BENGKULU – investasi Bengkulu
Bengkulu terus mencari peluang untuk menarik modal asing dan memperluas jangkauan produk unggulan ke pasar internasional. Pemerintah Provinsi Bengkulu memanfaatkan Bencoolen Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon investor dari berbagai negara.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, membuka forum tersebut di Mercure Hotel Bengkulu, Senin (12/10/2026). Investor dan mitra usaha dari Tunisia, Jepang, Korea Selatan, Pakistan, serta Malaysia turut menghadiri kegiatan tersebut.
Selain menawarkan peluang investasi, forum ini juga menyoroti perkembangan ekspor nonmigas Bengkulu. Data Januari–Agustus 2026 menunjukkan kenaikan nilai ekspor ke India dan Pakistan. Sebaliknya, perdagangan dengan Filipina dan kawasan ASEAN mencatat penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mian Dorong Investasi untuk Membuka Lapangan Kerja
Mian menilai investasi memegang peranan penting dalam memperkuat perekonomian Bengkulu. Masuknya modal baru dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan sektor usaha produktif.
Karena itu, ia mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional memperkuat kolaborasi. Menurutnya, kerja sama tersebut perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar membuka peluang bisnis.
“Bengkulu memiliki potensi ekonomi yang besar dan terbuka bagi investor. Karena itu, kita harus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar peluang investasi yang ada dapat direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mian.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen mempermudah pelayanan investasi. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah membantu investor mengurus perizinan hingga menjalankan rencana usahanya.
Selain itu, Mian mendorong investor mengembangkan sektor produktif dan memperkuat usaha lokal. Dengan langkah tersebut, produk unggulan Bengkulu berpeluang meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu terbuka untuk investasi dan siap menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya.
Realisasi Investasi Capai Rp2,85 Triliun
Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi Provinsi Bengkulu mencapai Rp2,85 triliun. Angka tersebut setara dengan 49,67 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp5,75 triliun.
Capaian itu menunjukkan bahwa Bengkulu masih perlu menarik tambahan investasi untuk memenuhi target tahunan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu memperkuat promosi peluang usaha dan membangun komunikasi dengan calon investor.
BRIEF 2026 menjadi salah satu sarana untuk menjalankan strategi tersebut. Melalui forum ini, pelaku usaha dapat memperkenalkan potensi bisnis, menjalin komunikasi dengan mitra internasional, serta menjajaki peluang kerja sama.
Namun, promosi saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu menjaga kemudahan perizinan, memperkuat kesiapan sektor usaha, dan membantu pelaku usaha lokal meningkatkan kapasitas produksi.
Dengan dukungan tersebut, investor dapat melihat peluang bisnis secara lebih jelas. Pada saat yang sama, masyarakat berpeluang menikmati manfaat investasi melalui pertumbuhan usaha dan pembukaan lapangan kerja.
Bank Indonesia Tekankan Pentingnya Perluasan Pasar
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra internasional.
Menurutnya, penguatan investasi perlu berjalan seiring dengan perluasan perdagangan. Pelaku usaha membutuhkan promosi yang tepat, akses pasar yang lebih luas, dan jaringan bisnis yang mampu membuka peluang baru.
“Penguatan investasi dan perdagangan perlu berjalan beriringan. Potensi daerah harus didukung dengan promosi yang tepat, perluasan akses pasar, serta kolaborasi yang mampu menghubungkan pelaku usaha lokal dengan peluang bisnis yang lebih luas,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan bahwa BRIEF 2026 memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan potensi bisnis kepada calon investor. Forum tersebut juga membantu kedua pihak menjajaki kerja sama perdagangan lintas negara.
“Dengan meningkatnya konektivitas antara investor dan pelaku usaha, diharapkan produk unggulan Bengkulu semakin kompetitif, pasar ekspor semakin luas, dan investasi dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” terangnya.
