Gebu Minang Padang Dorong Ekonomi Warga, CFD Jadi Penggerak Omzet UMKM Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Ribuan warga memadati halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026), saat Gebyar Gebu Minang Kota Padang digelar bersamaan dengan jalan santai dan senam massal. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah hadir membuka langsung kegiatan yang juga menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil di kawasan Car Free Day (CFD).

Acara ini tidak hanya menjadi ruang olahraga dan hiburan, tetapi juga berubah menjadi pusat perputaran ekonomi dadakan yang melibatkan ratusan UMKM dari Kota Padang dan sekitarnya.

CFD Jadi Magnet Ribuan Warga dan Peluang Ekonomi Baru

Sejak pagi, kawasan CFD Jalan Sudirman Padang dipadati peserta Gebu Minang dan masyarakat umum. Panitia mencatat jumlah peserta mencapai sekitar 10 ribu orang dari kegiatan Gebu Minang saja.

Jika digabung dengan pengunjung CFD rutin, aktivitas tersebut menarik hingga puluhan ribu orang dalam satu waktu. Kondisi ini langsung menciptakan arus belanja yang tinggi di lapangan.

Mahyeldi menilai pola kegiatan seperti ini mampu menghubungkan gaya hidup sehat dengan penguatan ekonomi lokal.

UMKM Panen Penjualan dalam Waktu Singkat

Keramaian sejak pagi hingga menjelang siang memberi dampak langsung bagi pedagang. Produk makanan, minuman, hingga kerajinan laris dibeli pengunjung.

Sejumlah pelaku UMKM mencatat omzet harian bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta hanya dalam hitungan beberapa jam.

Baca Juga :  DPW GAPEMBI Sumbar 2025–2030 Resmi Dilantik, Dukung MBG

Mahyeldi menegaskan bahwa ruang seperti CFD menjadi ekosistem penting bagi pelaku usaha kecil, terutama generasi muda yang baru memulai bisnis.

Generasi Muda dan Mahasiswa Jadi Motor UMKM

Kegiatan ini juga memperlihatkan peran besar anak muda dalam dunia usaha. Banyak tenant UMKM dikelola oleh mahasiswa dan pelaku usaha pemula yang memanfaatkan momen keramaian untuk belajar bisnis secara langsung.

Pemerintah provinsi, kata Mahyeldi, terus mendorong agar ruang publik tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga wadah pembelajaran ekonomi masyarakat.

Gebu Minang Dorong Kebangkitan Ekonomi dan Budaya

Ketua Gebu Minang Kota Padang, Endrizal, menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal menghidupkan kembali organisasi yang sempat vakum dari aktivitas besar.

Ia menegaskan fokus utama Gebu Minang saat ini adalah penguatan ekonomi dan pelestarian budaya Minangkabau melalui kegiatan berbasis masyarakat.

Hampir seluruh tenant yang hadir berasal dari UMKM lokal, sehingga kegiatan ini benar-benar menyasar penguatan ekonomi akar rumput.

Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana

Dalam kesempatan yang sama, Gebu Minang Pusat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di Lubuk Minturun dan Pasie Nan Tigo. Bantuan tersebut berupa gerobak usaha serta paket ternak ayam lengkap dengan kandang dan pakan.

Program ini diharapkan membantu masyarakat kembali pulih dan memiliki sumber pendapatan baru secara mandiri.

Baca Juga :  Hujan Lebat Ancam Sumbar, Mahyeldi Keluarkan Imbauan Mendesak: Warga Diminta Segera Tinggalkan Zona Rawan

Peran Perantau Minang Jaga Budaya dan Ekonomi Daerah

Mahyeldi juga mengapresiasi kontribusi besar perantau Minangkabau yang tergabung dalam Gebu Minang. Selain aktif membantu daerah saat terjadi bencana, para perantau juga konsisten menjaga budaya Minang di berbagai negara.

Ia mencontohkan keberadaan Rumah Gadang di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Thailand, hingga Jepang sebagai bukti kuatnya identitas budaya Minangkabau di perantauan.

Dampak Langsung Kegiatan bagi UMKM

Meningkatkan omzet harian pedagang dalam waktu singkat

Membuka pasar baru dari pengunjung CFD

Memberikan pengalaman bisnis bagi pelaku UMKM pemula

Memperkuat jaringan antar pelaku usaha lokal

Menghidupkan ekonomi kawasan publik secara rutin

FAQ

1. Apa tujuan utama Gebyar Gebu Minang di Padang?

Kegiatan ini menggabungkan olahraga, silaturahmi, dan penguatan ekonomi melalui partisipasi UMKM.

2. Berapa jumlah peserta yang hadir?

Sekitar 10 ribu peserta dari Gebu Minang, belum termasuk pengunjung CFD umum.

3. Apa dampak bagi UMKM?

UMKM mengalami peningkatan penjualan signifikan, bahkan mencapai jutaan rupiah dalam beberapa jam.

4. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?

Pemerintah daerah, Gebu Minang, Forkopimda, Bank Nagari, serta ratusan pelaku UMKM.

5. Apakah kegiatan ini akan berlanjut?

Pemerintah berencana terus mendorong kegiatan serupa sebagai ruang ekonomi masyarakat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Mahyeldi Bidik 740 Ribu UMKM Sumatera Barat, Legalitas dan Modal Jadi Kunci Pengembangan Usaha
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru

Berita Terbaru