Kemensos Gandeng GoTo, Teknologi Wajah Jadi Senjata Baru Agar Bansos Tak Salah Sasaran

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kementerian Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos-RI) mempercepat langkah digitalisasi bantuan sosial (Bansos) dengan menggandeng ekosistem teknologi GoTo. Kolaborasi ini fokus pada peningkatan akurasi data penerima bansos melalui teknologi verifikasi wajah yang menargetkan pengurangan kesalahan penyaluran bantuan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya data yang valid agar bantuan sosial tidak salah sasaran. Ia menyampaikan hal itu saat menerima jajaran GoTo di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

“Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat,” kata Gus Ipul.

Teknologi Liveness Detection Jadi Andalan Baru

Dalam pertemuan tersebut, GoTo memperkenalkan teknologi liveness detection atau deteksi keaktifan wajah. Sistem ini memastikan proses verifikasi melibatkan orang asli yang berada di depan kamera, bukan foto, video, atau manipulasi digital.

GoTo menargetkan teknologi ini dapat memperkuat sistem identitas digital penerima bansos. Selain itu, perusahaan teknologi tersebut juga menyiapkan dukungan hingga 5 juta kali verifikasi sebagai tahap awal uji coba di lapangan.

Gus Ipul menyambut langkah ini sebagai upaya konkret untuk memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis teknologi. Ia menilai inovasi digital dapat membantu pemerintah menekan kesalahan data yang selama ini menjadi tantangan utama.

Fokus Tiga Pilar: Data, Sasaran, dan Sekolah Rakyat

Kemensos menempatkan tiga fokus utama dalam transformasi digital bansos, yaitu data yang akurat, penyaluran yang tepat sasaran, dan penguatan program pendidikan alternatif melalui Sekolah Rakyat.

Baca Juga :  Vivo Pad6 Pro Hadir dengan Layar 4K, Tablet Android Pertama Rilis 30 Maret 

Gus Ipul menekankan bahwa teknologi hanya berfungsi optimal jika pemerintah mengelola data secara disiplin dan berkelanjutan.

“Kita dorong, kita setujui ini,” ujar Gus Ipul terkait pemanfaatan teknologi verifikasi dari GoTo.

Ia juga meminta perhitungan biaya dan keberlanjutan sistem digital agar program tidak berhenti di tengah jalan setelah kuota awal verifikasi habis.

“Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana,” ungkapnya.

Uji Coba di 42 Daerah dengan Akurasi Tinggi

GoTo bersama Kemensos telah menguji sistem ini sejak 2022 di 42 kabupaten dan kota. Data awal menunjukkan hampir 28.961 percobaan verifikasi dengan tingkat keberhasilan sekitar 98,4 persen.

Capaian ini memperkuat optimisme pemerintah bahwa digitalisasi bansos bisa menekan dua jenis kesalahan utama, yaitu inclusion error (penerima tidak berhak) dan exclusion error (warga berhak tidak menerima bantuan).

Selain itu, Kemensos juga mulai membuka peluang integrasi sistem pembayaran berbasis GoPay untuk mempercepat distribusi bantuan sosial secara lebih efisien dan transparan.

Sekolah Rakyat Masuk Agenda Digitalisasi

Selain fokus pada bansos, Kemensos juga memperkenalkan program Sekolah Rakyat kepada GoTo. Program ini menyasar anak dari keluarga miskin ekstrem, anak putus sekolah, hingga anak terlantar yang kehilangan akses pendidikan formal.

Gus Ipul menilai program ini membutuhkan dukungan teknologi agar pengelolaan berjalan lebih efektif, mulai dari sistem administrasi hingga pemantauan aktivitas siswa.

Baca Juga :  Bengkulu Tancap Gas Siapkan Sekolah Rakyat, MPLS Mulai 20 Juli Jadi Target Utama

“Sekolah Rakyat ini bagus sekali, Pak. Ini untuk orang paling miskin,” ujar Gus Ipul.

Ia juga mendorong GoTo untuk ikut membantu pengembangan sistem digital pendidikan yang aman, transparan, dan mudah dipantau.

Teknologi Harus Aman dan Tepat Sasaran

Gus Ipul menegaskan kembali bahwa pemerintah membutuhkan sistem digital yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dari penyalahgunaan data.

“Yang jelas saya butuh sistem yang aman,” tutupnya.

Ia berharap kolaborasi dengan sektor teknologi mampu memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program bansos pemerintah.

FAQ

1. Apa tujuan utama kerja sama Kemensos dan GoTo?

Keduanya ingin meningkatkan akurasi data penerima bansos agar bantuan tepat sasaran melalui teknologi digital.

2. Teknologi apa yang digunakan dalam sistem ini?

GoTo menghadirkan teknologi liveness detection untuk memastikan verifikasi wajah dilakukan oleh orang asli, bukan manipulasi digital.

3. Di mana uji coba sistem ini berjalan?

Uji coba berlangsung di 42 kabupaten/kota dengan puluhan ribu proses verifikasi sejak 2022.

4. Apa peran GoPay dalam program ini?

Kemensos membuka peluang penggunaan ekosistem GoPay untuk mempercepat dan mengamankan penyaluran bantuan sosial.

5. Apa itu Sekolah Rakyat?

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan bagi anak dari keluarga miskin, anak putus sekolah, dan kelompok rentan yang kehilangan akses pendidikan formal.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:37 WIB

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Berita Terbaru