Transformasi Ekonomi Sumbar 2027 Digenjot, Mahyeldi Fokus Tarik Investasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengarahkan pembangunan tahun 2027 pada percepatan transformasi ekonomi berbasis investasi. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan langkah ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung ke masyarakat.

Mahyeldi menyampaikan arah kebijakan itu dalam Musrenbang RKPD Sumbar 2027 di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4/2026). Ia menekankan pembangunan harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar angka pertumbuhan.

“Dengan semangat bergerak bersama, kita memastikan pembangunan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Transformasi ekonomi berbasis investasi menjadi kunci pada 2027,” ujar Mahyeldi.

Pemprov Sumbar mengubah pendekatan pembangunan. Pemerintah kini mengutamakan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah juga menyesuaikan kebijakan dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Baca Juga :  Banyak Sarjana Tak Terserap, Industri Justru Kekurangan Talenta yang Sesuai Kebutuhan

Mahyeldi menyiapkan tiga pilar utama. Pertama, hilirisasi agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Kedua, penguatan pariwisata dan ekonomi hijau. Ketiga, percepatan digitalisasi UMKM.

Ia menempatkan mitigasi bencana sebagai fondasi pembangunan. Langkah ini penting karena Sumbar menghadapi risiko bencana alam.

“Kita ingin membangun ekonomi yang kuat, inklusif, dan tahan terhadap risiko,” tegasnya.

Mahyeldi menyebut tahun 2027 sebagai momentum penting. Ia ingin mendorong lonjakan investasi di Sumbar melalui kerja sama semua pihak.

Baca Juga :  30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Siap Turun ke Desa Mulai Agustus, Pemerintah Kebut Operasional Nasional

“Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi. Kita harus bergerak bersama agar pembangunan berdampak nyata,” katanya.

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Medrilzam, meminta Pemprov Sumbar memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.

Ia menilai ekonomi Sumbar masih bertumpu pada pertanian dan perkebunan. Ia mendorong pemerintah daerah mencari sektor baru.

“Kita perlu memperluas sumber ekonomi agar tidak bergantung pada sektor tertentu,” ujar Medrilzam.

Ia juga mendorong Sumbar mengembangkan produk turunan. Langkah ini meningkatkan nilai tambah dan memperkuat kemandirian daerah. Upaya itu sekaligus mendukung program hilirisasi nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Berita Terbaru