BI Tarik Uang Rupiah Lama, Ini Daftar Pecahan yang Segera Tak Berlaku

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencabut sejumlah pecahan rupiah dari peredaran. Masyarakat masih dapat menukarkan uang tersebut dalam jangka waktu tertentu sebelum uang tidak lagi berlaku.

BI memberi waktu hingga 10 tahun sejak pencabutan agar masyarakat bisa menukar uang. Masyarakat dapat menukar uang di Kantor Pusat BI Jakarta dan Kantor Perwakilan BI Dalam Negeri.

BI mencabut uang karena beberapa alasan. BI mempertimbangkan masa edar yang sudah lama, kondisi fisik yang rusak, dan penerapan teknologi keamanan baru.

Daftar uang kertas yang dicabut

Baca Juga :  Harga Pangan Mulai Turun, Inflasi Juli 2026 Diprediksi Melandai tetapi Tekanan Baru Muncul dari Inflasi Inti

Beberapa uang kertas yang sudah tidak berlaku antara lain:

Rp 100 (1984)

Rp 10.000 (1985)

Rp 5.000 (1986)

Rp 1.000 (1987)

Rp 500 (1988)

BI menetapkan batas penukaran hingga 24 September 2028.

Selain itu, BI juga menarik uang seri lama lain. Uang tersebut mencakup seri Dwikora, cagar alam, dan uang peringatan kemerdekaan RI. Batas penukaran uang ini bervariasi hingga 2035.

Daftar uang logam yang ditarik

BI juga menarik sejumlah uang logam, seperti:

Rp 2 (1970)

Rp 10 (1971, 1974, 1979)

BI menetapkan batas penukaran hingga 14 November 2029.

Baca Juga :  DJP Kejar Pajak Digital 2026: TikTok Shop, Kripto hingga Barang Mewah Dibidik

Pecahan khusus dengan masa penukaran panjang

Beberapa uang edisi khusus memiliki batas penukaran lebih panjang, antara lain:

Seri 25 tahun kemerdekaan RI hingga 29 Agustus 2031

Seri 50 tahun kemerdekaan RI hingga 30 Agustus 2032

Rp 500 (1991 dan 1997) hingga 1 Desember 2033

Seri “For The Children of the World” hingga 31 Januari 2035

Imbauan BI

BI mengimbau masyarakat segera menukarkan uang yang telah dicabut. Jika masyarakat melewati batas waktu, uang tersebut tidak lagi memiliki nilai tukar.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Belawan Punya Pesaing? Sumbar Siapkan Teluk Tapang Jadi Pusat Logistik Baru
Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM
CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember
648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember
Dana Perantau Minang Capai Rp20 Triliun, Wamendagri Bima Arya Ungkap Peluang Besar untuk Ekonomi Sumbar
260 UMKM Solok Selatan Dapat Suntikan Peralatan, Khairunas Bidik Penguatan Ekonomi Rakyat
Nagari Creative Hub Sungai Duo Dibuka, UMKM Dharmasraya Bidik Pasar Nasional
Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:24 WIB

Belawan Punya Pesaing? Sumbar Siapkan Teluk Tapang Jadi Pusat Logistik Baru

Jumat, 6 November 2026 - 09:47 WIB

Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM

Kamis, 5 November 2026 - 11:33 WIB

CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember

Rabu, 4 November 2026 - 10:29 WIB

648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember

Selasa, 3 November 2026 - 08:54 WIB

Dana Perantau Minang Capai Rp20 Triliun, Wamendagri Bima Arya Ungkap Peluang Besar untuk Ekonomi Sumbar

Berita Terbaru