Kepala Sekolah Serentak Mundur Usai Pelantikan di Muaro Jambi, Ini Pemicunya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

MUARO JAMBI – Situasi dunia pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi mendadak menjadi sorotan setelah 13 kepala sekolah memilih mundur hanya dua hari setelah pelantikan resmi. Kejadian ini langsung memicu pertanyaan publik soal proses penempatan jabatan yang baru saja dilakukan pemerintah daerah.

Para kepala sekolah tersebut sebelumnya mengikuti pelantikan massal yang dipimpin Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, pada Senin (18/5/2026). Dalam pelantikan itu, pemerintah daerah menempatkan ratusan kepala sekolah baru di jenjang TK, SD, hingga SMP.

Namun, sebagian pejabat yang baru dilantik justru tidak melanjutkan penugasan di sekolah masing-masing dan langsung mengajukan pengunduran diri secara serentak.

JARAK PENEMPATAN JADI KELUHAN UTAMA

Salah satu kepala sekolah yang mundur, Rasyidi, S.Pd.I, menyampaikan alasan utama pengunduran dirinya berkaitan dengan jarak tempuh yang terlalu jauh dari tempat tinggalnya ke sekolah penugasan.

Ia menuturkan, perjalanan menuju lokasi tugas tidak sederhana. Ia harus menempuh perjalanan darat berjam-jam, lalu menyeberang menggunakan perahu ketek dengan biaya tambahan, sebelum melanjutkan perjalanan lagi ke sekolah tujuan.

“Perjalanan dari Jambi ke Tanjung saja sudah sekitar tiga jam. Setelah itu masih harus menyeberang pakai ketek, lalu lanjut lagi sekitar satu jam,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Bungo Kawal Musrenbang Jujuhan

PILIH KEMBALI MENJADI GURU

Rasyidi sebelumnya menjabat sebagai kepala sekolah di SD 121 Mekar Jaya. Setelah mempertimbangkan kondisi penempatan, ia memilih kembali menjadi guru di sekolah lama daripada melanjutkan jabatan kepala sekolah di lokasi baru.

“Lebih nyaman jadi guru,” katanya singkat.

Ia juga menegaskan tidak mendapat penjelasan rinci terkait lokasi penempatan sebelum pelantikan berlangsung. Menurutnya, informasi baru ia ketahui setelah keputusan final keluar.

“Tidak ada penjelasan detail sebelumnya. Tahu-tahu sudah dilantik dan langsung ditempatkan,” jelasnya.

PENGUNDURAN DIRI BERJAMAAH, PICU SPEKULASI PUBLIK

Rasyidi mengaku menjadi salah satu pihak pertama yang mengajukan pengunduran diri, kemudian diikuti rekan-rekan lainnya dalam waktu berdekatan.

“Saya yang pertama atau kedua mengundurkan diri, setelah itu banyak yang ikut,” ungkapnya.

Gelombang pengunduran diri ini kemudian memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat. Sebagian warga mempertanyakan pola penempatan yang dianggap kurang mempertimbangkan kondisi geografis dan aksesibilitas. Isu lain juga muncul terkait dugaan adanya praktik tidak resmi dalam proses penentuan lokasi jabatan, meski belum ada bukti yang menguatkan.

KETIDAKPASTIAN MEKANISME PENEMPATAN JADI SOROTAN

Para kepala sekolah yang mundur mengaku tidak memahami sepenuhnya mekanisme penempatan sebelum pelantikan dilakukan. Kondisi ini menambah kritik terhadap transparansi proses rotasi dan promosi jabatan di lingkungan pendidikan daerah.

Baca Juga :  Padang Bidik Industri Penerbangan Global, Siapkan Beasiswa dan SDM Aviasi Unggul

Situasi ini kini mendorong publik menunggu penjelasan resmi dari pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terkait dasar penempatan serta langkah tindak lanjut atas pengunduran diri massal tersebut.

DAMPAK TERHADAP LAYANAN PENDIDIKAN

Pengunduran diri mendadak ini berpotensi mengganggu stabilitas manajemen sekolah di sejumlah wilayah. Kekosongan jabatan kepala sekolah dapat berdampak pada pengambilan keputusan di tingkat satuan pendidikan, termasuk proses administrasi dan program sekolah.

FAQ

1. Mengapa 13 kepala sekolah mengundurkan diri?

Sebagian besar mengaku keberatan dengan lokasi penempatan yang jauh dan sulit dijangkau.

2. Kapan mereka dilantik?

Pelantikan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026.

3. Apakah semua kepala sekolah baru ikut mundur?

Tidak. Hanya sebagian kecil, sekitar 13 orang dari ratusan yang dilantik.

4. Apa alasan utama yang disampaikan salah satu kepala sekolah?

Ia menyebut jarak tempuh yang jauh dan akses transportasi yang sulit menjadi faktor utama.

5. Bagaimana tanggapan pemerintah daerah?

Hingga kini publik masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak Pemkab Muaro Jambi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos
Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
Seleksi PPPK Sekolah Rakyat Masuk Babak Penentu, Tes CAT Mulai 13 Juli
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:00 WIB

SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru