Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Sungai Penuh Bidik Jalur Cepat, Ini Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh mengajukan gagasan pembangunan jalan layang atau fly over sebagai salah satu langkah strategis untuk mempercepat konektivitas menuju Jambi dan Sumatera Barat. Usulan itu muncul dalam forum Diskusi Rabuan Roadshow (DRR) Tenaga Ahli Gubernur Jambi tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (21/05).

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, membuka kegiatan tersebut dan langsung menegaskan arah pembahasan pada kebutuhan infrastruktur yang berdampak nyata bagi mobilitas warga. Ia mendorong percepatan kajian pembangunan fly over yang dinilai mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah, terutama jalur penghubung Jambi–Sumatera Barat yang selama ini masih bergantung pada jalur darat dengan titik kepadatan tertentu.

Dorong Akses Lebih Cepat ke Sentra Ekonomi dan Wisata

Azhar menilai pembangunan fly over tidak hanya menyelesaikan persoalan kemacetan, tetapi juga membuka akses ekonomi baru. Ia melihat sektor pariwisata Sungai Penuh yang bertumpu pada kawasan alam dan budaya akan tumbuh lebih cepat jika konektivitas meningkat.

Menurutnya, arus wisatawan dari Jambi menuju Sumatera Barat akan lebih lancar jika jalur transportasi tidak lagi terhambat oleh titik-titik rawan kemacetan. Ia juga menyoroti potensi pertanian di Sungai Penuh yang dapat memperoleh keuntungan dari distribusi hasil panen yang lebih cepat dan efisien.

Baca Juga :  Dewan Pers dan Kemenkum Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik di RUU Hak Cipta

“Kalau akses semakin cepat, biaya distribusi turun, wisata meningkat, dan petani kita ikut merasakan dampaknya,” ujar Azhar dalam forum tersebut.

Pengelolaan Sampah Jadi Fokus Pembangunan Lingkungan

Selain infrastruktur transportasi, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga membawa agenda lingkungan dalam forum DRR tersebut. Pemkot mendorong pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di setiap desa sebagai langkah memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pemkot juga meminta dukungan pemerintah provinsi untuk penyediaan lahan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Langkah ini bertujuan mengurangi beban sampah di pusat kota sekaligus menjaga kawasan konservasi tetap bersih.

Azhar menekankan pentingnya dukungan mesin pengelolaan sampah modern agar setiap unit TPS3R bisa beroperasi lebih efektif. Ia menilai kolaborasi lintas pemerintah akan mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Dampak yang Diharapkan dari Usulan Pemkot

Pemerintah Kota Sungai Penuh menargetkan beberapa dampak utama dari dua usulan besar tersebut. Pertama, percepatan pembangunan fly over akan memangkas waktu tempuh dan menurunkan biaya logistik antarwilayah. Kedua, peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah akan memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Wawako Azhar Tegaskan Komitmen Kota Layak Anak

Selain itu, Pemkot berharap kedua program ini mampu membuka lapangan kerja baru, terutama di sektor konstruksi, pariwisata, dan pengelolaan lingkungan.

FAQ

1. Apa tujuan utama usulan fly over di Sungai Penuh?

Tujuannya untuk mempercepat konektivitas antara Jambi dan Sumatera Barat serta mengurangi waktu tempuh perjalanan.

2. Siapa yang mengusulkan program ini?

Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Wakil Wali Kota Azhar Hamzah.

3. Apa saja manfaat ekonomi dari proyek ini?

Proyek ini berpotensi menurunkan biaya distribusi, meningkatkan kunjungan wisata, dan mempercepat arus barang hasil pertanian.

4. Apa program lingkungan yang ikut diusulkan?

Pemkot mengusulkan pembangunan TPS3R di desa-desa serta TPST di kawasan TNKS.

5. Mengapa pengelolaan sampah menjadi prioritas?

Karena kapasitas pengelolaan saat ini belum optimal dan perlu sistem yang lebih modern serta berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?
Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:37 WIB

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani

Berita Terbaru