SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh mengangkat Gerakan 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah) sebagai inovasi sosial yang memperkuat partisipasi warga dalam menekan angka stunting. Program ini kembali mendapat pengakuan nasional setelah berbagai pihak menerima penghargaan pada momentum resmi di daerah tersebut.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyerahkan langsung sejumlah penghargaan kepada para tokoh dan lembaga yang berkontribusi dalam penguatan program tersebut.
Inisiator 3S Dapat Apresiasi Nasional
Wali Kota Alfin memberikan penghargaan kepada Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, sebagai inisiator Gerakan 3S. Program ini berhasil menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya penanganan stunting dan kepedulian sosial.
Gerakan 3S mendorong warga menyumbang secara sederhana, namun berdampak nyata bagi keluarga yang membutuhkan bantuan gizi dan dukungan sosial.
Komunitas dan Mitra GENTING Raih Predikat Gold
Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mengapresiasi Komunitas 3S Juara (Maju Adil dan Sejahtera) serta mitra LSM/komunitas Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memberikan predikat Gold atas kontribusi mereka.
Program kolaboratif ini memperkuat jaringan gotong royong antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menekan angka stunting di daerah.
Penghargaan Kemendagri untuk Pemkot Sungai Penuh
Pada kesempatan yang sama, pemerintah pusat juga memberikan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 kategori Juara I kepada Kota Sungai Penuh melalui Kementerian Dalam Negeri.
Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menerima penghargaan tersebut sebagai representasi kinerja ASN dalam mendukung program penurunan kemiskinan dan percepatan penanganan stunting.
HKI Lagu Daerah Jadi Pengakuan Budaya
Selain penghargaan sosial dan kinerja pemerintah, Pemkot Sungai Penuh juga menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Komunal untuk lagu daerah dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Pengakuan ini memperkuat posisi budaya lokal Sungai Penuh sebagai aset daerah yang mendapat perlindungan hukum negara.
Dampak Gerakan 3S di Masyarakat
Gerakan 3S terus berkembang sebagai model partisipasi sosial berbasis komunitas. Warga ikut terlibat langsung dalam pengumpulan bantuan sederhana yang kemudian tersalurkan kepada masyarakat rentan, termasuk balita berisiko stunting dan lansia.
Pemerintah daerah mendorong perluasan program ini agar manfaatnya menjangkau lebih banyak keluarga.
FAQ
Apa itu Gerakan 3S di Sungai Penuh?
Gerakan 3S merupakan inisiatif sosial yang mengajak masyarakat menyumbang Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah untuk membantu penanganan stunting.
Siapa penggagas Gerakan 3S?
Gerakan ini digagas oleh Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin.
Penghargaan apa saja yang diterima Kota Sungai Penuh?
Pemkot menerima penghargaan nasional dari BKKBN, Kemendagri, serta sertifikat HKI Komunal untuk lagu daerah.
Apa tujuan utama program 3S?
Program ini bertujuan menurunkan angka stunting dan meningkatkan kepedulian sosial masyarakat melalui gotong royong.
Apa manfaat HKI lagu daerah bagi kota?
HKI melindungi karya budaya daerah secara hukum dan memperkuat identitas budaya Sungai Penuh di tingkat nasional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









