

“Kapasitasnya tidak sama. Ada gudang besar dan ada yang lebih kecil, tergantung lokasi dan kebutuhan distribusi,” jelasnya.

Gunakan Teknologi BRIN

Bulog menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk menghadirkan teknologi penyimpanan modern. Rizal menyebut teknologi ini mampu menjaga kualitas beras hingga dua tahun tanpa bahan kimia tambahan.

Baca Juga :  Hino Uji B50: Truk dan Bus Tembus 40.000 Km Tanpa Gangguan

Ia menambahkan, teknologi tersebut menghilangkan kebutuhan fumigasi yang selama ini umum digunakan dalam penyimpanan beras.

“Teknologi ini menjaga beras tetap sehat, higienis, dan layak konsumsi tanpa campuran bahan kimia,” tegas Rizal.

Renovasi Gudang Lama

Bulog tidak hanya membangun gudang baru. Perusahaan juga akan memperbarui gudang lama secara bertahap. Rizal memastikan seluruh fasilitas penyimpanan Bulog akan mengadopsi teknologi baru tersebut.

Langkah ini bertujuan meningkatkan standar keamanan pangan sekaligus memperpanjang masa simpan beras nasional.

“Kami ingin semua gudang memiliki standar yang sama, sehingga kualitas beras tetap terjaga,” ujarnya.

Sebaran Lokasi di Seluruh Indonesia

Bulog merancang pembangunan gudang di berbagai daerah di Indonesia. Rizal merinci, sebanyak 52 lokasi berdiri di atas lahan milik Bulog. Sementara itu, 48 lokasi lainnya memanfaatkan lahan hibah dari pemerintah daerah.

Menurutnya, strategi ini mempercepat proses pembangunan sekaligus memperluas jangkauan distribusi logistik pangan.

Baca Juga :  Kejar Target Pajak 11%, Kemenkeu Hadapi Tekanan Global dan Ekonomi Tak Pasti

“Kami memanfaatkan dukungan daerah agar pembangunan berjalan lebih cepat dan merata,” katanya.

Libatkan BUMN Karya

Bulog akan menggandeng perusahaan konstruksi pelat merah untuk mengerjakan proyek ini. Rizal menyebut BUMN karya akan menangani seluruh proses pembangunan setelah pemerintah menuntaskan administrasi anggaran.

Ia menegaskan, Bulog ingin segera memulai proyek tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu dekat.

“Begitu semua dokumen rampung, kami langsung bergerak bersama BUMN karya,” ucapnya.

Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Program pembangunan gudang ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar dan teknologi yang lebih modern, Bulog diharapkan mampu mengelola stok beras secara optimal.

Selain itu, langkah ini juga membantu pemerintah mengantisipasi fluktuasi produksi dan menjaga harga beras tetap stabil di pasar.

Rizal optimistis proyek ini akan memperkuat peran Bulog sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bantuan Beras 10 Kg Disalurkan Lagi, Pemerintah Genjot Stabilitas Harga Jelang Musim Kemarau
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, Harga BBM 10 Juni 2026 Naik dan Ubah Pola Konsumsi Warga
Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juni 2026, Kadar 24 Karat Cetak Rekor Rp2,45 Juta
Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI
Harga Sawit Tak Wajar, 300 Perusahaan Masuk Radar Hukum: Pemerintah Turun Tangan Lindungi Petani
Bengkulu Catat Tren Positif Pengangguran, BPS Apresiasi dan Siapkan Sensus Ekonomi Baru
Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Bantuan Beras 10 Kg Disalurkan Lagi, Pemerintah Genjot Stabilitas Harga Jelang Musim Kemarau

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:00 WIB

Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, Harga BBM 10 Juni 2026 Naik dan Ubah Pola Konsumsi Warga

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:04 WIB

Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10 WIB

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juni 2026, Kadar 24 Karat Cetak Rekor Rp2,45 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI

Berita Terbaru