PADANG ARO – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid sebagai ujung tombak penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan penerimaan dana umat, tetapi juga memperluas manfaat zakat untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong setiap pengurus UPZ agar mengelola dana ZIS secara profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui tata kelola yang baik, kepercayaan masyarakat diharapkan terus meningkat sehingga potensi zakat di Solok Selatan dapat tergali secara maksimal.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) UPZ Masjid di Hotel Pesona Alam Sangir, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini mempertemukan pengurus UPZ masjid dari berbagai kecamatan untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyusun langkah percepatan penghimpunan ZIS.
Bupati: Zakat Menjadi Kekuatan Pemberdayaan Umat
Bupati Solok Selatan H. Khairunas menegaskan bahwa zakat mengandung nilai kepedulian dan keadilan sosial. Menurutnya, umat Islam tidak hanya menjalankan kewajiban agama melalui zakat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan. Apabila dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, zakat mampu menjadi kekuatan dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penanggulangan bencana,” kata Khairunas.
Lebih lanjut, Khairunas menjelaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Sebaliknya, masjid juga menjadi pusat dakwah, pembinaan umat, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, ia menilai UPZ masjid memegang peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat menyalurkan ZIS secara lebih tertib, tepat sasaran, dan memberi manfaat yang lebih luas.
Selanjutnya, Khairunas mengajak seluruh pengurus masjid memperkuat sinergi dengan Baznas. Menurutnya, kolaborasi itu akan memperluas edukasi mengenai kewajiban zakat sekaligus mempercepat pembentukan dan penguatan UPZ di setiap masjid.
“Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berkomitmen terus mendukung tata kelola zakat melalui kolaborasi bersama Baznas. Semoga kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun gerakan sadar zakat di Solok Selatan dengan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Baznas Genjot Keaktifan UPZ Masjid
Ketua Baznas Solok Selatan Zulfajriadi mengungkapkan bahwa Baznas telah membentuk sekitar 40 UPZ di berbagai wilayah Solok Selatan. Namun, hingga saat ini hanya sekitar 10 UPZ masjid yang rutin menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah.
“Kondisi ini menjadi dasar bagi Baznas untuk terus melakukan sosialisasi, optimalisasi, dan akselerasi peran UPZ masjid. Tujuannya adalah menggali potensi zakat, infak, dan sedekah yang ada di Solok Selatan agar volume penghimpunan semakin meningkat, sekaligus mendorong keaktifan UPZ di setiap nagari,” paparnya.
Oleh sebab itu, Baznas terus meningkatkan kapasitas para pengurus UPZ. Melalui pembinaan tersebut, pengurus dapat mengelola dana zakat secara amanah, transparan, dan akuntabel sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.
Kemenag Minta Pengurus Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Selatan Fitriyoni menegaskan bahwa Baznas bersama UPZ memegang peran penting dalam menghimpun sekaligus menyalurkan zakat kepada masyarakat yang berhak menerima.
Karena itu, ia meminta seluruh pengurus UPZ masjid tidak hanya meningkatkan penghimpunan dana ZIS. Ia juga mendorong pengurus memastikan setiap penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.
Menurut Fitriyoni, pengurus masjid memahami kondisi sosial masyarakat di lingkungan masing-masing. Kondisi tersebut memudahkan mereka menentukan penerima manfaat sesuai kebutuhan di lapangan.
Sinergi Perkuat Gerakan Sadar Zakat
Pemkab Solok Selatan, Baznas, dan Kementerian Agama sepakat memperkuat sinergi agar penghimpunan ZIS terus meningkat. Selain memperluas jangkauan UPZ, ketiga pihak juga ingin memperkuat tata kelola zakat sehingga manfaatnya semakin besar bagi masyarakat.
Dengan langkah tersebut, dana zakat diharapkan mampu mendukung pengentasan kemiskinan, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, meningkatkan akses pendidikan, membantu pelayanan kesehatan, hingga mempercepat penanganan masyarakat yang membutuhkan.
FAQ
Apa tujuan optimalisasi UPZ masjid di Solok Selatan?
Pemerintah dan Baznas ingin meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sekaligus memperkuat pengelolaan ZIS agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.
Berapa jumlah UPZ yang sudah terbentuk di Solok Selatan?
Baznas telah membentuk sekitar 40 UPZ. Namun, baru sekitar 10 UPZ masjid yang aktif menghimpun dana ZIS secara rutin.
Mengapa UPZ masjid memiliki peran penting?
UPZ masjid membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi sekaligus memastikan penyaluran bantuan berlangsung lebih tertib dan tepat sasaran.
Apa harapan Pemkab Solok Selatan terhadap pengurus UPZ?
Pemerintah berharap seluruh pengurus UPZ aktif menghimpun ZIS, mengelola dana secara transparan dan akuntabel, serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima.
Bagaimana Baznas meningkatkan keaktifan UPZ?
Baznas terus menggelar sosialisasi, pembinaan, optimalisasi, dan akselerasi agar setiap UPZ aktif menghimpun dana ZIS dan meningkatkan kualitas pengelolaannya.(Tim)









