JAKARTA – Pemerintah terus mendorong koperasi agar tidak hanya menjalankan usaha perdagangan dan distribusi. Kini, koperasi mulai memasuki sektor energi terbarukan dan industri sawit melalui pengelolaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta pabrik crude palm oil (CPO).
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa. Selain menciptakan sumber pendapatan baru, program itu juga membuka peluang usaha yang lebih luas bagi koperasi di berbagai daerah.
Karena itu, Kementerian Koperasi menargetkan peresmian pabrik CPO dan PLTS pada awal Agustus 2026. Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan koperasi akan mengelola langsung kedua fasilitas tersebut, meski ia belum mengungkap nama koperasi yang akan menjalankannya.
Pabrik CPO dan PLTS Masuk Tahap Peresmian
Ferry mengatakan Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO dan pembangkit listrik tenaga surya pada awal Agustus 2026. Menurutnya, koperasi akan mengoperasikan kedua fasilitas itu sebagai bagian dari pengembangan usaha produktif.
“Saya di bulan depan, awal Agustus akan meresmikan pabrik CPO yang dikelola oleh koperasi. Kita akan meresmikan juga di bulan Agustus, pembangkit listrik tenaga surya skala 0,5 megawatt yang akan dikelola oleh koperasi,” ujar Ferry dalam detikSore, dikutip Sabtu (11/7/2026).
PLTS Hadir untuk Memenuhi Kebutuhan Listrik Desa
Selanjutnya, Ferry menjelaskan PLTS tersebut berdiri di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kepulauan Riau. Pemerintah memilih lokasi itu karena masih banyak wilayah yang membutuhkan pasokan listrik.
Menurut Ferry, keberadaan PLTS akan membantu masyarakat desa memperoleh akses energi. Di sisi lain, koperasi juga akan mengembangkan usaha pendukung bagi masyarakat pesisir.
“Itu ‘kan bisa memberikan solusi bagi desa-desa yang belum punya listrik, segala macam. Kemudian, kita mendirikan stasiun pengisian bahan bakar solar untuk nelayan, dan sebagainya. Jadi, kita sekarang masuk ke sektor-sektor itu,” ucapnya.
Koperasi Perluas Usaha ke Berbagai Sektor
Selain energi, koperasi juga akan mengembangkan berbagai lini usaha strategis. Pemerintah ingin koperasi berperan lebih besar dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor perikanan dan industri berbasis desa.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai pelaku usaha yang mampu mengelola bisnis berskala besar.
Kopdes Merah Putih Masih Fokus Membangun Fondasi
Sementara itu, Ferry meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Menurutnya, pemerintah masih memfokuskan seluruh pekerjaan pada pembentukan badan hukum dan pembangunan fasilitas.
Ferry menjelaskan pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 15 ribu bangunan gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kalau untuk Kopdeskel Merah Putih karena ini adalah program baru, ini belum layak untuk kita glorifikasi. Karena prosesnya baru tahap pembentukan badan hukum kemarin. Kemudian, sekarang sedang dilaksanakan pembangunan fisiknya. Meskipun sudah ada yang terbangun sebanyak lebih dari 15 ribu bangunan fisik gudang, gerai-gerai dan kelengkapannya yang sudah 100% selesai,” beber Ferry.
Pemerintah Kejar Target 30 Ribu Bangunan
Meski demikian, pemerintah masih melanjutkan pembangunan sekitar 23 ribu bangunan Kopdes Merah Putih. Kementerian Koperasi optimistis seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target pada Agustus 2026.
“Tapi masih ada sekitar 23 ribuan (bangunan Kopdes) yang sekarang sedang dibangun. Harapannya, insyaAllah, nanti bulan Agustus ada 30 ribu bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang selesai,” tutup Ferry.
FAQ
Kapan pemerintah meresmikan pabrik CPO koperasi?
Pemerintah menargetkan peresmian pabrik CPO pada awal Agustus 2026.
Berapa kapasitas PLTS yang dikelola koperasi?
PLTS tersebut memiliki kapasitas 0,5 megawatt.
Di mana lokasi PLTS koperasi?
PLTS berdiri di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kepulauan Riau.
Mengapa pemerintah membangun PLTS melalui koperasi?
Pemerintah ingin memperluas akses listrik di desa sekaligus memperkuat usaha koperasi.
Berapa target pembangunan Kopdes Merah Putih?
Pemerintah menargetkan penyelesaian 30 ribu bangunan Kopdes Merah Putih pada Agustus 2026.(Tim)









