DHARMASRAYA – Badan jalan di kawasan Bukik Kubang, Kecamatan Sembilan Koto, Dharmasraya, mengalami amblas hingga mempersempit jalur utama menuju Silago. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga menghadapi risiko gangguan, terutama jika kerusakan terus meluas.
Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya langsung mengerahkan tim ke lokasi. Dinas PUPR membawa alat berat dan memasang 14 unit box culvert untuk memperkuat titik jalan yang melintasi anak sungai Muaro Ampalu.
Langkah tersebut berlangsung selama dua hari, 9–10 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengambil langkah cepat untuk menjaga kelancaran akses warga sekaligus mencegah kerusakan berkembang hingga memutus jalur penghubung antar nagari.
Jalan Amblas dan Jalur Menyempit
Amblas terjadi pada sisi kiri dan kanan badan jalan yang berada di atas anak sungai Muaro Ampalu. Kondisi itu kemudian mempersempit ruang kendaraan untuk melintas.
Meski begitu, warga masih menggunakan jalur tersebut dengan hati-hati. Namun, kondisi jalan tetap membutuhkan penanganan segera karena kerusakan berpotensi semakin parah.
Dinas PUPR pun langsung mengatur pekerjaan di lokasi. Tim mengerahkan alat berat dan memperkuat titik yang mengalami kerusakan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya Zakirman, bersama Kepala Bidang Bina Marga Willy Kurniawan, menjelaskan langkah tersebut di Pulau Punjung, Selasa (11/8/2026).
Zakirman mengatakan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meminta Dinas PUPR segera menangani kondisi jalan di kawasan Bukik Kubang.
“Penanganan ini kami lakukan secepatnya karena kondisi badan jalan sudah mengalami amblas di kedua sisi dan jalurnya menyempit. Jangan sampai kerusakan semakin parah dan jalan akhirnya putus,” ujar Zakirman.
PUPR Pasang 14 Box Culvert
Selanjutnya, Dinas PUPR memasang 14 unit box culvert pada bagian jalan yang melintasi anak sungai Muaro Ampalu. Tim juga menggunakan alat berat untuk mempercepat proses pekerjaan.
PUPR memilih langkah tersebut untuk memperkuat titik jalan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan. Dengan demikian, warga tetap bisa menggunakan jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, pengerjaan cepat membantu pemerintah daerah mengurangi risiko kerusakan yang lebih luas. Tim menyelesaikan penanganan dalam dua hari sesuai kebutuhan di lapangan.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan penanganan, akses masih dapat dilalui dengan lebih baik. Kami berharap kondisi ini dapat terus terjaga sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang tetap berjalan lancar,” katanya.
Tiga Nagari Bergantung pada Jalur Silago
Ruas poros Silago memiliki peran penting bagi masyarakat di kawasan Sembilan Koto. Jalur tersebut menghubungkan Nagari Silago, Banai, dan Lubuk Karak dengan pusat Kabupaten Dharmasraya.
Oleh sebab itu, kerusakan pada satu titik saja bisa mengganggu mobilitas warga dan distribusi barang. Pemerintah daerah kemudian memilih respons cepat agar aktivitas masyarakat tidak menghadapi hambatan lebih besar.
Zakirman menjelaskan, Dinas PUPR juga menjalankan penanganan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga konektivitas antarwilayah.
Pemkab Antisipasi Kerusakan Lebih Parah
Di sisi lain, penanganan Bukik Kubang menunjukkan perhatian Pemkab Dharmasraya terhadap kondisi jalur penghubung masyarakat. Pemerintah tidak ingin kerusakan kecil berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Karena itu, Dinas PUPR terus mengawasi kondisi jalan setelah pekerjaan selesai. Pengawasan tersebut penting untuk melihat perkembangan titik jalan, terutama ketika hujan deras meningkatkan debit air di sekitar anak sungai.
Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan Bukik Kubang. Terlebih lagi, perubahan kondisi cuaca dapat memengaruhi kondisi jalan dan aliran sungai.
Akses Warga Tetap Terjaga
Dengan penanganan tersebut, warga Nagari Silago, Banai, dan Lubuk Karak tetap memiliki akses menuju pusat Kabupaten Dharmasraya.
Selain mendukung mobilitas warga, jalur itu juga membantu kelancaran distribusi barang. Karena itu, pemerintah daerah terus menjaga kondisi ruas jalan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa gangguan berarti.
Zakirman menegaskan bahwa penanganan cepat menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah menjaga konektivitas wilayah sekaligus mengantisipasi kerusakan yang berpotensi menghambat aktivitas masyarakat.
FAQ
Mengapa jalan di Bukik Kubang mengalami penanganan cepat?
Badan jalan mengalami amblas pada sisi kiri dan kanan. Kondisi tersebut mempersempit jalur dan meningkatkan risiko jalan mengalami kerusakan lebih parah.
Kapan Dinas PUPR menangani jalan tersebut?
Dinas PUPR melaksanakan pekerjaan selama dua hari, yaitu pada 9–10 Agustus 2026.
Berapa box culvert yang dipasang PUPR?
Dinas PUPR memasang 14 unit box culvert pada titik jalan yang melintasi anak sungai Muaro Ampalu.
Apa fungsi ruas poros Silago?
Ruas tersebut menjadi jalur penting bagi masyarakat Nagari Silago, Banai, dan Lubuk Karak menuju pusat Kabupaten Dharmasraya.
Apakah masyarakat masih bisa melintasi jalan tersebut?
Ya. Setelah tim PUPR melakukan penanganan, masyarakat kembali menggunakan jalur tersebut. Namun, pengendara tetap perlu berhati-hati ketika melintas di kawasan Bukik Kubang.
Apa tujuan utama penanganan PUPR?
Dinas PUPR ingin menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, mempertahankan distribusi barang, serta mencegah kerusakan berkembang hingga memutus akses jalan.(Tim)









