SOLOK SELATAN – Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, rotasi 129 kepala sekolah dan guru sebagai langkah memperkuat kualitas pendidikan di daerah. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menargetkan kepemimpinan sekolah yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di setiap satuan pendidikan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Selain melakukan penyegaran organisasi, pemerintah juga ingin mempercepat pemerataan kualitas layanan pendidikan mulai dari jenjang TK hingga SMP.
Rotasi itu mengacu pada Surat Keputusan Bupati Solok Selatan Nomor 800.238-2026 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Kepala Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan. Dengan langkah ini, pemerintah berharap setiap sekolah mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Rotasi Libatkan 81 Kepala Sekolah dan 48 Guru
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan merotasi 129 tenaga pendidik. Jumlah tersebut terdiri atas 81 kepala sekolah dan 48 guru fungsional.
Sebanyak satu orang mengemban tugas sebagai kepala TK, 59 orang memimpin SD, dan 21 orang memimpin SMP. Sementara itu, 48 guru fungsional menerima penugasan baru sesuai kebutuhan organisasi dan pemerataan tenaga pendidik.
Melalui rotasi tersebut, pemerintah daerah ingin memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan di setiap sekolah.
Khairunas: Kepala Sekolah Harus Memimpin Perubahan
Bupati H. Khairunas menegaskan kepala sekolah memegang peran penting dalam menentukan arah pendidikan. Karena itu, setiap kepala sekolah harus mampu memimpin, menginspirasi guru, dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekolah.
“Kepala sekolah memiliki peran yang sangat strategis. Saudara bukan hanya seorang administrator, tetapi juga pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, motivator bagi guru, serta teladan bagi peserta didik dan masyarakat,” kata Khairunas saat melantik para kepala sekolah dan guru di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Jumat (31/7/2026).
Selain itu, ia mengajak seluruh kepala sekolah membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif. Menurutnya, sekolah harus mampu melahirkan peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, mandiri, serta memiliki daya saing.
Dorong Budaya Inovasi di Setiap Sekolah
Selanjutnya, Khairunas mengingatkan seluruh kepala sekolah agar terus menghadirkan inovasi dalam proses belajar mengajar. Ia juga meminta mereka memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Saya mengajak seluruh kepala sekolah untuk menjadi agen perubahan. Bangun budaya inovasi di sekolah. Manfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan mutu pembelajaran, bukan sekadar pelengkap administrasi. Jadilah pemimpin yang mampu menggerakkan guru untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada anak-anak kita,” pesannya.
Menurut Khairunas, teknologi harus membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kelola Anggaran Secara Transparan
Di sisi lain, Khairunas meminta seluruh kepala sekolah mengelola anggaran pendidikan secara transparan, akuntabel, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Lebih jauh, ia mengajak kepala sekolah memperkuat kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan. Dengan kerja sama tersebut, sekolah dapat menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Khairunas meyakini sinergi seluruh pihak akan mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus melahirkan generasi Solok Selatan yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
FAQ
1. Berapa jumlah kepala sekolah dan guru yang mengikuti rotasi?
Sebanyak 129 tenaga pendidik mengikuti rotasi, terdiri dari 81 kepala sekolah dan 48 guru fungsional.
2. Apa tujuan rotasi kepala sekolah dan guru di Solok Selatan?
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kepemimpinan sekolah, serta mempercepat pemerataan mutu layanan pendidikan.
3. Apa pesan utama Bupati Khairunas kepada kepala sekolah?
Khairunas meminta kepala sekolah menjadi pemimpin pembelajaran, agen perubahan, membangun budaya inovasi, memanfaatkan teknologi, mengembangkan kompetensi guru, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik.
4. Bagaimana arahan Bupati terkait pengelolaan anggaran sekolah?
Khairunas meminta setiap kepala sekolah mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, efektif, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
5. Mengapa kolaborasi dengan masyarakat menjadi penting?
Kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan akan memperkuat ekosistem pendidikan sehingga kualitas pembelajaran terus meningkat.(Tim)









