Harga BBM Terbaru 5 Mei 2026: Pertamax Cs Naik, Pertalite Tetap Rp10.000

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah bersama Pertamina resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 4 Mei 2026. Kenaikan menyasar BBM non-subsidi, sementara BBM subsidi tetap stabil.

Perubahan ini langsung berdampak pada harga di SPBU seluruh Indonesia, termasuk wilayah Sumatra. Masyarakat kini harus membayar lebih mahal untuk jenis BBM berkualitas tinggi.

BBM Non-Subsidi Kompak Naik

Pertamina menaikkan harga beberapa produk andalan. Pertamax kini dijual Rp12.300 per liter. Pertamax Green 95 menyentuh Rp12.900 per liter.

Kenaikan paling tajam terjadi pada BBM diesel dan oktan tinggi. Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.900 per liter. Dexlite kini mencapai Rp26.000 per liter, sementara Pertamina Dex tembus Rp27.900 per liter.

Penyesuaian ini mengikuti tren harga minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah. Pertamina menilai langkah ini perlu agar bisnis tetap sehat dan distribusi energi berjalan lancar.

Baca Juga :  Eropa Kurangi Impor CPO, Gapki Pastikan Dampaknya Tak Ancam Ekspor Sawit RI

BBM Subsidi Tetap Stabil

Di sisi lain, pemerintah tetap menahan harga BBM subsidi. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter. Biosolar juga tidak berubah di angka Rp6.800 per liter.

Stabilitas ini memberi ruang bagi masyarakat kecil agar tetap bisa mengakses energi dengan harga terjangkau. Pemerintah berupaya menjaga daya beli di tengah tekanan ekonomi global.

Dampak ke Masyarakat dan Transportasi

Kenaikan harga BBM non-subsidi mulai terasa di berbagai sektor. Pelaku usaha transportasi dan logistik menghadapi kenaikan biaya operasional. Sebagian pengusaha bahkan mulai menghitung ulang tarif layanan.

Di daerah seperti Muara Bungo, pengguna kendaraan pribadi masih mendominasi konsumsi BBM. Banyak pengendara kini beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran harian.

Namun, pengguna kendaraan premium tetap memilih BBM dengan oktan tinggi demi menjaga performa mesin. Mereka menganggap kualitas bahan bakar tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  RKAB Weda Bay Nickel Habis Mei 2026, Tambang Berhenti Sementara Tunggu Revisi Izin ESDM

Pertamina Jelaskan Alasan Kenaikan

Pertamina menyampaikan bahwa evaluasi harga dilakukan secara berkala. Perusahaan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Selain itu, Pertamina juga menjaga ketersediaan pasokan di seluruh wilayah Indonesia. Distribusi energi yang merata menjadi fokus utama agar tidak terjadi kelangkaan.

Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menyentuh BBM subsidi. Pemerintah tetap mengontrol harga agar masyarakat tetap terlindungi.

Masyarakat Diminta Bijak Konsumsi BBM

Pengamat energi mendorong masyarakat agar lebih bijak menggunakan BBM. Penggunaan kendaraan secara efisien dapat membantu menekan pengeluaran.

Selain itu, masyarakat bisa mempertimbangkan transportasi alternatif atau berbagi kendaraan. Langkah ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga mengurangi konsumsi energi nasional.

Dengan kenaikan ini, masyarakat perlu menyesuaikan pola konsumsi. Sementara itu, pemerintah dan Pertamina terus memantau kondisi pasar agar tetap stabil.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru