SUNGAI PENUH – Tim Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sungai Penuh resmi mengumumkan 10 nama kandidat yang berhasil melaju ke tahap berikutnya untuk periode kepemimpinan 2026–2031. Para peserta ini berhasil melewati seluruh rangkaian seleksi ketat dan kini bersiap menghadapi proses verifikasi di tingkat pusat.
Sepuluh Kandidat Lolos Seleksi
Tim seleksi menetapkan sepuluh nama yang melanjutkan proses sebagai berikut:
1. Adi Ikhlas
2. Arifman
3Aulia
4.Jasrial Zakir
5. Marsal
6. Muhammad Ajmain
7.Nasriman
8. Samsudin
9. Sumarto
10. Yapendra
Tim seleksi menyampaikan keputusan tersebut melalui Keputusan Nomor 5/TIMSEL-BAZNAS/V/2026 yang ditandatangani di Sungai Penuh pada 11 Mei 2026. Pengumuman ini sekaligus menandai berakhirnya tahap seleksi daerah dan masuknya proses ke level nasional.
Ketatnya Proses Seleksi di Tingkat Daerah
Tim seleksi menjalankan beberapa tahapan penilaian sebelum menetapkan 10 nama tersebut. Proses seleksi mencakup verifikasi administrasi, uji kompetensi, serta wawancara mendalam terhadap seluruh peserta.
Pada setiap tahap, tim seleksi menilai kemampuan peserta dalam memahami regulasi zakat, pengalaman pengelolaan lembaga, serta rekam jejak integritas. Selain itu, tim juga menguji kemampuan manajerial calon dalam mengelola organisasi zakat di tingkat daerah.
Seleksi berlangsung kompetitif karena seluruh peserta menunjukkan kapasitas yang cukup kuat dalam bidang pengelolaan zakat. Namun hanya kandidat yang memenuhi standar tertinggi yang berhasil melaju ke tahap selanjutnya.
Menuju Verifikasi BAZNAS RI
Setelah pengumuman ini, tim seleksi daerah mengirimkan 10 nama tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI). Lembaga pusat akan melakukan verifikasi lanjutan sebelum menetapkan lima orang final yang akan memimpin BAZNAS Kota Sungai Penuh.
BAZNAS RI akan menilai kembali rekam jejak para kandidat, melakukan klarifikasi dokumen, serta mengevaluasi kelayakan mereka secara menyeluruh. Tahap ini menjadi penentu akhir yang menentukan siapa saja yang layak memimpin lembaga zakat daerah.
Fokus pada Integritas dan Tata Kelola
Ketua tim seleksi, Dianda Putra menegaskan, bahwa proses pemilihan tidak hanya menilai kemampuan administratif. Mereka juga menitikberatkan pada integritas, profesionalitas, serta komitmen calon dalam mengelola dana zakat secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, kemampuan membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam penilaian. Tim menilai bahwa sinergi tersebut sangat dibutuhkan untuk memperkuat dampak program zakat di masyarakat.
Harapan Kepemimpinan Baru
Proses seleksi ini diharapkan menghasilkan pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh yang lebih adaptif terhadap tantangan sosial dan ekonomi. Peran lembaga zakat semakin penting dalam mendukung pengentasan kemiskinan serta memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.
Dengan kepemimpinan baru nanti, BAZNAS Kota Sungai Penuh ditargetkan mampu memperluas jangkauan program, meningkatkan efektivitas penyaluran dana zakat, serta memperkuat transparansi kepada publik.
Menanti Keputusan Final
Masyarakat kini menunggu hasil akhir dari BAZNAS RI yang akan menetapkan lima pimpinan definitif. Nama-nama terpilih tersebut akan memegang peran strategis dalam menjalankan program zakat selama lima tahun ke depan.
Tahap ini menjadi momen penting dalam menjaga kualitas tata kelola zakat di daerah. Pemerintah dan masyarakat berharap proses ini menghasilkan pemimpin yang amanah, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat di Kota Sungai Penuh.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









