Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kebijakan penghapusan tenaga honorer di sektor pendidikan memicu efek berantai di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pemerintah mendorong skema baru dalam rekrutmen tenaga pendidik melalui jalur profesional seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Namun, proses transisi ini belum berjalan mulus dan masih menyisakan banyak pertanyaan di lapangan.

Perubahan tersebut berdampak langsung pada mahasiswa jurusan pendidikan yang sejak awal menargetkan profesi guru sebagai tujuan utama karier mereka.

Keresahan Mahasiswa PGSD Sumenep

Sejumlah mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Sumenep mulai merasakan ketidakpastian. Mereka mengaku ragu dengan peluang menjadi guru setelah lulus kuliah, terutama karena status honorer yang semakin tidak jelas dan akses PPG yang belum sepenuhnya terbuka dan merata.

Sebagian mahasiswa menyebut motivasi awal mereka mengambil jurusan keguruan adalah untuk mengajar di sekolah formal. Namun, kondisi terbaru membuat mereka mempertanyakan kembali rencana masa depan.

Kekhawatiran itu tidak hanya soal peluang kerja, tetapi juga menyangkut kejelasan jalur masuk menjadi guru profesional yang dinilai masih terbatas dan kompetitif.

Alternatif Karier di Luar Sekolah Formal

Di tengah ketidakpastian tersebut, sebagian mahasiswa mulai mencari jalur alternatif. Mereka tidak sepenuhnya meninggalkan dunia pendidikan, tetapi mengalihkan fokus ke bentuk pengajaran nonformal.

Baca Juga :  Usulan Gaji PPPK Paruh Waktu Capai Rp 2 Juta Lebih

Beberapa mahasiswa mempertimbangkan membuka layanan les privat di lingkungan sekitar. Model ini dianggap lebih fleksibel dan tetap memungkinkan mereka menyalurkan kemampuan mengajar tanpa harus bergantung pada status guru honorer di sekolah negeri.

Selain itu, mereka juga mulai memikirkan pekerjaan lain sebagai sumber penghasilan utama sambil menunggu peluang mengikuti PPG atau skema rekrutmen baru dari pemerintah.

Dampak ke Dunia Pendidikan Daerah

Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak lebih luas bagi sektor pendidikan di daerah. Jika banyak calon guru merasa ragu melanjutkan profesi ini, maka daerah berisiko mengalami kekurangan tenaga pendidik di masa depan.

Sekolah-sekolah di wilayah kepulauan seperti Sumenep juga bisa terdampak lebih berat karena selama ini masih bergantung pada tenaga honorer untuk memenuhi kebutuhan pengajar.

Selain itu, ketidakpastian karier dapat menurunkan minat generasi muda untuk masuk ke jurusan keguruan, yang pada akhirnya mempersempit regenerasi guru di Indonesia.

Baca Juga :  Niat Baik Presiden Prabowo

Harapan dan Solusi

Mahasiswa berharap pemerintah memberikan kejelasan lebih cepat terkait mekanisme rekrutmen guru, termasuk akses PPG dan skema penempatan tenaga pendidik baru. Mereka juga meminta adanya solusi transisi yang tidak memutus kesempatan lulusan pendidikan untuk berkontribusi di sekolah.

Kepastian regulasi dianggap penting agar mahasiswa tidak terus berada dalam kondisi serba menunggu tanpa arah jelas.

FAQ

1. Apa penyebab utama keresahan mahasiswa keguruan?

Keresahan muncul karena penghapusan tenaga honorer dan ketidakjelasan jalur menjadi guru melalui PPG.

2. Apakah lulusan pendidikan masih bisa menjadi guru?

Masih bisa, tetapi umumnya harus melalui seleksi dan program PPG yang memiliki kuota terbatas.

3. Apa alternatif selain menjadi guru di sekolah formal?

Sebagian mahasiswa mempertimbangkan mengajar privat, bimbingan belajar, atau pekerjaan lain di luar sekolah.

4. Apa dampak jangka panjang kebijakan ini?

Dampaknya bisa berupa kekurangan guru di daerah dan menurunnya minat mahasiswa masuk jurusan pendidikan.

5. Apa harapan mahasiswa ke pemerintah?

Mereka berharap ada kepastian sistem rekrutmen guru dan perluasan akses PPG secara lebih merata.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen
Bank Jambi Sesuaikan Jam Layanan ATM dan CRM, Nasabah Makin Fleksibel Bertransaksi
Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen
Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit
Dolar AS Tembus Rp17.421, Rupiah Tertekan akibat Penguatan Pasar Global
18 Bank Indonesia Masuk World’s Best Banks 2026 Versi Forbes, Ini Daftar Lengkapnya
Bansos Digital Mulai Juni 2026, Pemerintah Benahi Data Penerima
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:44 WIB

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:00 WIB

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:00 WIB

Bank Jambi Sesuaikan Jam Layanan ATM dan CRM, Nasabah Makin Fleksibel Bertransaksi

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

TikTok Shop Ubah Skema Komisi, Biaya Penjual Naik Tajam

Senin, 18 Mei 2026 - 19:44 WIB