Pemerintah Serap Rp 40 Triliun dari Lelang SUN, Permintaan Investor Tembus Rp 74,95 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kementerian Keuangan berhasil menghimpun dana Rp 40 triliun dari hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 28 April 2026. Pemerintah mencatat minat investor tetap tinggi dengan total penawaran masuk mencapai Rp 74,95 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu menyampaikan hasil tersebut menunjukkan kepercayaan pasar terhadap instrumen utang negara masih solid di tengah kondisi pasar keuangan yang dinamis.

Minat Investor Lampaui Target Awal Lelang

Dalam lelang tersebut, pemerintah menawarkan sembilan seri SUN yang terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara seri fixed rate (FR). Seluruh proses lelang berlangsung melalui sistem Bank Indonesia sebagai agen lelang.

Investor membukukan penawaran jauh di atas nilai yang dimenangkan pemerintah. Selisih antara penawaran dan hasil serapan menunjukkan kompetisi yang cukup ketat di pasar obligasi domestik.

FR0109 Jadi Penyerap Dana Terbesar

Seri FR0109 mencatat penyerapan tertinggi dalam lelang kali ini. Pemerintah menyerap Rp 15,75 triliun dari seri tersebut, sementara investor mengajukan penawaran hingga Rp 34,74 triliun.

Baca Juga :  Mahyeldi Gandeng Apindo, UMKM Sumbar Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Seri ini menghasilkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,63518 persen dengan jatuh tempo pada 15 Maret 2031.

Rincian Penyerapan di Seri Lain

Selain FR0109, pemerintah juga menyerap dana dari berbagai seri lainnya dengan rincian sebagai berikut:

FR0107: Rp 5,15 triliun dari penawaran Rp 7,05 triliun, yield 6,74984 persen, jatuh tempo 15 Agustus 2045

SPN12270429: Rp 4,4 triliun dari penawaran Rp 4,56 triliun, yield 5,55 persen, jatuh tempo 29 April 2027

FR0102: Rp 3,6 triliun dari penawaran Rp 4,2 triliun, yield 6,86479 persen, jatuh tempo 15 Juli 2054

FR0108: Rp 3,25 triliun dari penawaran Rp 9,22 triliun, yield 6,80995 persen, jatuh tempo 15 April 2036

FR0106: Rp 2,7 triliun dari penawaran Rp 4,69 triliun, yield 6,81832 persen, jatuh tempo 15 Agustus 2040

SPN12260730: Rp 2,4 triliun dari penawaran Rp 3,19 triliun, yield 5,4 persen, jatuh tempo 30 Juli 2026

Baca Juga :  Pemprov Bengkulu Telusuri Anjloknya Harga TBS Sawit, Soroti Dugaan Ketidakwajaran Rantai Distribusi

FR0105: Rp 1,75 triliun dari penawaran Rp 3,85 triliun, yield 6,87996 persen, jatuh tempo 15 Juli 2064

SPN01260530: Rp 1 triliun dari penawaran Rp 3,44 triliun, yield 4,89 persen, jatuh tempo 30 Mei 2026

Pasar Obligasi Tetap Menjadi Sumber Pembiayaan Utama

Pemerintah terus memanfaatkan pasar surat utang domestik sebagai salah satu sumber utama pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tingginya minat investor memperlihatkan kepercayaan terhadap stabilitas fiskal Indonesia masih terjaga.

Meski pasar keuangan global masih menghadapi tekanan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi, permintaan terhadap SUN tetap kuat, terutama dari investor domestik.

Kesimpulan

Lelang SUN kali ini menegaskan posisi obligasi negara sebagai instrumen investasi yang masih menarik bagi pasar. Pemerintah berhasil menjaga stabilitas pembiayaan dengan biaya utang yang relatif kompetitif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Iran Bersiap Masuk Era Baru, Investasi Rp5.310 Triliun Mengalir Usai Kesepakatan Damai dengan AS
Petani Sawit Wajib Cek, Harga TBS di Dharmasraya Hari Ini Ada yang Tembus Rp3.684 per Kg
Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat
Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029
B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji Coba Lebih Baik dari B40
Koperasi Desa Merah Putih Bisa Bayar Pajak 0,5 Persen, Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi
Indonesia Siapkan CNG 3 Kg Gantikan LPG, Hemat Subsidi hingga 40% dan Energi Lebih Mandiri
Pertamax Tembus Rp16.250, Pemerintah Kunci Akses Pertalite Lewat QR Code untuk Cegah Lonjakan Pengguna
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

Iran Bersiap Masuk Era Baru, Investasi Rp5.310 Triliun Mengalir Usai Kesepakatan Damai dengan AS

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:00 WIB

Petani Sawit Wajib Cek, Harga TBS di Dharmasraya Hari Ini Ada yang Tembus Rp3.684 per Kg

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029

Senin, 15 Juni 2026 - 22:19 WIB

B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji Coba Lebih Baik dari B40

Berita Terbaru