JAMBI – Memasuki pertengahan Mei 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi. Di wilayah Jambi, harga BBM tercatat mengikuti pola yang sama dengan provinsi lain di Sumatra bagian selatan seperti Sumatra Selatan dan Bengkulu.
Meski tidak terjadi lonjakan tajam, beberapa jenis BBM non-subsidi masih menunjukkan pergerakan harga mengikuti dinamika pasar minyak global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kondisi ini membuat masyarakat tetap perlu menyesuaikan pengeluaran harian, terutama bagi pengguna kendaraan berbahan bakar Pertamax series dan solar industri.
Harga BBM Subsidi Masih Terkendali
Untuk jenis BBM subsidi, pemerintah masih mempertahankan harga agar tetap stabil demi menjaga daya beli masyarakat.
Di Jambi, harga per 18 Mei 2026 tercatat sebagai berikut:
Pertalite tetap di kisaran Rp10.000 per liter
Bio Solar berada di sekitar Rp6.800 per liter
Stabilnya harga dua jenis BBM ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga biaya transportasi umum dan distribusi logistik di daerah.
Pengamat energi menilai kebijakan subsidi ini masih menjadi penyangga utama ekonomi rumah tangga, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada kendaraan roda dua dan angkutan barang kecil.
BBM Non-Subsidi Mengikuti Tren Global
Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih bergerak mengikuti pasar internasional.
Di Jambi, kisaran harga yang berlaku adalah:
1. Pertamax sekitar Rp12.600 per liter
2. Pertamax Green 95 sekitar Rp12.900 per liter
3. Pertamax Turbo mendekati Rp20.000 per liter
4. Dexlite berada di kisaran Rp26.600 per liter
5. Pertamina Dex mencapai sekitar Rp28.000 per liter
Fluktuasi ini dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia yang masih berada pada fase penyesuaian setelah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan produksi negara produsen utama.
Dampak ke Aktivitas Ekonomi Daerah
Kenaikan dan penyesuaian harga BBM non-subsidi memberi dampak langsung pada sektor usaha di daerah, terutama transportasi logistik, perdagangan, dan jasa kurir.
Beberapa pelaku usaha kecil di Jambi menyebutkan bahwa kenaikan tipis BBM membuat biaya operasional ikut meningkat, meskipun belum sampai mengganggu harga jual barang secara signifikan.
Namun demikian, pelaku usaha tetap berharap agar stabilitas harga energi bisa dijaga, mengingat BBM masih menjadi komponen utama dalam struktur biaya distribusi.
Pemerintah Jaga Keseimbangan Energi dan Subsidi
Pemerintah melalui kebijakan energi nasional terus berupaya menjaga keseimbangan antara subsidi dan mekanisme pasar.
Di satu sisi, BBM subsidi dipertahankan untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah. Di sisi lain, BBM non-subsidi dibiarkan mengikuti harga pasar agar tidak membebani APBN secara berlebihan.
Model ini dianggap sebagai strategi jangka menengah untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kesimpulan
Harga BBM per 18 Mei 2026 di Jambi menunjukkan pola yang relatif stabil untuk jenis subsidi, sementara BBM non-subsidi masih mengalami penyesuaian ringan.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam penggunaan bahan bakar, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis dan dipengaruhi faktor global.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah harga BBM di Jambi berbeda dengan daerah lain?
Tidak signifikan. Jambi mengikuti harga wilayah Sumatra bagian selatan.
2. Apakah Pertalite masih disubsidi?
Ya, Pertalite termasuk BBM subsidi yang harganya dijaga pemerintah.
3. Kenapa harga Pertamax bisa berubah?
Karena mengikuti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
4. Apakah harga BBM bisa naik lagi?
Bisa, tergantung kondisi pasar minyak global dan kebijakan pemerintah.
5. BBM apa yang paling stabil harganya?
BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar relatif paling stabil.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









