Dharmasraya Didorong Jadi Pusat Ekonomi Baru, PSN dan Feeder Tol Jadi Sorotan di Bappenas

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Pemerintah pusat dan daerah mendorong percepatan transformasi ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) bagian timur melalui penguatan konektivitas dan hilirisasi industri sawit. Agenda itu mengemuka saat Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bertemu Kementerian PPN/Bappenas RI di Jakarta, Selasa (19/05/2026).

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy itu membahas dua usulan strategis, yakni penetapan Dharmasraya sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) serta pembangunan feeder tol yang menghubungkan wilayah tersebut dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.

Dorong Dharmasraya Jadi Pusat Logistik Baru Sumatera

Bupati Annisa Suci Ramadhani mendorong pengembangan Kawasan Industri Terintegrasi Sawit dan Agro Dharmasraya di Nagari Sungai Duo seluas 500 hektare. Ia menargetkan kawasan ini menjadi pusat hilirisasi minyak sawit mentah (CPO), industri oleokimia, hingga pakan ternak.

Annisa menegaskan bahwa Dharmasraya memiliki posisi geografis strategis sebagai simpul penghubung Sumatera Barat, Jambi, dan Riau. Ia menilai arus barang yang selama ini bergantung pada jalur darat perlu mendapat jalur alternatif yang lebih efisien.

Baca Juga :  Walikota Padang Perkuat Kolaborasi Lewat Buka Puasa Bersama

“Dharmasraya menjadi simpul utama distribusi logistik di kawasan timur Sumatera Barat. Kita perlu memperkuat perannya agar tidak hanya menjadi jalur lintasan, tetapi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Annisa.

Feeder Tol 139 Km Jadi Kunci Efisiensi Logistik

Pemkab Dharmasraya juga mengajukan pembangunan feeder tol sepanjang sekitar 139 kilometer yang menghubungkan Koto Baru menuju akses Tol Rengat–Pekanbaru di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Pemerintah daerah menghitung jalur ini mampu memangkas biaya distribusi logistik hingga 25–30 persen. Efisiensi ini juga mempercepat pengiriman komoditas sawit menuju pusat industri di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Saat ini, sekitar 70 persen distribusi CPO dan TBS dari Sumatera Barat bagian timur masih mengandalkan jalur darat yang padat kendaraan logistik.

Dampak Ekonomi: Investasi dan Lapangan Kerja Baru

Rencana kawasan industri tersebut diproyeksikan menarik investasi hingga Rp3,2 triliun. Pemerintah daerah juga menargetkan penyerapan sekitar 2.500 tenaga kerja langsung di sektor industri pengolahan.

Selain itu, pembangunan feeder tol membuka akses ekonomi baru bagi wilayah hinterland. Akses yang lebih cepat mendorong tumbuhnya sentra usaha, memperluas pasar petani sawit, serta memperkuat distribusi barang kebutuhan pokok.

Baca Juga :  AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy menyatakan dukungan penuh terhadap usulan tersebut. Ia menilai proyek ini dapat mengubah wajah ekonomi Sumatera Barat bagian timur.

“Proyek ini akan memperkuat posisi Dharmasraya sebagai hub logistik dan pusat hilirisasi. Dampaknya tidak hanya untuk daerah, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi regional,” ujarnya.

FAQ

1. Apa tujuan utama usulan PSN di Dharmasraya?

Usulan PSN bertujuan mempercepat pembangunan kawasan industri sawit terintegrasi dan meningkatkan daya saing ekonomi wilayah timur Sumatera Barat.

2. Apa manfaat feeder tol Dharmasraya?

Feeder tol mempercepat distribusi logistik, menurunkan biaya transportasi hingga 30 persen, dan membuka akses ekonomi baru.

3. Berapa panjang jalur feeder tol yang diusulkan?

Pemerintah daerah mengusulkan jalur sekitar 139 kilometer.

4. Sektor apa yang menjadi fokus kawasan industri?

Fokus utama berada pada hilirisasi kelapa sawit, oleokimia, dan pakan ternak.

5. Berapa potensi investasi dari proyek ini?

Nilai investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp3,2 triliun dengan ribuan lapangan kerja baru.

Penulis : Dina Herawati

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Siap Turun ke Desa Mulai Agustus, Pemerintah Kebut Operasional Nasional
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan

Berita Terbaru