Usai Raih Penghargaan, Pemkab Solok Selatan Tancap Gas Cetak Tenaga Kerja Lewat 12 Pelatihan Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG ARO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran. Setelah meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah langsung memperluas program pelatihan kerja bagi masyarakat.

Kini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menambah jumlah pelatihan berbasis kompetensi agar lebih banyak pencari kerja menguasai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain membuka peluang kerja, program tersebut juga mendorong lahirnya wirausahawan baru.

Di sisi lain, Pemkab Solok Selatan memanfaatkan dana apresiasi dari pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Langkah ini sekaligus menjaga tren penurunan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dana Apresiasi Tambah Jumlah Pelatihan

Kepala Disnakertrans Solok Selatan, Joni Firmansyah, mengatakan pemerintah daerah menambah jumlah paket pelatihan pada 2026. Penambahan itu mengikuti penerimaan dana apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan Solok Selatan menurunkan tingkat pengangguran.

“Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menerima dana apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk penghargaan atas kinerja daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran. Dana apresiasi tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan program peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi,” kata Joni saat dihubungi, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga :  Efek Mukomuko Menjalar, PKS di Lima Kabupaten Bengkulu Kompak Ikuti Harga TBS Rp3.465/Kg

Menurut Joni, pemerintah daerah mengarahkan dana apresiasi tersebut untuk memperkuat pelayanan di bidang ketenagakerjaan. Selain itu, pemerintah juga ingin mempertahankan capaian penurunan angka pengangguran melalui program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Hadirkan 12 Paket Pelatihan

Tahun ini Disnakertrans menyediakan 12 paket pelatihan. Program tersebut mencakup operator ekskavator, tata boga, kelistrikan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), desain grafis, menjahit, hingga barista.

Selain menambah jumlah pelatihan, Disnakertrans juga memperluas kesempatan masyarakat untuk mengikuti program tersebut. Setiap paket pelatihan melibatkan 17 peserta sehingga lebih banyak pencari kerja memperoleh bekal keterampilan.

Joni menjelaskan, Disnakertrans menyusun seluruh jenis pelatihan berdasarkan kebutuhan dunia usaha sekaligus potensi ekonomi Solok Selatan. Karena itu, peserta memiliki peluang lebih besar untuk bekerja atau membuka usaha setelah menyelesaikan pelatihan.

Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Tidak hanya menggelar pelatihan, Disnakertrans juga memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak agar peserta lebih mudah memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.

Baca Juga :  Pelindo Jambi Gandeng Cassia Co-Op, Ekspor Kayu Manis Kerinci Digenjot ke Pasar Global

“Kami melakukan kerja sama dengan Dinas Perindagkop dan UKM untuk berlanjutnya usaha dari peserta pelatihan. Selain itu juga memiliki kerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada dan beroperasi di Solok Selatan, juga ada kesepakatan dengan Japan Training Center (JTC) dan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI),” terangnya.

Sesuaikan Pelatihan dengan Kebutuhan Industri

Selama beberapa tahun terakhir, Disnakertrans rutin menggelar pelatihan barista, TIK, menjahit, dan perbengkelan. Sementara itu, BLK juga membuka pelatihan operator ekskavator, scaffolding, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Seluruh program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis maupun manajerial pencari kerja.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Solok Selatan ingin mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan memiliki daya saing. Dengan demikian, masyarakat memperoleh peluang kerja yang lebih luas, sedangkan perekonomian daerah terus tumbuh secara berkelanjutan.

“Melalui program ini, diharapkan tercipta tenaga kerja yang lebih kompeten, produktif, dan memiliki daya saing, sehingga mampu memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.(Tim)

Berita Terkait

Pilwana Solok Selatan Makin Dekat, 7 Oktober Warga Tentukan Pemimpin Nagari
Khairunas Tegaskan ASN Solok Selatan Harus Amanah dan Profesional, Teladani Rasulullah
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
11 Keluarga Rasakan Dampak Bedah Rumah Sungai Pagu Solok Selatan, Kolaborasi Kodaeral II Bawa Perubahan
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
31 CPNS Solok Selatan Akhirnya Raih SK PNS, Perjalanan Panjang Sejak Seleksi 2024 Tuntas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Pilwana Solok Selatan Makin Dekat, 7 Oktober Warga Tentukan Pemimpin Nagari

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Khairunas Tegaskan ASN Solok Selatan Harus Amanah dan Profesional, Teladani Rasulullah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:00 WIB

11 Keluarga Rasakan Dampak Bedah Rumah Sungai Pagu Solok Selatan, Kolaborasi Kodaeral II Bawa Perubahan

Berita Terbaru