JAMBI – Kabupaten Muaro Jambi menghadapi persoalan serius di sektor pendidikan. Pemerintah daerah mencatat kekurangan tenaga guru hampir mencapai 1.000 orang pada tahun 2026. Kondisi ini mulai memengaruhi aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah, terutama untuk mata pelajaran inti seperti Matematika dan Bahasa Inggris.
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, menyebut krisis tenaga pendidik terjadi akibat tingginya angka pensiun guru dalam dua tahun terakhir. Di sisi lain, pemerintah belum membuka formasi penerimaan aparatur sipil negara untuk tenaga kependidikan secara maksimal.
Gelombang Pensiun Perparah Kekurangan Guru
Data Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan ratusan guru memasuki masa purna bakti sepanjang 2024 hingga 2025. Banyak sekolah kehilangan tenaga pengajar tetap dalam waktu hampir bersamaan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah sekolah harus membagi jam mengajar kepada guru yang tersisa. Bahkan beberapa guru terpaksa mengajar lebih dari satu mata pelajaran untuk menutupi kekosongan kelas.
“Jumlah guru yang pensiun cukup banyak, sementara penerimaan baru belum mampu menutup kebutuhan yang ada,” ujar Bupati Bambang Bayu Suseno.
Pemkab Muaro Jambi memperkirakan total kebutuhan guru saat ini mencapai 972 orang. Angka tersebut tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Kekurangan paling terasa terjadi pada guru mata pelajaran khusus. Sekolah mengalami kesulitan mencari tenaga pengajar Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan beberapa bidang studi lain yang membutuhkan kompetensi tertentu.
Sekolah Mulai Kesulitan Menjaga Kualitas Pembelajaran
Keterbatasan jumlah tenaga pengajar membuat banyak sekolah harus melakukan penyesuaian. Beberapa sekolah mengurangi jam belajar tertentu, sementara lainnya memanfaatkan guru honorer untuk menjaga proses pembelajaran tetap berjalan.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas pendidikan di daerah. Beban kerja guru meningkat karena mereka harus menangani lebih banyak kelas dibanding sebelumnya.
Selain itu, distribusi guru antarwilayah juga belum merata. Sekolah yang berada di daerah pinggiran dan kawasan terpencil menghadapi tantangan lebih berat karena sulit mendapatkan tenaga pengajar pengganti.
Pemerhati pendidikan menilai kondisi tersebut dapat berdampak pada capaian belajar siswa apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret.
Pemkab Ajukan Kebutuhan Guru ke Pemerintah Pusat
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada kementerian terkait. Pemkab berharap pemerintah pusat segera membuka formasi tenaga pendidik sesuai kebutuhan daerah.
Bupati Bambang Bayu Suseno menegaskan bahwa keberadaan guru sangat menentukan stabilitas pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan rekrutmen guru baru agar sekolah tidak mengalami kekurangan tenaga pengajar berkepanjangan.
“Kami sudah mengusulkan kebutuhan guru ke kementerian. Kami berharap pemerintah pusat segera memberikan solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal,” katanya.
Pemkab juga mempertimbangkan langkah jangka pendek untuk mengurangi dampak kekurangan guru, termasuk memaksimalkan tenaga honorer dan melakukan penataan distribusi guru antar sekolah.
Revitalisasi Sekolah Jadi Harapan Baru
Di tengah persoalan kekurangan guru, Kabupaten Muaro Jambi menerima bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Program tersebut menyasar 25 sekolah pada tahun ini.
Revitalisasi mencakup perbaikan gedung sekolah, ruang belajar, fasilitas sanitasi, hingga sarana penunjang pendidikan lainnya. Pemerintah berharap program itu mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan guru.
Selama ini banyak sekolah di Muaro Jambi membutuhkan perhatian serius karena kondisi bangunan yang mulai rusak dan keterbatasan fasilitas belajar.
Pemkab menilai peningkatan infrastruktur pendidikan tetap penting meskipun daerah masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Pemerintah ingin memastikan siswa tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Namun, perbaikan fasilitas saja dinilai belum cukup. Banyak pihak berharap pemerintah pusat segera merealisasikan tambahan formasi guru agar persoalan pendidikan di Muaro Jambi tidak semakin melebar dalam beberapa tahun ke depan.
Jika kebutuhan tenaga pengajar terus dibiarkan, sekolah berpotensi menghadapi penurunan kualitas pembelajaran secara bertahap. Karena itu, percepatan rekrutmen guru kini menjadi kebutuhan mendesak bagi dunia pendidikan di Muaro Jambi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