Ekspor Bengkulu ke India Naik Menjadi US$21,97 Juta
Data perdagangan Januari–Agustus 2026 memperlihatkan perkembangan yang berbeda di sejumlah negara tujuan ekspor Bengkulu. India menempati posisi teratas dengan nilai ekspor mencapai US$21,97 juta.
Nilai tersebut meningkat dari US$13,46 juta pada periode Januari–Agustus 2025. Kenaikan ini membuka peluang bagi pelaku usaha Bengkulu untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan pasar India.
Pakistan juga mencatat pertumbuhan ekspor yang cukup besar. Nilai perdagangan Bengkulu dengan negara tersebut mencapai US$9,32 juta pada Januari–Agustus 2026, naik dari US$3,68 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan di kedua negara itu menunjukkan peluang untuk memperluas jangkauan pasar. Karena itu, pelaku usaha perlu mengenali kebutuhan konsumen dan menyesuaikan strategi pemasaran dengan karakteristik setiap negara tujuan.
Ekspor ke Filipina dan ASEAN Mengalami Penurunan
Berbeda dengan India dan Pakistan, ekspor Bengkulu ke Filipina mengalami penurunan. Nilainya mencapai US$7,77 juta pada Januari–Agustus 2026, lebih rendah dibandingkan US$9,79 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada perdagangan dengan kawasan ASEAN. Pada Januari–Agustus 2025, nilai ekspor Bengkulu ke kawasan tersebut mencapai US$29,62 juta. Namun, pada periode yang sama tahun 2026, nilainya turun menjadi US$11,59 juta.
Perbedaan tren tersebut menjadi catatan bagi pemerintah dan pelaku usaha. Mereka perlu mengevaluasi peluang pasar, mengidentifikasi hambatan perdagangan, dan memperkuat promosi produk unggulan daerah.
Selain itu, pelaku usaha perlu membangun jaringan distribusi yang lebih efektif. Strategi tersebut dapat membantu mereka menjangkau pembeli baru sekaligus mempertahankan pasar yang sudah ada.
BRIEF 2026 Perkuat Peluang Bisnis Internasional
Kehadiran investor dan mitra usaha dari sejumlah negara membuka ruang bagi Bengkulu untuk memperluas jejaring bisnis. Melalui BRIEF 2026, pemerintah daerah mendorong pelaku usaha lokal menjajaki kemitraan sekaligus memperkenalkan produk unggulan kepada pasar internasional.
FAQ
1. Apa tujuan BRIEF 2026 di Bengkulu?
BRIEF 2026 bertujuan mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra internasional untuk menjajaki peluang investasi serta memperluas perdagangan produk unggulan Bengkulu.
2. Berapa realisasi investasi Bengkulu hingga triwulan II 2026?
Realisasi investasi Bengkulu mencapai Rp2,85 triliun atau 49,67 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp5,75 triliun.
3. Negara mana yang mencatat nilai ekspor tertinggi dari Bengkulu?
India menempati posisi teratas dalam data ekspor nonmigas Januari–Agustus 2026 dengan nilai US$21,97 juta.
4. Bagaimana perkembangan ekspor Bengkulu ke Pakistan?
Nilai ekspor Bengkulu ke Pakistan mencapai US$9,32 juta pada Januari–Agustus 2026, meningkat dari US$3,68 juta pada periode yang sama tahun 2025.
5. Mengapa ekspor Bengkulu perlu memperluas pasar?
Perluasan pasar dapat membantu pelaku usaha menjangkau pembeli baru, mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu, dan meningkatkan peluang pertumbuhan perdagangan.
6. Apa tantangan ekspor Bengkulu pada 2026?
Data yang dipaparkan dalam BRIEF 2026 menunjukkan penurunan nilai ekspor ke Filipina dan kawasan ASEAN. Karena itu, pelaku usaha perlu mengevaluasi strategi pemasaran, akses distribusi, serta kebutuhan pasar tujuan.(Tim)









