PADANG ARO – Kabupaten Solok Selatan mencatat prestasi nasional setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan atas keberhasilan daerah itu menekan angka pengangguran. Pemerintah pusat menempatkan Solok Selatan sebagai kabupaten terbaik peringkat pertama di wilayah Sumatera dalam kategori penurunan tingkat pengangguran.
Bupati Khairunas: Ini Hasil Kerja Super Tim
Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, menyebut pencapaian ini lahir dari kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Ia menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak dalam satu arah untuk memperkuat ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.
“Alhamdulillah, kami tidak menyangka bisa meraih penghargaan ini. Semua ini lahir dari kerja keras bersama, bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga berbagai elemen masyarakat,” kata Khairunas di Padang Aro, Senin (27/4/2026).
Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan pelaku usaha, UMKM, hingga Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) ikut mempercepat penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.
UMKM dan Investasi Dorong Lapangan Kerja
Khairunas menjelaskan sektor UMKM memainkan peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha kecil untuk memperluas produksi, memperkuat pemasaran, dan membuka peluang kerja baru.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat iklim investasi di sektor energi, perkebunan, dan pertanian. Arus investasi di tiga sektor tersebut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja lokal secara signifikan.
“Investasi dan UMKM berjalan beriringan. Dua sektor ini menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja di Solok Selatan,” ujarnya.
Angka Pengangguran Turun Konsisten Sejak 2023
Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi, menjelaskan Kemendagri menilai daerah berdasarkan tren penurunan tingkat pengangguran terbuka selama beberapa tahun terakhir. Ia menyebut Solok Selatan menunjukkan konsistensi penurunan yang stabil.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, angka pengangguran terus turun dari tahun ke tahun. Pada 2023, tingkat pengangguran berada di angka 2,57 persen. Kemudian turun menjadi 2,3 persen pada 2024, dan kembali turun ke 2,13 persen pada 2025.
Syamsurizaldi menegaskan capaian tersebut menempatkan Solok Selatan di bawah rata-rata tingkat pengangguran nasional dan Provinsi Sumatera Barat.
“Tren ini menunjukkan perbaikan ekonomi daerah berjalan nyata dan terukur,” ujarnya.
Pemkab Terima Insentif Rp3 Miliar
Selain penghargaan, pemerintah pusat juga memberikan apresiasi berupa dana insentif sebesar Rp3 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Dana tersebut akan pemerintah daerah arahkan untuk program penguatan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.
Fokus ke Data dan Penguatan Ekonomi
Pemkab Solok Selatan kini menekankan pentingnya penguatan data dari tingkat desa hingga kabupaten. Pemerintah daerah ingin seluruh kebijakan berbasis data yang akurat agar program pengurangan pengangguran berjalan lebih efektif.
Bupati Khairunas menegaskan capaian ini tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia meminta seluruh jajaran tetap menjaga ritme kerja dan memperluas peluang investasi baru.
“Kami ingin ekonomi tumbuh lebih kuat lagi, dan angka pengangguran terus turun setiap tahun,” katanya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








