Harga Emas Perhiasan 21 Mei 2026 Koreksi Tipis, Ini Rincian Terbaru Lakuemas dan Rajaemas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga emas perhiasan di Indonesia pada Kamis, 21 Mei 2026, bergerak melemah setelah beberapa hari sebelumnya sempat menunjukkan tren stabil. Koreksi ini muncul di tengah dinamika harga emas global yang masih fluktuatif serta perubahan minat beli di pasar ritel perhiasan.

Dua penyedia utama, Lakuemas dan Rajaemas, sama-sama mencatat penyesuaian harga di hampir semua kadar karat. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih mencari titik keseimbangan baru setelah periode penguatan.

Koreksi Harga Terjadi di Hampir Semua Kadar

Lakuemas menetapkan harga emas 24 karat (99%) di level Rp2.410.000 per gram. Sementara itu, kadar di bawahnya ikut bergerak turun mengikuti pola bertingkat sesuai kemurnian emas.

Berikut gambaran harga dari Lakuemas:

24K: Rp2.410.000/gram

22K: Rp1.989.000/gram

20K: Rp1.809.000/gram

18K: Rp1.625.000/gram

16K: Rp1.441.000/gram

14K: Rp1.260.000/gram

12K: Rp1.078.000/gram

10K: Rp896.000/gram

9K: Rp804.000/gram

Pola harga ini menunjukkan selisih yang konsisten antar kadar, menyesuaikan kandungan emas murni di dalam perhiasan.

Rajaemas Catat Rentang Harga Lebih Variatif

Rajaemas menampilkan struktur harga yang sedikit lebih lebar, terutama pada kadar rendah. Harga emas 24 karat standar berada di Rp2.230.000 per gram, sementara versi tertinggi (K24*) mencapai Rp2.460.000 per gram.

Baca Juga :  SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Pada kadar menengah hingga rendah, harga bergerak sebagai berikut:

K22: Rp1.984.000/gram

K20: Rp1.805.000/gram

K18: Rp1.625.000/gram

K16: Rp1.443.000/gram

K14: Rp1.263.000/gram

K12: Rp1.084.000/gram

K10: Rp902.000/gram

K8: Rp722.000/gram

K5: Rp455.000/gram

Perbedaan harga antara Lakuemas dan Rajaemas mencerminkan faktor biaya produksi, desain, dan margin distribusi yang berbeda di tiap platform.

Tekanan Global dan Perubahan Permintaan

Pelaku pasar melihat koreksi harga ini sebagai dampak dari kombinasi faktor global dan domestik. Harga emas dunia yang bergerak sideways membuat pasar ritel ikut berhati-hati.

Selain itu, permintaan perhiasan juga sedikit melambat setelah momen konsumsi sebelumnya. Banyak pembeli menahan transaksi besar dan memilih menunggu sinyal harga yang lebih jelas.

Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan signifikan pada harga emas lokal, sehingga tekanan jual masih lebih dominan.

Konsumen Mulai Selektif

Tren menarik muncul dari sisi konsumen. Pembeli kini lebih selektif memilih kadar emas, terutama pada segmen 10K hingga 18K yang lebih terjangkau. Perhiasan tidak hanya menjadi aset, tetapi juga gaya hidup.

Beberapa toko juga mulai menawarkan fleksibilitas desain dan buyback untuk menjaga minat pasar tetap stabil di tengah fluktuasi harga.

Baca Juga :  Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Buyback Pegadaian, Galeri 24 Paling Tinggi

Prospek Harga ke Depan

Dalam jangka pendek, harga emas perhiasan berpotensi tetap bergerak dinamis. Jika harga emas global kembali menguat, pasar domestik bisa ikut terdorong naik. Namun jika tekanan dolar AS berlanjut, koreksi lanjutan masih mungkin terjadi.

Pelaku pasar menilai fase saat ini sebagai masa konsolidasi, bukan tren penurunan jangka panjang.

FAQ Harga Emas Perhiasan 21 Mei 2026

1. Mengapa harga emas perhiasan turun hari ini?

Harga turun karena tekanan harga emas global yang bergerak datar dan permintaan ritel yang belum kuat.

2. Apakah semua kadar emas ikut turun?

Ya, hampir semua kadar di Lakuemas dan Rajaemas mengalami penyesuaian harga.

3. Mana yang lebih mahal, Lakuemas atau Rajaemas?

Rajaemas memiliki rentang harga lebih tinggi di beberapa kadar, terutama pada K24*.

4. Apakah sekarang waktu tepat membeli emas?

Kondisi ini cocok untuk pembelian bertahap karena harga sedang dalam fase koreksi.

5. Apakah harga emas bisa naik lagi?

Bisa, terutama jika harga emas global menguat atau terjadi pelemahan rupiah lebih lanjut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru