SUNGAI PENUH – Seleksi Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Khayangan kini memasuki fase paling krusial. Panitia seleksi menetapkan tiga nama terbaik untuk melaju ke wawancara akhir bersama Wali Kota Sungai Penuh pada Rabu, 20 Mei 2026. Tahap ini menjadi penentu arah pengawasan layanan air bersih di kota tersebut untuk lima tahun mendatang.
Tiga kandidat yang bersaing yaitu Y.Z. Oktavianus, S.T., M.T., Ir. Randy Eka Putra Kurniawan, S.T., M.T., dan Jumadil, S.E., M.Si. Mereka lolos setelah melewati serangkaian UKK yang menilai kemampuan teknis, manajerial, serta pemahaman terhadap tata kelola BUMD.
Sorotan Publik Mengarah ke Kinerja, Bukan Formalitas
Berbeda dari seleksi sebelumnya yang kerap dianggap administratif, proses tahun ini mendapat sorotan lebih tajam dari publik. Masyarakat tidak hanya menunggu siapa yang terpilih, tetapi juga ingin melihat sejauh mana calon pengawas memahami persoalan nyata di lapangan, mulai dari distribusi air yang belum stabil hingga efisiensi operasional perusahaan.
Panitia seleksi, Helmi, menegaskan pihaknya menilai peserta berdasarkan kompetensi dan rekam jejak, bukan sekadar kelengkapan dokumen. Ia menekankan bahwa Dewan Pengawas harus mampu mengawasi arah kebijakan perusahaan secara kritis, bukan hanya menjalankan fungsi simbolis.
Tekanan Layanan Air Bersih Jadi Tantangan Utama
Perumda Tirta Khayangan menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Beberapa wilayah masih mengalami gangguan distribusi, sementara kebutuhan air bersih terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Kondisi ini menuntut pengawasan yang lebih kuat agar perusahaan tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang.
Wali Kota Sungai Penuh akan langsung menilai tiga kandidat pada tahap akhir ini. Keputusan tersebut akan menentukan siapa yang paling siap mengawal perbaikan layanan, efisiensi anggaran, dan penguatan sistem distribusi air di masa mendatang.
Arah Baru Pengawasan BUMD
Seleksi Dewan Pengawas ini menjadi bagian dari dorongan reformasi BUMD di daerah. Pemerintah ingin memastikan posisi strategis tidak jatuh pada figur formalitas, melainkan pada sosok yang mampu membaca masalah teknis sekaligus memberi solusi strategis.
Hasil akhir seleksi ini akan menjadi indikator apakah Perumda Tirta Khayangan bergerak ke arah perbaikan tata kelola atau tetap menghadapi tantangan lama dalam layanan publik.
FAQ
1. Apa yang membedakan tahap wawancara akhir dengan UKK sebelumnya?
Wawancara akhir lebih menekankan visi, strategi, dan kemampuan kandidat dalam mengatasi masalah nyata di Perumda, bukan hanya aspek administratif.
2. Mengapa seleksi Dewan Pengawas ini mendapat perhatian publik?
Karena hasilnya akan berdampak langsung pada kualitas layanan air bersih yang digunakan masyarakat setiap hari.
3. Siapa saja yang masuk tahap akhir seleksi?
Tiga kandidat yakni Y.Z. Oktavianus, Randy Eka Putra Kurniawan, dan Jumadil.
4. Apa tantangan terbesar Perumda Tirta Khayangan saat ini?
Distribusi air yang belum stabil di beberapa wilayah serta tuntutan peningkatan efisiensi layanan.
5. Apa harapan utama dari proses seleksi ini?
Terpilihnya pengawas yang mampu memperbaiki kinerja perusahaan, bukan hanya menjalankan fungsi pengawasan formal.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









