Harga Emas 14 Mei 2026: Global Turun Tipis, Antam Tetap Bertahan Dekat Rp3 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis, 14 Mei 2026. Meski harga emas dunia terkoreksi tipis, nilai jual logam mulia di pasar domestik masih bertahan di level tinggi akibat penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Berdasarkan data terbaru dari Harga-Emas.org, harga emas spot global berada di posisi US$4.688,4 per troy ounce atau setara US$150,74 per gram. Angka tersebut turun dibanding perdagangan sebelumnya, namun belum mengubah tren penguatan emas dalam jangka panjang.

Harga Emas Antam Masih Bertahan Tinggi

Di Indonesia, harga emas batangan produksi Antam ukuran 1 gram tercatat mencapai Rp2.989.000. Untuk ukuran 5 gram, harga jual berada di kisaran Rp14,9 juta, sedangkan ukuran 10 gram menembus Rp28,8 juta. Harga buyback atau pembelian kembali ditetapkan sebesar Rp2.690.100 per gram.

Pegadaian dan UBS Gold Ikut Menyesuaikan Harga

Kondisi serupa juga terlihat pada produk emas milik Pegadaian. Emas ukuran 1 gram dijual sekitar Rp2.836.000. Sementara itu, emas cetakan UBS Gold dipasarkan dengan harga beli Rp2.515.000 dan harga jual Rp2.665.000 untuk ukuran yang sama.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Stabil Hari Ini 

Pelemahan Rupiah Dorong Harga Emas Domestik

Penguatan harga emas domestik tidak hanya dipengaruhi pasar global. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut memberikan tekanan besar terhadap harga logam mulia di dalam negeri. Kurs referensi Bank Indonesia menunjukkan dolar AS berada di rentang Rp17.426 hingga Rp17.601.

Sejumlah bank besar nasional juga mencatat kurs jual dolar yang tinggi. Bank Central Asia menetapkan kurs jual dolar di level Rp17.535, sedangkan Bank Mandiri berada sedikit lebih tinggi di kisaran Rp17.565.

Emas Tetap Jadi Pilihan Investor Safe Haven

Analis menilai kombinasi pelemahan rupiah dan ketidakpastian ekonomi global membuat investor tetap memburu emas sebagai aset aman. Dalam lima tahun terakhir, harga emas tercatat melonjak lebih dari 200 persen. Kenaikan tersebut memperlihatkan daya tahan emas di tengah gejolak pasar keuangan internasional.

Minat Emas Digital Terus Mengalami Peningkatan

Selain emas fisik, instrumen investasi berbasis emas digital juga mulai menarik perhatian investor muda. Produk seperti GLD, PAX Gold, dan Tether Gold ikut mengalami pergerakan mengikuti harga emas dunia.

Baca Juga :  Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis

Platform investasi Pluang mencatat minat masyarakat terhadap emas digital terus meningkat. Investor kini bisa membeli emas mulai dari nominal kecil, melakukan investasi rutin otomatis, hingga mencetak saldo emas menjadi emas fisik.

Pasar Saham dan Kripto Ikut Menguat

Di tengah fluktuasi harga emas, pasar saham dan aset kripto juga bergerak positif. Saham Nvidia menguat 2,69 persen, sementara Alphabet naik hampir 4 persen. Pada pasar kripto, Bitcoin dan Ethereum sama-sama mencatat penguatan.

Investor Menanti Arah Suku Bunga Amerika Serikat

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta data inflasi terbaru yang diperkirakan memengaruhi pergerakan emas dalam waktu dekat. Jika tekanan global kembali meningkat, harga emas berpotensi melanjutkan tren kenaikan sepanjang 2026.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
INDY Hadapi Tekanan, RUPS 20 Mei Jadi Penentu Arah Bisnis Baru
Pemerintah Wajibkan DHE SDA Disimpan di Himbara Mulai Juni 2026, Rupiah Diproyeksi Menguat
Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU
IHSG 13 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Global Masih Bayangi Bursa
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Global Masih Serbu Aset Aman
India Bidik Hilirisasi Gambir Sumatera Barat, Mahyeldi Dorong Investasi
Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,02%, Mahyeldi Soroti Pengangguran dan Inflasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:00 WIB

Harga Emas 14 Mei 2026: Global Turun Tipis, Antam Tetap Bertahan Dekat Rp3 Juta

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

INDY Hadapi Tekanan, RUPS 20 Mei Jadi Penentu Arah Bisnis Baru

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:09 WIB

IHSG 13 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Global Masih Bayangi Bursa

Berita Terbaru