Harga BBM 18 Mei 2026 di Jambi Stabil: Subsidi, Non-Subsidi Ikuti Tren Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAMBI – Memasuki pertengahan Mei 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi. Di wilayah Jambi, harga BBM tercatat mengikuti pola yang sama dengan provinsi lain di Sumatra bagian selatan seperti Sumatra Selatan dan Bengkulu.

Meski tidak terjadi lonjakan tajam, beberapa jenis BBM non-subsidi masih menunjukkan pergerakan harga mengikuti dinamika pasar minyak global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kondisi ini membuat masyarakat tetap perlu menyesuaikan pengeluaran harian, terutama bagi pengguna kendaraan berbahan bakar Pertamax series dan solar industri.

Harga BBM Subsidi Masih Terkendali

Untuk jenis BBM subsidi, pemerintah masih mempertahankan harga agar tetap stabil demi menjaga daya beli masyarakat.

Di Jambi, harga per 18 Mei 2026 tercatat sebagai berikut:

Pertalite tetap di kisaran Rp10.000 per liter

Bio Solar berada di sekitar Rp6.800 per liter

Stabilnya harga dua jenis BBM ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga biaya transportasi umum dan distribusi logistik di daerah.

Pengamat energi menilai kebijakan subsidi ini masih menjadi penyangga utama ekonomi rumah tangga, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada kendaraan roda dua dan angkutan barang kecil.

Baca Juga :  Transformasi Ekonomi Sumbar 2027 Digenjot, Mahyeldi Fokus Tarik Investasi

BBM Non-Subsidi Mengikuti Tren Global

Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih bergerak mengikuti pasar internasional.

Di Jambi, kisaran harga yang berlaku adalah:

1. Pertamax sekitar Rp12.600 per liter

2. Pertamax Green 95 sekitar Rp12.900 per liter

3. Pertamax Turbo mendekati Rp20.000 per liter

4. Dexlite berada di kisaran Rp26.600 per liter

5. Pertamina Dex mencapai sekitar Rp28.000 per liter

Fluktuasi ini dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia yang masih berada pada fase penyesuaian setelah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan produksi negara produsen utama.

Dampak ke Aktivitas Ekonomi Daerah

Kenaikan dan penyesuaian harga BBM non-subsidi memberi dampak langsung pada sektor usaha di daerah, terutama transportasi logistik, perdagangan, dan jasa kurir.

Beberapa pelaku usaha kecil di Jambi menyebutkan bahwa kenaikan tipis BBM membuat biaya operasional ikut meningkat, meskipun belum sampai mengganggu harga jual barang secara signifikan.

Namun demikian, pelaku usaha tetap berharap agar stabilitas harga energi bisa dijaga, mengingat BBM masih menjadi komponen utama dalam struktur biaya distribusi.

Pemerintah Jaga Keseimbangan Energi dan Subsidi

Pemerintah melalui kebijakan energi nasional terus berupaya menjaga keseimbangan antara subsidi dan mekanisme pasar.

Baca Juga :  Utang Pinjol Tembus Rp100 Triliun, OJK Ungkap Risiko Kredit Macet

Di satu sisi, BBM subsidi dipertahankan untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah. Di sisi lain, BBM non-subsidi dibiarkan mengikuti harga pasar agar tidak membebani APBN secara berlebihan.

Model ini dianggap sebagai strategi jangka menengah untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kesimpulan

Harga BBM per 18 Mei 2026 di Jambi menunjukkan pola yang relatif stabil untuk jenis subsidi, sementara BBM non-subsidi masih mengalami penyesuaian ringan.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam penggunaan bahan bakar, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis dan dipengaruhi faktor global.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah harga BBM di Jambi berbeda dengan daerah lain?

Tidak signifikan. Jambi mengikuti harga wilayah Sumatra bagian selatan.

2. Apakah Pertalite masih disubsidi?

Ya, Pertalite termasuk BBM subsidi yang harganya dijaga pemerintah.

3. Kenapa harga Pertamax bisa berubah?

Karena mengikuti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

4. Apakah harga BBM bisa naik lagi?

Bisa, tergantung kondisi pasar minyak global dan kebijakan pemerintah.

5. BBM apa yang paling stabil harganya?

BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar relatif paling stabil.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bill Gates Lepas Saham Microsoft: Pergeseran Strategi dari Kepemilikan ke Dampak Global Filantropi
Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK
Gebu Minang Padang Dorong Ekonomi Warga, CFD Jadi Penggerak Omzet UMKM Naik
IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis
Harga Emas Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Perubahan Pola Investasi Masyarakat Makin Terlihat
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Bengkulu Akselerasi Koperasi Desa Terpadu, Dorong Akses Ekonomi dan Layanan Warga Lebih Dekat
Padang Gencarkan Penataan PKL, Tantangan Ruang Usaha Makin Terbuka
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bill Gates Lepas Saham Microsoft: Pergeseran Strategi dari Kepemilikan ke Dampak Global Filantropi

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Senin, 18 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM 18 Mei 2026 di Jambi Stabil: Subsidi, Non-Subsidi Ikuti Tren Global

Senin, 18 Mei 2026 - 08:00 WIB

IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis

Senin, 18 Mei 2026 - 07:00 WIB

Harga Emas Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Perubahan Pola Investasi Masyarakat Makin Terlihat

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB